Berwisata dan Ketakwaan
Minggu, 23 Mei 2021 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
1. Tujuan mulia untuk beribadah.
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya wisatanya umatku adalah berjihad di jalan Allah.” (HR Abu Daud, dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Abu Daud dan dikuatkan sanadnya oleh Al-Iraqi dalam kitab Takhrij Ihya Ulumuddin).
Baca juga: Kemendikbudristek-LPDP Kucurkan Beasiswa Pendidikan Vokasi, Ini Syaratnya
Rasulullah mengaitkan wisata dengan tujuan yang agung dan mulia, yaitu untuk berjihad sebagai bagian dari beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
2. Tujuan mulia untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan.
Pada permulaan Islam, telah ada perjalanan sangat agung dengan tujuan mencari ilmu dan menyebarkannya. Sampai Al-Khatib al-Baghdady menulis kitab yang terkenal Ar-Rihlah Fi Thalabil Hadits, di dalamnya beliau mengumpulkan kisah orang yang melakukan perjalanan hanya untuk mendapatkan dan mencari satu hadis saja. Maka, kita pun bisa berwisata dengan tujuan untuk menuntut ilmu.
3. Tujuan wisata untuk berdakwah, menyampaikan kebenaran Islam
Itulah tugas para Nabi dan Rasul, dan dilanjutkan para sahabatnya yang telah menyebar ke berbagai penjuru dunia untuk mengajarkan Islam kepada manusia. Maka, tugas itu pun dilanjutkan oleh umat-umat setelahnya.
Baca juga: Dalam Satu Jam Ratusan Kendaraan asal Jakarta Diputar Balik di Puncak
4. Tujuan wisata untuk tadabbur alam, merenungkan keindahan alam ciptaan Allah SWT
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya wisatanya umatku adalah berjihad di jalan Allah.” (HR Abu Daud, dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Abu Daud dan dikuatkan sanadnya oleh Al-Iraqi dalam kitab Takhrij Ihya Ulumuddin).
Baca juga: Kemendikbudristek-LPDP Kucurkan Beasiswa Pendidikan Vokasi, Ini Syaratnya
Rasulullah mengaitkan wisata dengan tujuan yang agung dan mulia, yaitu untuk berjihad sebagai bagian dari beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
2. Tujuan mulia untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan.
Pada permulaan Islam, telah ada perjalanan sangat agung dengan tujuan mencari ilmu dan menyebarkannya. Sampai Al-Khatib al-Baghdady menulis kitab yang terkenal Ar-Rihlah Fi Thalabil Hadits, di dalamnya beliau mengumpulkan kisah orang yang melakukan perjalanan hanya untuk mendapatkan dan mencari satu hadis saja. Maka, kita pun bisa berwisata dengan tujuan untuk menuntut ilmu.
3. Tujuan wisata untuk berdakwah, menyampaikan kebenaran Islam
Itulah tugas para Nabi dan Rasul, dan dilanjutkan para sahabatnya yang telah menyebar ke berbagai penjuru dunia untuk mengajarkan Islam kepada manusia. Maka, tugas itu pun dilanjutkan oleh umat-umat setelahnya.
Baca juga: Dalam Satu Jam Ratusan Kendaraan asal Jakarta Diputar Balik di Puncak
4. Tujuan wisata untuk tadabbur alam, merenungkan keindahan alam ciptaan Allah SWT
Lihat Juga :