Parcel Ramadhan, Senyumkan Portir Stasiun
Rabu, 21 April 2021 - 11:19 WIB
loading...
A
A
A
Semburat senyum Pak Sukiman merekah. Alangkah bahagianya ia dan sahabatnya sesama Portir, Pak Sobari (56), bertemu tim Dompet Dhuafa pagi itu yang turut mengantarkan amanah para donatur, yang terkemas dalam Parcel Ramadhan yang berisi paket sembako juga uang tunai untuk petugas Porter stasiun.
“Tidak nyangka akan dapat bantuan Parcel Lebaran. Senang sekali ya, berasa bahagia banget dapat bingkisan ini. Akhirnya keluarga bisa terasa lebaran lagi. Terima kasih donatur Dompet Dhuafa semoga kita sehat selalu,” ucap Pak Sukiman pada tim Dompet Dhuafa, ditemuinya Senin (19/4/2021).
Baca Juga: Yang Merugi di Bulan Ramadhan, Siapa Saja Mereka?
Bulan Ramadhan merupakan waktu yang tepat berbagi kebahagiaan dengan cara berzakat dan bersedekah, termasuk dengan memberikan hadiah. Hadiah yang diberikan akan memberikan kesan yang berbeda bagi mereka di hari yang mulia.
Suatu pelajaran berharga bertemu dan berbagi kisah dengan salah seorang tangguh seperti Pak Sukiman. Mengingatkan tugas dan sosok tanggung jawab seorang ayah yang berbakti pada keluarganya. Meski raga tak lagi muda, semangatnya bak membara. Mengiringi gerusan perubahan zaman.
''Saya belum mau pensiun, Mas. Nanti saja kalau anak ke-empat saya yang bungsu sudah lulus sekolahnya. Sekarang dia masih SMP,” ungkap Pak Sukiman.
“Tidak nyangka akan dapat bantuan Parcel Lebaran. Senang sekali ya, berasa bahagia banget dapat bingkisan ini. Akhirnya keluarga bisa terasa lebaran lagi. Terima kasih donatur Dompet Dhuafa semoga kita sehat selalu,” ucap Pak Sukiman pada tim Dompet Dhuafa, ditemuinya Senin (19/4/2021).
Baca Juga: Yang Merugi di Bulan Ramadhan, Siapa Saja Mereka?
Bulan Ramadhan merupakan waktu yang tepat berbagi kebahagiaan dengan cara berzakat dan bersedekah, termasuk dengan memberikan hadiah. Hadiah yang diberikan akan memberikan kesan yang berbeda bagi mereka di hari yang mulia.
Suatu pelajaran berharga bertemu dan berbagi kisah dengan salah seorang tangguh seperti Pak Sukiman. Mengingatkan tugas dan sosok tanggung jawab seorang ayah yang berbakti pada keluarganya. Meski raga tak lagi muda, semangatnya bak membara. Mengiringi gerusan perubahan zaman.
''Saya belum mau pensiun, Mas. Nanti saja kalau anak ke-empat saya yang bungsu sudah lulus sekolahnya. Sekarang dia masih SMP,” ungkap Pak Sukiman.
(aww)
Lihat Juga :