Abu Ubaidah bin Jarrah (2): Si Ompong Tapi Ganteng Itu Jadi Korban Thoun
Sabtu, 01 Mei 2021 - 04:30 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
ABU Ubaidah bin Jarrah bukanlah sekadar orang kepercayaan Rasulullah SAW semata-mata.Beliau seorang yang berani memikul kepercayaan yang dibebankan kepadanya. Hal itu ditunjukkannya dalam berbagai peristiwa dan tugas yang dipikulkan kepadanya.
Baca juga: Abu Ubaidah bin Jarrah (1): Memenggal Kepala Sang Ayah di Perang Badar
Pada suatu hari Rasulullah SAW mengirim satu pasukan yang terdiri dari para sahabat untuk menghadang kafilah Quraisy. Beliau mengangkat Abu Ubaidah menjadi kepala pasukan, dan membekali mereka hanya dengan sekarung kurma. Tidak lebih dari itu.
Abu ‘Ubaidah membagi-bagikan kepada para prajuritnya sehari sebuah kurma bagi seorang. Mereka mengulum kurma itu seperti menghisap gula-gula. Sesudah itu mereka minum. Hanya begitu mereka makan untuk beberapa hari.
Waktu kaum muslimin kalah dalam perang Uhud, kaum musyrikin sedemikian bernafsu ingin membunuh Rasulullah SAW. Waktu itu, Abu Ubaidah termasuk sepuluh orang yang selalu membentengi Rasulullah. Mereka mempertaruhkan dada mereka ditembus panah kaum musyrikin, demi keselamatan Rasulullah SAW. Ketika pertempuran telah usai, sebuah taring Rasulullah ternyata patah. Kening beliau luka, dan di pipi beliau tertancap dua mata rantai baju besi beliau.
Abu Bakar menghampiri Rasulullah hendak mencabut kedua mata rantai itu dan pipi beliau. Kata Abu ‘Ubaidah, “Biarlah saya yang mencabutnya!” Abu Bakar menyilakan Abu ‘Ubaidah.
Abu Ubaidah khawatir kalau Rasulullah kesakitan bila dicabutnya dengan tangan. Maka digigitnya mata rantai itu kuat-kuat dengan giginya lalu ditariknya. Setelah mata rantai itu tercabut, gigi Abu ‘Ubaidah tanggal satu. Kemudian digigitnya pula mata rantai yang sebuah lagi. Setelah tercabut, gigi Abu ‘Ubaidah tanggal pula sebuah lagi.
Kata Abu Bakar, “Abu ‘Ubaidah orang ompong yang paling cakep.”
Baca juga: Utusan Nabi ke Kisra dan Balasan Allah bagi Penyobek Surat Rasulullah
Abu ‘Ubaidah selalu mengikuti Rasulullah berperang dalam setiap peperangan yang dipimpin beliau, sampai beliau wafat. Dalam musyawarah pemilihan Khalifah yang pertama (Yaumus-saqifah), ‘Umar bin Khattab mengulurkan tangannya kepadà Abu ‘Ubaidah seraya berkata, “Saya memilih Anda dan bersumpah setia dengan Anda. Karena saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya tiap-tiap umat mempunyai orang dipercayai. Orang yang paling dipercaya dan ummat ini adalah Anda (Abu ‘Ubaidah).”
Baca juga: Abu Ubaidah bin Jarrah (1): Memenggal Kepala Sang Ayah di Perang Badar
Pada suatu hari Rasulullah SAW mengirim satu pasukan yang terdiri dari para sahabat untuk menghadang kafilah Quraisy. Beliau mengangkat Abu Ubaidah menjadi kepala pasukan, dan membekali mereka hanya dengan sekarung kurma. Tidak lebih dari itu.
Abu ‘Ubaidah membagi-bagikan kepada para prajuritnya sehari sebuah kurma bagi seorang. Mereka mengulum kurma itu seperti menghisap gula-gula. Sesudah itu mereka minum. Hanya begitu mereka makan untuk beberapa hari.
Waktu kaum muslimin kalah dalam perang Uhud, kaum musyrikin sedemikian bernafsu ingin membunuh Rasulullah SAW. Waktu itu, Abu Ubaidah termasuk sepuluh orang yang selalu membentengi Rasulullah. Mereka mempertaruhkan dada mereka ditembus panah kaum musyrikin, demi keselamatan Rasulullah SAW. Ketika pertempuran telah usai, sebuah taring Rasulullah ternyata patah. Kening beliau luka, dan di pipi beliau tertancap dua mata rantai baju besi beliau.
Abu Bakar menghampiri Rasulullah hendak mencabut kedua mata rantai itu dan pipi beliau. Kata Abu ‘Ubaidah, “Biarlah saya yang mencabutnya!” Abu Bakar menyilakan Abu ‘Ubaidah.
Abu Ubaidah khawatir kalau Rasulullah kesakitan bila dicabutnya dengan tangan. Maka digigitnya mata rantai itu kuat-kuat dengan giginya lalu ditariknya. Setelah mata rantai itu tercabut, gigi Abu ‘Ubaidah tanggal satu. Kemudian digigitnya pula mata rantai yang sebuah lagi. Setelah tercabut, gigi Abu ‘Ubaidah tanggal pula sebuah lagi.
Kata Abu Bakar, “Abu ‘Ubaidah orang ompong yang paling cakep.”
Baca juga: Utusan Nabi ke Kisra dan Balasan Allah bagi Penyobek Surat Rasulullah
Abu ‘Ubaidah selalu mengikuti Rasulullah berperang dalam setiap peperangan yang dipimpin beliau, sampai beliau wafat. Dalam musyawarah pemilihan Khalifah yang pertama (Yaumus-saqifah), ‘Umar bin Khattab mengulurkan tangannya kepadà Abu ‘Ubaidah seraya berkata, “Saya memilih Anda dan bersumpah setia dengan Anda. Karena saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya tiap-tiap umat mempunyai orang dipercayai. Orang yang paling dipercaya dan ummat ini adalah Anda (Abu ‘Ubaidah).”
Lihat Juga :