Dosen UIN Sultan Hasanudin: Penting Belajar Islam Secara Metodologis dan Bersanad

Jum'at, 07 Mei 2021 - 14:18 WIB
loading...
Dosen UIN Sultan Hasanudin:...
Dr Muhammad Sofin Sugito, dalam acara Inspirasi Sahur: Islam dan Kebangsaan yang ditayangkan di akun youtube BKNP PDIP, Jumat dini hari (7/5). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Problematika yang kita hadapi saat ini adalah banyaknya orang yang semangat sekali belajar agama tetapi mereka kemudian menggunakan penafsirannya sendiri dalam mengambil kesimpulan-kesimpulan hukum yang terkadang justru bertentangan dengan kaidah-kaidah agama. Kini juga muncul kecenderungan generasi muda di negeri ini belajar agama Islam secara otodidak akan tetapi tidak memperhatikan metodologi-metodologi dalam beragama.

Hal tersebut diulas apik oleh Dr. Muhammad Sofin Sugito, MA., dalam acara Inspirasi Sahur: Islam dan Kebangsaan yang ditayangkan di akun youtube BKNP PDI Perjuangan , Jumat dini hari (7/5). Pendakwah yang juga merupakan Dosen UIN Sultan Hasanudin Serang Banten tersebut menuturkan bahwa, di dalam Islam, agama Islam atau keberagamaan itu seyogyanya didasarkan dengan ilmu. Allah SWT sangat menekankan hal tersebut dengan firmannya yakni, jangan sekali-kali engkau berpendapat dan memberi keputusan tanpa dasar ilmu.

Baca juga: Ulama NU Ini Ingatkan Para Dai Belajar Cara Dakwah Islam dari Sunan Ampel

“Berpendapat atau melakukan tafsir itu memiliki resiko karena nantinya hal tersebut akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Hal tersebut tidak dapat dilakukan tanpa dasar ilmu pengetahuan dengan menjadikan Rasullullah SAW, sebagai mercusuar atau cahaya dalam mendapatkan ilmu pengetahuan. Rasullullah SAW, memiliki murid, ia mewariskan ilmunya kepada muridnya tersebut, kemudian turun hingga ke para ulama,” kataMuhammad Sofin Sugito dalam keterangan pers, Jumat (7/5/2021).

Pengajar Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences menyampaikan bahwa dari ulama, seringkali muncul kaidah-kaidah yang disebut sebagai metodologi agar lebih mudah dipahami dan dapat dipertanggunghawabkan kepada Allah SWT dengan baik.

“Dalam hadis Nabi dinyatakan bahwa Allah yang menghendaki seseorang hamba dengan kebaikan maka ia akan dipintarkan dalam majelis ilmu. Ilmu itu tidak bisa diperoleh kecuali harus belajar dengan guru untuk memperoleh pemahaman tentang. Karena manusia tentu tidak mungkin mempelajari sesuatu dari hal yang kosong, akan tetapi harus dari sumber informasi yakni guru,” ujarnya.

Baca juga: KH Ahmad Baso: Nasionalisme Merupakah Strategi Jitu Walisongo Merangkul Semua Kalangan

Ia menambahkan bahwa pentingnya bersanad atau berguru salah satunya adalah untuk memverifikasi informasi. Bahkan seorang Presiden Soekarno pun kala itu juga memiliki sanad keilmuan Islam yang jelas dari H.O.S. Cokroaminoto yang pernah berguru dengan Ki Ageng Muhammad Besari dan jika dirunut ke atas merupakan murid Ki Ageng Donopuro yang juga merupakan murid Panembahan Senopati dan seterusnya. Bahkan dulu Bung Karno setiap ingin mengambil keputusan penting negara juga memohon saran Kiai Hasyim Asy’ari. Namun hal tersebut yakni terkait dengan sanad keilmuan nampak kurang familiar pada generasi muda saat ini.

“Untuk mendalami makna filosofis dan hikmah dalam beribadah dan beragama, wajib hukumnya memiliki guru. Orang yang memiliki transfer misi keguruan itu adalah bagian dari mengokohkan ilmu agama. Kalau tidak ada transfer ilmu pengatahuan maka orang akan semaunya dalam berbicara agama,” tuturnya.

“Seperti belajar agama melalui Youtube, itu sangat dimungkinkan hanya mengetahui dasarnya saja karena terbatas dengan waktu, tema dan lain sebagainya. Keterbatasan ini sangat memungkinkan bagi yang mendengarkan akan salah paham atau paham sedikit kemudian langsung diamalkan, itu sangat berbahaya, karena sejatinya pendalaman perlu dilakukan dengan mulazamah atau bertatapmuka dengan guru,” kata Sofin Sugito.

“Mencari guru yang benar rekam jejaknya dan alur bergurunya jelas hingga dahulu belajar di pondok mana, hukumnya sah dalam Islam. Kalau belajar ilmu agama secara instan maka dipastikan seseorang akan tergelincir dan tidak mendapatkan apa-apa. Oleh karena itu maka harus bersabar untuk mengikuti prosesi yang lama dalam belajar ilmu agama dengan baik dan pada akhirnya seseorang akan dapatkan semuanya,” jelasnya.

“Boleh sebenarnya belajar agama melalui Youtube akan tetapi hal tersebut hanya belajar dasarnya saja, bukan inti, sehingga ketika ingin mendalami ilmu agama tetap harus bertemu gurumu dan pegang metodologinya, karena sesungguhnya apa yang kemudian engkau pelajari ini adalah agama, maka lihat dari siapakah engkau belajar agamamu itu,” pungkas Sofin Sugito.

Acara Inspirasi Sahur: Islam dan Kebangsaan ini tayang setiap hari selama bulan Ramadhan. Premiere setiap pukul 03.00 WIB di akun Youtube BKNP PDI Perjuangan. Inspirasi Sahur akan selalu menemani santap sahur anda sembari menimba ilmu dan pencerahan dari narasumber tokoh-tokoh Islam yang terkemuka di Indonesia.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
7 Amalan Prioritas di...
7 Amalan Prioritas di Bulan Ramadan, Pahalanya Berlipat-lipat
10 Cara Memuliakan Orang...
10 Cara Memuliakan Orang Tua, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Jenis Perceraian yang...
Jenis Perceraian yang Diharamkan dalam Islam
11 Kaidah Islam yang...
11 Kaidah Islam yang Bisa Mempersempit Perceraian
Bagaimana Hukum Transfusi...
Bagaimana Hukum Transfusi Darah dari Non Muslim? Begini Penjelasannya
Bagaimana Hukum Menyantuni...
Bagaimana Hukum Menyantuni Anak Yatim Nonmuslim?
Rekomendasi
Indonesia Ternyata Punya...
Indonesia Ternyata Punya Laut Mati seperti di Mediterania
Siapakah Penemu Kode...
Siapakah Penemu Kode Morse dan Alat Telegraf? Ini Jawabannya
Lautan Besar Ditemukan...
Lautan Besar Ditemukan Tersembunyi di Bawah Kerak Bumi
Artikel Terkini
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
6 Keistimewaan Masjidil...
6 Keistimewaan Masjidil Haram yang Jarang Diketahui Jemaah Haji
Menjaga Kemabruran Haji:...
Menjaga Kemabruran Haji: Inilah Amalan setelah Pulang dari Tanah Suci
Infografis
6 Fenomena Bulan Langka...
6 Fenomena Bulan Langka yang Menarik untuk Diamati dan Dinikmati
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved