10 Kebiasaan Rasulullah Dalam Merayakan Idul Fitri

loading...
10 Kebiasaan Rasulullah Dalam Merayakan Idul Fitri
Sebagai orang yang beriman, kita dianjurkan meniru Nabi shallallahu alaihi wa sallam meskipun kita tidak mengetahui maksud dan hikmah dari perbuatan beliau. Foto/Ilustrasi/Ist
Lebaran sebentar lagi. Hiruk pikuk kesibukan menjelang hari nan fitri ini sudah mulai terasa di tengah masyarakat. Mall-mall dan pasar tradisional ramai pengunjung. Bagi kaum muslimin, lebaran atau Idul Fitri merupakan hari kemenangan, setelah 30 hari menjalankan puasa. Kue, pakaian baru, minyak wangi, adalah sebagian dari simbul hari raya itu.

Merayakan Idul Fitri sudah dicontohkan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam (saw). Merujuk buku How Did the Prophet & His Companions Celebrate Eid?, Rasulullah saw dan umat Islam pertama kali menggelar perayaan hari raya Idul Fitri pada tahun kedua Hijriyah (624 M) atau usai Perang Badar.

Baca juga: UEA Umumkan Salat Idul Fitri Dilaksanakan di Rumah Masing-masing

Dari beberapa riwayat disebutkan bahwa ada beberapa hal yang dilakukan Rasulullah saw untuk menyambut dan merayakan hari Idul Fitri.



1. Takbir.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw mengumandangkan takbir pada malam terakhir Ramadhan hingga pagi hari satu Syawal.

Allah SWT berfirman:

وَلِتُكْمِلُواالْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوااللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ



Artinya: “Dan hendaklah kamu sempurnakan bilangan puasa serta bertakbir (membesarkan) nama Allah atas petunjuk yang telah diberikan-Nya kepadamu, semoga dengan demikian kamu menjadi umat yang bersyukur.” (QS. Al Baqarah : 185)
halaman ke-1 dari 6
cover top ayah
يَمۡحَقُ اللّٰهُ الرِّبٰوا وَيُرۡبِى الصَّدَقٰتِ‌ؕ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ اَثِيۡمٍ
Allah menghapuskan keberkahan riba dan menyuburkan keberkahan sedekah. Allah tidak menyukai orang-orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa.

(QS. Al-Baqarah:276)
cover bottom ayah
preload video