Kisah Inspirasi Perjuangan Dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain (2)
Kamis, 13 Mei 2021 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Namun, berbeda dengan Tengku Zul yang selalu siap siaga meng-counter. Bahkan beliau siap beradu argumen dan berdebat ilmiah terhadap orang-orang yang tidak suka atas pesan dakwah atau kritikannya atas ketidakadilan yang terjadi.
Tengku Zul akan segera angkat bicara dan merespon apa pun yang berkenaan dengan fenomena atau kejadian yang dinilainya bertentangan dengan nilai-nilai prinsip keislaman atau ketidakadilan.
Saya tidak membayangkan betapa kuatnya Tengku Zul menghadapi serangan kecaman, hinaan, bullyan hingga fitnahan, bahkan hampir setiap hari harus berdebat dan didebat oleh orang-orang bodoh yang dengan mudahnya melontarkan umpatan cacian, dan hinaan dalam sepak terjang dakwahnya.
Sebagai contoh, ketika ada saja netizen yang mendebatnya dengan menyatakan bahwa minuman keras itu halal atau babi itu sebenarnya tidak haram atau apa pun statement yang berupaya menghinakan syariat Islam, ada satu ungkapan khas Tengku Zul yang paling saya ingat ada yang seperti ini:
"Ingin sekali kumaki-maki kau, andai saja agama saya tidak melarangnya!"
Itulah ungkapan emosional Tengku Zul menahan kesabarannya secara manusiawi sekaligus bentuk kemarahan beliau manakala syariat Islam diolok-olok atau dihinakan oleh orang-orang liberal atau sekuler.
Begitulah bentuk hujjah dan pembelaan dakwah beliau yang semoga menjadi saksi kelak di akhirat bahwa selama hidupnya Tengku Zul adalah orang yang berjuang dan berdakwah membela Islam dengan caranya sendiri.
Kini Tengku Zul tenang di sana. Menantikan perjumpaan yang indah dengan Rabbnya. Semoga Allah membalas perjuangannya. Semoga Allah lapangkan kuburnya dan Allah terima amal dakwah perjuangannya. Aamin Ya Rabb 'Alamiin.
Baca Juga: Kisah Inspirasi Perjuangan Dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain (1)
Tengku Zul akan segera angkat bicara dan merespon apa pun yang berkenaan dengan fenomena atau kejadian yang dinilainya bertentangan dengan nilai-nilai prinsip keislaman atau ketidakadilan.
Saya tidak membayangkan betapa kuatnya Tengku Zul menghadapi serangan kecaman, hinaan, bullyan hingga fitnahan, bahkan hampir setiap hari harus berdebat dan didebat oleh orang-orang bodoh yang dengan mudahnya melontarkan umpatan cacian, dan hinaan dalam sepak terjang dakwahnya.
Sebagai contoh, ketika ada saja netizen yang mendebatnya dengan menyatakan bahwa minuman keras itu halal atau babi itu sebenarnya tidak haram atau apa pun statement yang berupaya menghinakan syariat Islam, ada satu ungkapan khas Tengku Zul yang paling saya ingat ada yang seperti ini:
"Ingin sekali kumaki-maki kau, andai saja agama saya tidak melarangnya!"
Itulah ungkapan emosional Tengku Zul menahan kesabarannya secara manusiawi sekaligus bentuk kemarahan beliau manakala syariat Islam diolok-olok atau dihinakan oleh orang-orang liberal atau sekuler.
Begitulah bentuk hujjah dan pembelaan dakwah beliau yang semoga menjadi saksi kelak di akhirat bahwa selama hidupnya Tengku Zul adalah orang yang berjuang dan berdakwah membela Islam dengan caranya sendiri.
Kini Tengku Zul tenang di sana. Menantikan perjumpaan yang indah dengan Rabbnya. Semoga Allah membalas perjuangannya. Semoga Allah lapangkan kuburnya dan Allah terima amal dakwah perjuangannya. Aamin Ya Rabb 'Alamiin.
Baca Juga: Kisah Inspirasi Perjuangan Dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain (1)
(rhs)
Lihat Juga :