Sebelum Wafat, Nabi Adam Sempat Hidup Bersama 40.000 Orang Keturunannya
Senin, 10 Mei 2021 - 17:27 WIB
loading...
A
A
A
Sama seperti disebutkan pada firman Allah, “Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)". ( QS Al Mukminun: 12-13 ).
Juga firman Allah, “Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan.” ( QS Al Mulk: 5 ).
Seperti diketahui bahwa kata “rujum lisy syayatin” bukanlah salah satu benda yang menghiasi langit, namun itu dimasukkan ke dalamnya karena keberadaannya di atas langit.
Adapun mengenai sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Abdus Shamad, dari Umar bin Ibrahim, dari Qatadah, dari Hasan, dari Samurah, dari Nabi SAW , beliau bersabda, “Ketika Hawa melahirkan seorang anak, iblis menghampirinya, dan sebelum itu tidak ada seorang anak pun yang hidup setelah dilahirkan oleh Hawa. Kemudian iblis berkata kepada Hawa, “Namailah ia dengan Abdul Harits maka ia akan hidup. Dan Hawa pun menurutinya dan menamai anaknya Abdul Harits. Ternyata benar, anak itu memang hidup. Itu adalah salah satu perintah dan bisikan dari setan.”
Baca juga: Setelah Diusir dari Surga, Nabi Adam dan Siti Hawa Berbuat Syirik?
Hadis ini juga diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Mardawaih dalam kitab tafsir mereka ketika membahas tentang ayat di atas tadi”. Dan diriwayatkan pula oleh Hakim dalam Kitab Mustadrak-nya. Mereka semua meriwayatkan hadis tersebut melalui Abdus Shamad bin Abdul Warits.
Hakim berkata, “hadis ini memiliki sanad yang sahih namun tidak dimasukkan dalam kitab hadis shahih oleh Bukhari dan Muslim.
Sedang Tirmidzi berkata, “Hadis ini termasuk hadis hasan gharib, kami tidak menemui riwayat lain secara marfiu' kecuali melalui Umar bin Ibrahim, sedangkan riwayat dari Abdus Shamad malah tidak masuk dalam hadits marfu””
Ini adalah noda yang sangat buruk dalam periwayatan hadis tatkala diriwayatkan secara mauquf atas nama seorang sahabat, dan itu yang paling tinggi tingkatannya, karena yang sebenarnya hadis itu diambil dari israiliyat (hadis yang dibuat buat/palsu).
Ibnu Kasir menjelaskan disebutkan di atas bahwa hadis itu diriwayatkan secara mauquf atas nama Ibnu Abbas, namun yang sebenarnya adalah diambil dari kalimat Ka'ab Al Ahbar dan yang lainnya.
Juga firman Allah, “Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan.” ( QS Al Mulk: 5 ).
Seperti diketahui bahwa kata “rujum lisy syayatin” bukanlah salah satu benda yang menghiasi langit, namun itu dimasukkan ke dalamnya karena keberadaannya di atas langit.
Adapun mengenai sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Abdus Shamad, dari Umar bin Ibrahim, dari Qatadah, dari Hasan, dari Samurah, dari Nabi SAW , beliau bersabda, “Ketika Hawa melahirkan seorang anak, iblis menghampirinya, dan sebelum itu tidak ada seorang anak pun yang hidup setelah dilahirkan oleh Hawa. Kemudian iblis berkata kepada Hawa, “Namailah ia dengan Abdul Harits maka ia akan hidup. Dan Hawa pun menurutinya dan menamai anaknya Abdul Harits. Ternyata benar, anak itu memang hidup. Itu adalah salah satu perintah dan bisikan dari setan.”
Baca juga: Setelah Diusir dari Surga, Nabi Adam dan Siti Hawa Berbuat Syirik?
Hadis ini juga diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Mardawaih dalam kitab tafsir mereka ketika membahas tentang ayat di atas tadi”. Dan diriwayatkan pula oleh Hakim dalam Kitab Mustadrak-nya. Mereka semua meriwayatkan hadis tersebut melalui Abdus Shamad bin Abdul Warits.
Hakim berkata, “hadis ini memiliki sanad yang sahih namun tidak dimasukkan dalam kitab hadis shahih oleh Bukhari dan Muslim.
Sedang Tirmidzi berkata, “Hadis ini termasuk hadis hasan gharib, kami tidak menemui riwayat lain secara marfiu' kecuali melalui Umar bin Ibrahim, sedangkan riwayat dari Abdus Shamad malah tidak masuk dalam hadits marfu””
Ini adalah noda yang sangat buruk dalam periwayatan hadis tatkala diriwayatkan secara mauquf atas nama seorang sahabat, dan itu yang paling tinggi tingkatannya, karena yang sebenarnya hadis itu diambil dari israiliyat (hadis yang dibuat buat/palsu).
Ibnu Kasir menjelaskan disebutkan di atas bahwa hadis itu diriwayatkan secara mauquf atas nama Ibnu Abbas, namun yang sebenarnya adalah diambil dari kalimat Ka'ab Al Ahbar dan yang lainnya.
Lihat Juga :