Kisah Ajaib Syekh Abdul Qadir Jilani Diludahi Nabi
Selasa, 01 Juni 2021 - 13:53 WIB
loading...
A
A
A
Abdul Qadir, saya menjaga tata krama dengan Nabi. Nabi meludahi tujuh kali masak saya meludahi tujuh kali? Orang yang salah paham nanti mengira saya menyamai Nabi. Saya khawatir ada anggapan seperti itu. Makanya saya meludahi enam kali.’
"Inilah etika dan ketinggian adab. Oleh karena itu para santri, para murid jangan punya niat menyamai guru. Walaupun praktiknya sama, jangan niat menyamai, niatlah mencontoh! Nanti barokahnya hilang," kata KH Achmad Chalwani.
Dalam manaqib dijelaskan:
وَيَصْدُرُ عَنْ صَدْرِهِ عُلُوْمٌ اِلَهِيَةٌ وَحِكْمَهٌ رَبَانِيَةٌ
Setelah Sayyidina Ali pergi, Syekh Abdul Qadir mengajar dengan lancar. Ribuan ilmu keluar dari hatinya. Orang yang datang mengular hingga tujuh kilometer atau lebih dari puluhan ribu pada saat itu. Orang yang duduk di paling belakang bisa mendengarkan langsung suara Syekh Abdur Qodir sama kerasnya seperti yang duduk di depan padahal belum ada pengeras suara.
Dalam manaqib juga dijelaskan:
وَلَمْ يَكُنْ هُنَاكَ مكَبِّرٌ صَوْتٍ
"Di sana belum ada pengeras suara." Itulah karomah Syekh Abdul Qodir Jilani.
Baca Juga: Kisah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Mimpi Sosok yang Mengaku Tuhan
"Inilah etika dan ketinggian adab. Oleh karena itu para santri, para murid jangan punya niat menyamai guru. Walaupun praktiknya sama, jangan niat menyamai, niatlah mencontoh! Nanti barokahnya hilang," kata KH Achmad Chalwani.
Dalam manaqib dijelaskan:
وَيَصْدُرُ عَنْ صَدْرِهِ عُلُوْمٌ اِلَهِيَةٌ وَحِكْمَهٌ رَبَانِيَةٌ
Setelah Sayyidina Ali pergi, Syekh Abdul Qadir mengajar dengan lancar. Ribuan ilmu keluar dari hatinya. Orang yang datang mengular hingga tujuh kilometer atau lebih dari puluhan ribu pada saat itu. Orang yang duduk di paling belakang bisa mendengarkan langsung suara Syekh Abdur Qodir sama kerasnya seperti yang duduk di depan padahal belum ada pengeras suara.
Dalam manaqib juga dijelaskan:
وَلَمْ يَكُنْ هُنَاكَ مكَبِّرٌ صَوْتٍ
"Di sana belum ada pengeras suara." Itulah karomah Syekh Abdul Qodir Jilani.
Baca Juga: Kisah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Mimpi Sosok yang Mengaku Tuhan
(rhs)
Lihat Juga :