Ammar bin Yasir: Penghuni Surga yang Sempat Menyangka Dirinya Murtad
Kamis, 06 Mei 2021 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
Rasulullah senantiasa mengunjungi tempat-tempat yang diketahuinya sebagai arena penyiksaan bagi keluarga Yasir. Ketika itu tidak suatu apa pun yang dimilikinya untuk menolak bahaya dan mempertahankan diri. Dan rupanya demikian itu sudah menjadi kehendak Allah.
Rasulullah SAW mengagumi ketabahan dan kepahlawanan keluarga ini. Hanya saja, Rasulullah tak berdaya untuk meringankan penderitaan mereka.
Baca juga: Kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan, Raja Habib Bersyahadat, Abu Jahal Jengkel
Pada suatu hari ketika Rasulullah SAW mengunjungi mereka, Ammar memanggilnya, katanya: "Wahai Rasulullah, azab yang kami derita telah sampai ke puncak".
Maka seru Rasulullah SAW: "Sabarlah, wahai Abai Yaqdhan. Sabarlah, wahai keluarga Yasir. Tempat yang dijanjikan bagi kalian ialah Surga!"
Siksaan yang diami oleh Ammar dilukiskan oleh kawan-kawannya dalam beberapa riwayat.
Berkata Amar bin Hakam: Ammar itu disiksa sampai-sampai ia tak menyadari apa yang diucapkannya"
Berkata pula Ammar bin Maimun: "Orang-orang musyrik membakar Ammar bin Yasir dengan api. Maka Rasulullah SAW lewat di tempatnya lain memegang kepalanya dengan tangan beliau, sambil bersabda:
"Hai api, jadilah kamu sejuk dingin di tubuh Ammar, sebagaimana dulu kamu juga sejuk dingin di tubuh Ibrahim..!"
Bagaimanapun juga, semua bencana itu tidaklah dapat menekan jiwa Ammar, walau telah menekan punggung dan menguras tenaganya. la baru merasa dirinya benar-benar celaka, ketika pada suatu hari tukang-tukang cambuk dan para penderanya menghabiskan segala daya upaya dalam melampiaskan kezaliman dan kekejamannya.
Semenjak hukuman bakar dengan besi panas, sampai disalib di atas pasir panas dengan ditindih batu laksana bara merah, bahkan sampai ditenggelamkan ke dalam air hingga sesak nafasnya dan mengelupas kulitnya yang penuh dengan luka.
Pada hari itu, ketika ia telah tak sadarkan diri lagi karena siksaan yang demikian berat, orang-orang itu mengatakan kepadanya: "Pujalah olehmu tuhan-tuhan kami!" Maka Ammar mengikuti kata-kata pujaan itu, tanpa menyadari apa yang diucapkannya.
Rasulullah SAW mengagumi ketabahan dan kepahlawanan keluarga ini. Hanya saja, Rasulullah tak berdaya untuk meringankan penderitaan mereka.
Baca juga: Kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan, Raja Habib Bersyahadat, Abu Jahal Jengkel
Pada suatu hari ketika Rasulullah SAW mengunjungi mereka, Ammar memanggilnya, katanya: "Wahai Rasulullah, azab yang kami derita telah sampai ke puncak".
Maka seru Rasulullah SAW: "Sabarlah, wahai Abai Yaqdhan. Sabarlah, wahai keluarga Yasir. Tempat yang dijanjikan bagi kalian ialah Surga!"
Siksaan yang diami oleh Ammar dilukiskan oleh kawan-kawannya dalam beberapa riwayat.
Berkata Amar bin Hakam: Ammar itu disiksa sampai-sampai ia tak menyadari apa yang diucapkannya"
Berkata pula Ammar bin Maimun: "Orang-orang musyrik membakar Ammar bin Yasir dengan api. Maka Rasulullah SAW lewat di tempatnya lain memegang kepalanya dengan tangan beliau, sambil bersabda:
"Hai api, jadilah kamu sejuk dingin di tubuh Ammar, sebagaimana dulu kamu juga sejuk dingin di tubuh Ibrahim..!"
Bagaimanapun juga, semua bencana itu tidaklah dapat menekan jiwa Ammar, walau telah menekan punggung dan menguras tenaganya. la baru merasa dirinya benar-benar celaka, ketika pada suatu hari tukang-tukang cambuk dan para penderanya menghabiskan segala daya upaya dalam melampiaskan kezaliman dan kekejamannya.
Semenjak hukuman bakar dengan besi panas, sampai disalib di atas pasir panas dengan ditindih batu laksana bara merah, bahkan sampai ditenggelamkan ke dalam air hingga sesak nafasnya dan mengelupas kulitnya yang penuh dengan luka.
Pada hari itu, ketika ia telah tak sadarkan diri lagi karena siksaan yang demikian berat, orang-orang itu mengatakan kepadanya: "Pujalah olehmu tuhan-tuhan kami!" Maka Ammar mengikuti kata-kata pujaan itu, tanpa menyadari apa yang diucapkannya.
Lihat Juga :