Renungan: Memeluk Dunia, Belajar dari Burung Pelatuk

Kamis, 15 April 2021 - 04:59 WIB
loading...
Renungan: Memeluk Dunia,...
Begitulah cara burung pelatuk mencari dan menemukan larva serangga di bawah kulit kayu./Ilustrasi/Ist
A A A
MEMASUKI Ramadhan hari ketiga, sejumlah karyawan perusahaan swasta menggerutu lantaran mendengar teriakan keras si bos tentang kinerja mereka yang dianggap buruk, sedangkan mereka sudah merasa bekerja sepanjang hari. Konon sang karyawan dianggap tak mampu mengikuti mimpi, ambisi dan cita-cita bos yang kelewat tinggi.

Baca juga: Renungan: Meraih Suksesi, Belajar dari Pohon Jati

Salah seorang bijak di antara mereka menyarankan, "pergilah ke masjid dan dengarkan kultum agar ada kesejukan pada hati kita".

Lalu mereka jawab: "Masjid terlalu berisik. Orang-orang salat, bak senam. Buru-buru seperti diburu peluru. Salat tarawih sudah menjadi ajang menekuk-nekuk pinggang. Kultum hanya sekadar basa-basi. Tujuh menit hanya sebagai panggung cas cis cus.."

Mengapa mereka begitu pemarah dan sulit menerima keadaan sekitar. Terhadap bos, mereka protes, terhadap jamaah masjid mereka menggerutu seakan mereka paling benar sendiri di dunia ini.

Si bijak di antara mereka tersenyum mendengar gerutuan rekan-rekannya itu. Dia lalu bercerita tentang masa lalunya di kampung halaman. Dia bicara tenbang burung.

Baca juga: Renungan: Mengupas Keburukan, Belajar dari Kisah Kaki Merak

Ya, di dalam hutan, di kampung halamannya, ia seringkali mendengar suara tok tok tok.. bertalu-talu. Itu adalah suara pohon yang sedang dipatuk burung pelatuk .

Burung jenis ini memiliki kaki zigodaktil, dengan dua jari kaki mengarah ke depan, dan dua lainnya ke belakang. Kaki-kaki itu, meski beradaptasi untuk berpegangan di permukaan vertikal, bisa digunakan untuk menggenggam atau bertengger. Beberapa spesies bahkan hanya memiliki tiga jari kaki.

Burung ini menyadap dan mematuk batang pohon dengan paruhnya. Begitulah cara burung pelatuk mencari dan menemukan larva serangga di bawah kulit kayu.

Mula-mula, burung pelatuk mencari terowongan dengan menyadap batang. Begitu terowongan itu ditemukan, burung pelatuk memahat kayu sampai menciptakan pembukaan ke terowongan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Lautan Pertama di Bumi...
Lautan Pertama di Bumi yang Tidak Berwarna Biru Ditemukan
Arkeolog Yakin Suku...
Arkeolog Yakin Suku Indian Kuno Saksi Kedahsyatan Banjir Besar di Zaman Nabi Nuh
Tulang Rahang Keturunan...
Tulang Rahang Keturunan Manusia Pertama di Bumi Ditemukan
Artikel Terkini
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Infografis
Siswa Sekolah di 429...
Siswa Sekolah di 429 Daerah Wajib Belajar dari Rumah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved