Mungkinlah Mencari Teman Tanpa Aib?
Sabtu, 12 Juni 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Perhatikan perkataan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
يبصر أحدكم القذاة في أعين أخيه، وينسى الجذل- أو الجذع – في عين نفسه
“Salah seorang dari kalian dapat melihat kotoran kecil di mata saudaranya tetapi dia lupa akan kayu besar yang ada di matanya.” (Adabul Mufrad no. 592, shahih)
Jika semua orang salah di mata. Berarti ada yang perlu diperbaiki pada hati. Karena sifat ini membuatnya tidak akan punya teman dan tidak akan merasakan nikmatnya persahabatan.
Baca juga: MUI Sebut Nilai PPN Sembako Akan Timbulkan Kemudaratan
Menurut Ustadz Raehanul bahraen dalam laman dakwah onlinenya ini menyebutkan, seseorang tidak boleh sudah merasa baik. Karena kalau sudah merasa baik, sulit untuk diperbaiki dan memperbaiki. "Inilah hakikat dari tawaadhu’. Selalu merasa diri belum baik dan merasa orang lain lebih baik dari dirinya,"paparnya.
Abdullah Al Muzani rahimahullah berkata,
إن عرض لك إبليس بأن لك فضلاً على أحد من أهل الإسلام فانظر، فإن كان أكبر منك فقل قد سبقني هذا بالإيمان والعمل الصالح فهو خير مني، وإن كان أصغر منك فقل قد سبقت هذا بالمعاصي والذنوب واستوجبت العقوبة فهو خير مني، فإنك لا ترى أحداً من أهل الإسلام إلا أكبر منك أو أصغر منك.
“Jika iblis memberikan was-was kepadamu bahwa engkau lebih mulia dari muslim lainnya, maka perhatikanlah.
Jika ada orang lain yang lebih tua darimu, maka seharusnya engkau katakan, “Orang tersebut telah lebih dahulu beriman dan beramal sholih dariku, maka ia lebih baik dariku.”
Baca juga: Gawat! Sri Mulyani Bilang Dampak Perubahan Iklim Lebih Dahsyat dari Covid-19
يبصر أحدكم القذاة في أعين أخيه، وينسى الجذل- أو الجذع – في عين نفسه
“Salah seorang dari kalian dapat melihat kotoran kecil di mata saudaranya tetapi dia lupa akan kayu besar yang ada di matanya.” (Adabul Mufrad no. 592, shahih)
Jika semua orang salah di mata. Berarti ada yang perlu diperbaiki pada hati. Karena sifat ini membuatnya tidak akan punya teman dan tidak akan merasakan nikmatnya persahabatan.
Baca juga: MUI Sebut Nilai PPN Sembako Akan Timbulkan Kemudaratan
Menurut Ustadz Raehanul bahraen dalam laman dakwah onlinenya ini menyebutkan, seseorang tidak boleh sudah merasa baik. Karena kalau sudah merasa baik, sulit untuk diperbaiki dan memperbaiki. "Inilah hakikat dari tawaadhu’. Selalu merasa diri belum baik dan merasa orang lain lebih baik dari dirinya,"paparnya.
Abdullah Al Muzani rahimahullah berkata,
إن عرض لك إبليس بأن لك فضلاً على أحد من أهل الإسلام فانظر، فإن كان أكبر منك فقل قد سبقني هذا بالإيمان والعمل الصالح فهو خير مني، وإن كان أصغر منك فقل قد سبقت هذا بالمعاصي والذنوب واستوجبت العقوبة فهو خير مني، فإنك لا ترى أحداً من أهل الإسلام إلا أكبر منك أو أصغر منك.
“Jika iblis memberikan was-was kepadamu bahwa engkau lebih mulia dari muslim lainnya, maka perhatikanlah.
Jika ada orang lain yang lebih tua darimu, maka seharusnya engkau katakan, “Orang tersebut telah lebih dahulu beriman dan beramal sholih dariku, maka ia lebih baik dariku.”
Baca juga: Gawat! Sri Mulyani Bilang Dampak Perubahan Iklim Lebih Dahsyat dari Covid-19
Lihat Juga :