Berwudhu Tapi Make Up Masih Menempel di Wajah, Sahkah?
Jum'at, 30 April 2021 - 17:20 WIB
loading...
Muslimah, sedikit saja bagian wudhu tidak terkena air wudhu, dapat membatalkan seluruh basuhan wudhu, sehingga harus mengulang lagi. Ini menunjukkan pentingnya memastikan semua anggota wudhu terbasahi air wudhu. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Make upatau kosmetik dan perempuan adalah identik. Tidak seperti laki-laki yang bisa bebas pergi tanpa make up saat keluar rumah untuk suatu keperluan formal , seperti menghadiri acara hajatan atau bekerja, mayoritas perempuan ada yang tidak percaya diri tanpa make up.
Make up ini juga terkadang memunculkan persoalan tersendiri bagi muslimah. Ada pertanyaan yang muncul terkait make up dan wudhu, yakni apakah ketika muslimah berwudhu, tapi make up tidak hilang, sahkah wudhunya? Sebab, hakikat wudhu adalah air wudhu mengenai anggota tubuh tanpa terhalang.
Baca juga: Penyebab Orang Berghibah Menurut Imam Al Ghazali
Sebab, membasahi badan yang tergolong anggota wudhu saat berwudhu, adalah kewajiban. Bahkan Rasulullah sampai pernah mengancam :
وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ أَسْبِغُوا الْوُضُوءَ
“Celaka atau lembah wail (di neraka jahanam) bagi para pemilik tumit yang tidak terkena air wudhu. Sempurnakan wudhu kalian!” (HR. Muslim)
Saat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam melihat seorang sholat dengan kondisi ada bagian anggota wudhu yang tidak terbasahi air, Nabi perintahkan orang tersebut mengulang wudhu dan sholatnya. Khalid bin Mi’dan menceritakan kisah ini yang beliau dapat dari sebagian istri-istri Nabi :
Baca juga: Mengkhatamkan Al-Qur'an dan Keutamaannya di Bulan Ramadhan
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم رأى رجلا يصلي وفي ظهر قدمه لمعه قدر الدرهم لم يصبها الماء فأمره رسول الله صلى الله عليه وسلم ” أن يعيد الوضوء “.
”Rasulullah pernah melihat seorang shalat sedangkan di punggung kakinya ada bagian mengkilap karena tidak terbasuh air wudhu, seukuran sekeping dirham. Lalu Nabi menyuruhnya mengulang kembali wudhunya.” (HR. Imam Ahmad dan Abu Dawud)
Make up ini juga terkadang memunculkan persoalan tersendiri bagi muslimah. Ada pertanyaan yang muncul terkait make up dan wudhu, yakni apakah ketika muslimah berwudhu, tapi make up tidak hilang, sahkah wudhunya? Sebab, hakikat wudhu adalah air wudhu mengenai anggota tubuh tanpa terhalang.
Baca juga: Penyebab Orang Berghibah Menurut Imam Al Ghazali
Sebab, membasahi badan yang tergolong anggota wudhu saat berwudhu, adalah kewajiban. Bahkan Rasulullah sampai pernah mengancam :
وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ أَسْبِغُوا الْوُضُوءَ
“Celaka atau lembah wail (di neraka jahanam) bagi para pemilik tumit yang tidak terkena air wudhu. Sempurnakan wudhu kalian!” (HR. Muslim)
Saat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam melihat seorang sholat dengan kondisi ada bagian anggota wudhu yang tidak terbasahi air, Nabi perintahkan orang tersebut mengulang wudhu dan sholatnya. Khalid bin Mi’dan menceritakan kisah ini yang beliau dapat dari sebagian istri-istri Nabi :
Baca juga: Mengkhatamkan Al-Qur'an dan Keutamaannya di Bulan Ramadhan
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم رأى رجلا يصلي وفي ظهر قدمه لمعه قدر الدرهم لم يصبها الماء فأمره رسول الله صلى الله عليه وسلم ” أن يعيد الوضوء “.
”Rasulullah pernah melihat seorang shalat sedangkan di punggung kakinya ada bagian mengkilap karena tidak terbasuh air wudhu, seukuran sekeping dirham. Lalu Nabi menyuruhnya mengulang kembali wudhunya.” (HR. Imam Ahmad dan Abu Dawud)
Lihat Juga :