Mungkinlah Mencari Teman Tanpa Aib?

loading...
Mungkinlah Mencari Teman Tanpa Aib?
Memuliakan orang lain karena menganggap orang lain lebih baik serta ia tidak mudah meremehkan orang lain. Sikap ini akan memudahkan ia berinteraksi dan melahirkan ahklak yang mulia. Foto ilustrasi/ist
Mungkinkah kita mencari teman tanpa aib ? Lalu bagaimana dengan kita sendiri, adakah aib yang kita punya? Mungkinkah pula orang lain mencari teman seperti kita mau tersebut? Al Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata, 'Barang siapa yang mencari teman yang tidak memiliki aib, sungguh ia akan hidup sendiri tanpa teman," (Sya'bul Iman no 7887)

Baca juga: Bolehkah Membaca Al-Qur'an Tanpa Mengetahui Artinya?

Karena itu, jika semua orang salah di mata, berarti ada yang harus diperbaiki di dalam hati. Kenapa? karena sifat ini membuatnya tidak akan mempunyai teman dan tidak akan merasakan nikmatnya persahabatan . Lantas apa yang harus kita sikapi dengan aib ini?

Menurut al-Fairuz Abadzi dalam Al-Qamus al-Muhith, secara bahasa, aib العيب)) dapat didefinisikan sebagai cacat atau kekurangan . Bentuk jama’nya adalah uyub. Adapun sesuatu yang memiliki aib, dalam bahasa arab disebut ma’ib.

Dalam Kitab ­ad-Dur al-Mukhtar, Al-Hasfaki menyampaikan bahwa sebagian ulama mazhab Hanafi menjelaskan aib dengan pengertian: “Suatu bagian yang tidak ada dari asal penciptaanya dan hal itu dianggap sebagai bentuk kekurangan”

Baca juga: Membersihkan Diri dan Berpakaian Terbaik, Sunnah Jumat yang Sayang Dilewatkan Bagi Kaum Muslimah

Maka aib dapat diartikan sebuah cela atau kondisi seseorang dilihat dari sisi keburukannya, atau hal yang tidak baik tentangnya. Aib dapat berupa peristiwa, keadaan, atau suatu deskripsi.

Kembali ke hal mungkinkah kita mencari teman tanpa aib ini? Ustadz Raehanul Bahraen, aktivis dakwah asal Yogyakarta ini menjelaskan, kita hendaknya memperbaiki dan mengkritik diri sendiri. Karena memperbaiki dan mengkritik orang lain itu tidak perlu belajar.

Soal aib, coba gunakan cermin untuk melihat kekurangan diri. Jerawat kecil di wajah kita sangat diperhatikan. Jangan gunakan teropong untuk melihat kesalahan kecil orang lain.

Baca juga: Masuk Surga Sambil Tertawa
halaman ke-1
cover top ayah
فَلَمَّا نَسُوۡا مَا ذُكِّرُوۡا بِهٖ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ اَبۡوَابَ كُلِّ شَىۡءٍ ؕ حَتّٰٓى اِذَا فَرِحُوۡا بِمَاۤ اُوۡتُوۡۤا اَخَذۡنٰهُمۡ بَغۡتَةً فَاِذَا هُمۡ مُّبۡلِسُوۡنَ
Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami membukakan semua pintu kesenangan duniawi untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan pemberian itu, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.

(QS. Al-An’am:44)
cover bottom ayah
preload video