Aa Gym : Amal Baik dan Berkah
Rabu, 21 April 2021 - 07:17 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya kita perlu pertimbangkan terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu hal adalah apakah sesuatu tersebut adalah bagian dari amal shaleh atau bukan. Saat melakukan sesuatu hal pasti ada waktu yang dibutuhkan, jangan sampai waktu yang kita pergunakan untuk melakukan sesuatu hal malah tidak menjadi amal shaleh bagi kita.
Baca juga: Perempuan Indonesia Kian Berdaya
Salah satu cara kita mengukur apakah sesuatu itu adalah amal shaleh atau bukan adalah dengan cara pikirkan terlebih dahulu apakah kita siap mati atau tidak saat sedang melakukan sesuatu tersebut. Jika kita merasa ragu untuk siap mati ketika sedang melakukan sesuatu tersebut terarti itu adalah amalan yang salah, tetapi jika kita siap kalau harus mati saat melakukan hal tersebut, boleh jadi itu adalah amalan shaleh.
3. Menjadi contoh baik atau buruk
Sederhananya adalah apakah kita ingin sembunyi-sembunyi, orang lain jangan sampai mengetahui hal yang kita lakukan, atau kita merasa tidak masalah jika ada orang lain yang mengetahui dan mengikuti sesuatu yang kita lakukan. Dengan tolak ukur tersebut kita akan bisa menilai diri sendiri apakah hal yang akan kita lakukan akan menjadi pahala atau menjadi dosa.
Baca juga: PNM Menuju Rekor Dunia, Incar 1 Juta Nasabah Tahun Ini
Karena itu, Aa Gym menegaskan, pada intinya adalah diri kita sendiri bisa menilai dan menimbang apakah amalan dan pekerjaan yang kita lakukan atau hendak kita lakukan itu baik disisi Allah atau tidak, menjadi kebaikan bagi diri kita atau tidak. Karena mau tidak mau kita harus menentukan sikap apakah kita akan melakukan sesuatu yang bernilai baik atau sebaiknya.
"Karena jika hati sudah dipenuhi dengan maksiat maka akan sulit kebaikan masuk kedalam diri kita, begitupun sebaliknya jika hati kita sudah dipenuhi dengan kebaikan dan keimanan kepada Allah Ta’ala maka akan sulit bagi maksiat dan perilaku dosa untuk masuk kedalam diri kita,"tutupnya.
Baca juga: Protes Lockdown, PM Prancis Dibombardir Paket Celana Dalam
Wallahu A'lam
Baca juga: Perempuan Indonesia Kian Berdaya
Salah satu cara kita mengukur apakah sesuatu itu adalah amal shaleh atau bukan adalah dengan cara pikirkan terlebih dahulu apakah kita siap mati atau tidak saat sedang melakukan sesuatu tersebut. Jika kita merasa ragu untuk siap mati ketika sedang melakukan sesuatu tersebut terarti itu adalah amalan yang salah, tetapi jika kita siap kalau harus mati saat melakukan hal tersebut, boleh jadi itu adalah amalan shaleh.
3. Menjadi contoh baik atau buruk
Sederhananya adalah apakah kita ingin sembunyi-sembunyi, orang lain jangan sampai mengetahui hal yang kita lakukan, atau kita merasa tidak masalah jika ada orang lain yang mengetahui dan mengikuti sesuatu yang kita lakukan. Dengan tolak ukur tersebut kita akan bisa menilai diri sendiri apakah hal yang akan kita lakukan akan menjadi pahala atau menjadi dosa.
Baca juga: PNM Menuju Rekor Dunia, Incar 1 Juta Nasabah Tahun Ini
Karena itu, Aa Gym menegaskan, pada intinya adalah diri kita sendiri bisa menilai dan menimbang apakah amalan dan pekerjaan yang kita lakukan atau hendak kita lakukan itu baik disisi Allah atau tidak, menjadi kebaikan bagi diri kita atau tidak. Karena mau tidak mau kita harus menentukan sikap apakah kita akan melakukan sesuatu yang bernilai baik atau sebaiknya.
"Karena jika hati sudah dipenuhi dengan maksiat maka akan sulit kebaikan masuk kedalam diri kita, begitupun sebaliknya jika hati kita sudah dipenuhi dengan kebaikan dan keimanan kepada Allah Ta’ala maka akan sulit bagi maksiat dan perilaku dosa untuk masuk kedalam diri kita,"tutupnya.
Baca juga: Protes Lockdown, PM Prancis Dibombardir Paket Celana Dalam
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :