Beribadah 500 Tahun Tapi Diseret ke Neraka, Ini Penyebabnya
Jum'at, 11 Juni 2021 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
Maka Allah berfirman: "Kembalikanlah dia". Kemudian dia ditempatkan di hadapan Allah, lalu Allah berfirman: "Hamba-Ku, siapa yang telah menciptakanmu dan engkau itu bukan siapa-siapa". Maka hamba itu menjawab: "Engkau ya Rabb".
Kemudian Allah berkata: "Apakah semua itu berkat amal-amalmu atau dengan belas kasih sayang-Ku?" Maka hamba itu berkata: "Dengan rahmat belas kasih-Mu Ya Rabb". Lalu Allah berkata: "Siapa yang memberikan kekuatan padamu untuk beribadah selama 500 tahun?" Hamba itu berkata: "Engakau ya Rabb".
Kemudian Allah berkata lagi: "Siapa yang menetapkan engkau pada gunung yang dikelilingi lautan, yang mengeluarkan mata air segar dari air lautan yang rasanya asin, dan yang mengeluarkan sebutir delima di setiap sorenya. Dan sesungguhnya kamu keluar pada satu tahun sekali, dan kamu meminta kepada-Ku agar Aku mencabut ruhmu dalam keadaan sujud maka aku kabulkan itu untukmu. Siapa yang melakukan itu semua?"
Maka hamba itu berkata: "Engkau ya Rabb". Dan Allah berkata: "Maka semua itu berkat rahmat kasih sayang-Ku. Engkau dimasukkan ke dalam Surga dengan rahmat-Ku".
Berkata Malaikat Jibril: "Sesungguhnya segala sesuatu itu sebab rahmat belas kasih sayang Allah".
Demikian kisah hamba yang beribadah 500 tahun diceritakan oleh Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW sebagai pelajaran berharga untuk kita. Al-Habib Jindan memberi nasihat yang indah. "Wahai saudaraku ! kenapa engkau tidak mengharapkan pengampunan dari Allah Yang Maha pengasih? Bagaimana engkau tidak menginginkan kasih sayang-Nya?
Dalam hadis sahih diriwayatkan sesungguhnya Allah sangat sayang terhadap hamba-Nya itu dari pada kasang ibu kepada anaknya. "Wahai orang yang berdosa, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Berapa banyak Allah membebaskan dari api neraka terhadap hamba-Nya seperti kisah di atas, maka berperasangka baiklah kepada Tuhanmu dan bertaubatlah kepadanya. Sesungguhnya seorang hamba tidak jauh kepada Allah terkecuali orang yang celaka."
Berkata para penyair: "Apabila tidak ada orang yang berharap kepada Engkau terkecuali yang taat. Lalu kepada siapa orang yang berlumuram dosa untuk berharap."
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لَنْ يُنَجِّيَ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِرَحْمَةٍ
Kemudian Allah berkata: "Apakah semua itu berkat amal-amalmu atau dengan belas kasih sayang-Ku?" Maka hamba itu berkata: "Dengan rahmat belas kasih-Mu Ya Rabb". Lalu Allah berkata: "Siapa yang memberikan kekuatan padamu untuk beribadah selama 500 tahun?" Hamba itu berkata: "Engakau ya Rabb".
Kemudian Allah berkata lagi: "Siapa yang menetapkan engkau pada gunung yang dikelilingi lautan, yang mengeluarkan mata air segar dari air lautan yang rasanya asin, dan yang mengeluarkan sebutir delima di setiap sorenya. Dan sesungguhnya kamu keluar pada satu tahun sekali, dan kamu meminta kepada-Ku agar Aku mencabut ruhmu dalam keadaan sujud maka aku kabulkan itu untukmu. Siapa yang melakukan itu semua?"
Maka hamba itu berkata: "Engkau ya Rabb". Dan Allah berkata: "Maka semua itu berkat rahmat kasih sayang-Ku. Engkau dimasukkan ke dalam Surga dengan rahmat-Ku".
Berkata Malaikat Jibril: "Sesungguhnya segala sesuatu itu sebab rahmat belas kasih sayang Allah".
Demikian kisah hamba yang beribadah 500 tahun diceritakan oleh Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW sebagai pelajaran berharga untuk kita. Al-Habib Jindan memberi nasihat yang indah. "Wahai saudaraku ! kenapa engkau tidak mengharapkan pengampunan dari Allah Yang Maha pengasih? Bagaimana engkau tidak menginginkan kasih sayang-Nya?
Dalam hadis sahih diriwayatkan sesungguhnya Allah sangat sayang terhadap hamba-Nya itu dari pada kasang ibu kepada anaknya. "Wahai orang yang berdosa, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Berapa banyak Allah membebaskan dari api neraka terhadap hamba-Nya seperti kisah di atas, maka berperasangka baiklah kepada Tuhanmu dan bertaubatlah kepadanya. Sesungguhnya seorang hamba tidak jauh kepada Allah terkecuali orang yang celaka."
Berkata para penyair: "Apabila tidak ada orang yang berharap kepada Engkau terkecuali yang taat. Lalu kepada siapa orang yang berlumuram dosa untuk berharap."
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لَنْ يُنَجِّيَ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِرَحْمَةٍ
Lihat Juga :