8 Sunnah-sunnah Puasa Ramadhan, Yuk Kita Amalkan!

loading...
Sedangkan perbuatan itu sendiri hukumnya haram baik dalam bulan Ramadhan atau di luar Ramadhan. Dari Abi Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: "Siapa yang tidak meninggalkan perkataan kotor dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh dia untuk meninggalkan makan minumnya (puasanya). (HR Al-Bukhari, Abu Daud, At-Tirmizi, An-Nasai, Ibnu Majah)

Rasulullah juga bersabda: "Janganlah kamu melakukan rafats dan khashb pada saat berpuasa. Bila seseorang mencacinya atau memeranginya, maka hendaklah dia berkata, "Aku sedang puasa". (HR Al-Bukhari dan Muslim)

8. Meninggalkan Nafsu dan Syahwat
Ada nafsu dan syahwat tertentu yang tidak sampai membatalkan puasa, seperti menikmati wewangian, melihat sesuatu yang menyenangkan dan halal, mendengarkan dan meraba. Meski pada dasarnya tidak membatalkan puasa selama dalam koridor syar‘i, namun disunnahkan untuk meninggalkannya.

Contoh lain seperti bercumbu antara suami istri. Selama tidak keluar mani atau tidak melakukan hubungan seksual, sesungguhnya tidak membatalkan puasa. Tetapi sebaiknya hal itu ditinggalkan untuk mendapatkan keutamaan puasa.

Demikian 8 Sunnah Puasa Ramadhan sebagaimana dijelaskan oleh Ustaz Ahmad Zarkasih dalam bukunya. Selain delapan sunnah-sunnah di atas, umat Islam juga dianjurkan untuk menghidupkan malam-malan Ramadhan dengan sholat Tarawih dan Witir. Selain itu, memperbanyak zikir, doa dan sholawat. Kemudian berdoa di waktu berbuka dan waktu sahur.

Semoga kita termasuk orang-orang yang menghidupkan sunnah-sunnah baik di bulan Ramadhan maupun bulan lainnya.

Baca Juga: 3 Doa Buka Puasa Sesuai Sunnah Lengkap Latin dan Artinya
(rhs)
halaman ke-2
cover top ayah
اَلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلٰٓى اَفۡوَاهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَاۤ اَيۡدِيۡهِمۡ وَتَشۡهَدُ اَرۡجُلُهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ‏
Pada hari ini (kiamat) Kami tutup mulut mereka, tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

(QS. Yasin:65)
cover bottom ayah
preload video