Selamat Datang Dzulqa'dah, Bulan Larangan Berbuat Aniaya
Sabtu, 12 Juni 2021 - 12:02 WIB
loading...
A
A
A
Kisah Nabi Musa
Di antara keistimewaan lain dari bulan Dzulqa'dah, bahwa Allah berjanji kepada Nabi Musa 'alahissalam untuk berbicara dengannya selama 30 malam di bulan Dzulqa’dah, ditambah sepuluh malam di awal bulan Dzulhijjah berdasarkan pendapat mayoritas para ahli tafsir. (Tafsir Ibni Katsir II/244). Sebagaimana firman Allah berikut:
"Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Rabbnya empatpuluh malam. Dan berkatalah Musa kepada saudaranya yaitu Harun: 'Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan." (QS. Al-A'raaf: 142)
Allah Ta'ala mengingatkan Bani Israil akan apa yang telah mereka peroleh, yaitu hidayah, berupa firman-Nya langsung kepada Musa dan pemberian Taurat oleh-Nya, yang di dalamnya terdapat beberapa ketentuan dan keterangan mengenai hukum bagi mereka.
Dia telah menjanjikan kepada Musa tiga puluh malam. Para ahli tafsir mengatakan, Musa berpuasa selama tiga puluh malam tersebut. Setelah sampai pada batas waktu yang ditentukan itu, Musa menggosok gigi dengan kulit pohon.
Kemudian Allah menyuruhnya untuk menyempurnakan dengan sepuluh malam hari, sehingga menjadi empat puluh hari. Maksud sepuluh malam itu, terjadi perbedaan pendapat di kalangan ahli tafsir.
Tetapi mayoritas ahli tafsir mengatakan bahwa, "Tiga puluh malam itu adalah bulan Dzulqa'dah, sedangkan yang sepuluh malam adalah bulan Dzulhijjah." Demikian dikatakan oleh Mujahid, Masruq, dan Ibnu Juraij.
Mudah-mudahan Allah menurunkan rahmat dan karunianya sehingga kita dapat mengagungkan bulan ini dengan amal saleh.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Kalender Islam 2021, Lengkap Selama Setahun Penuh
Di antara keistimewaan lain dari bulan Dzulqa'dah, bahwa Allah berjanji kepada Nabi Musa 'alahissalam untuk berbicara dengannya selama 30 malam di bulan Dzulqa’dah, ditambah sepuluh malam di awal bulan Dzulhijjah berdasarkan pendapat mayoritas para ahli tafsir. (Tafsir Ibni Katsir II/244). Sebagaimana firman Allah berikut:
"Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Rabbnya empatpuluh malam. Dan berkatalah Musa kepada saudaranya yaitu Harun: 'Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan." (QS. Al-A'raaf: 142)
Allah Ta'ala mengingatkan Bani Israil akan apa yang telah mereka peroleh, yaitu hidayah, berupa firman-Nya langsung kepada Musa dan pemberian Taurat oleh-Nya, yang di dalamnya terdapat beberapa ketentuan dan keterangan mengenai hukum bagi mereka.
Dia telah menjanjikan kepada Musa tiga puluh malam. Para ahli tafsir mengatakan, Musa berpuasa selama tiga puluh malam tersebut. Setelah sampai pada batas waktu yang ditentukan itu, Musa menggosok gigi dengan kulit pohon.
Kemudian Allah menyuruhnya untuk menyempurnakan dengan sepuluh malam hari, sehingga menjadi empat puluh hari. Maksud sepuluh malam itu, terjadi perbedaan pendapat di kalangan ahli tafsir.
Tetapi mayoritas ahli tafsir mengatakan bahwa, "Tiga puluh malam itu adalah bulan Dzulqa'dah, sedangkan yang sepuluh malam adalah bulan Dzulhijjah." Demikian dikatakan oleh Mujahid, Masruq, dan Ibnu Juraij.
Mudah-mudahan Allah menurunkan rahmat dan karunianya sehingga kita dapat mengagungkan bulan ini dengan amal saleh.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Kalender Islam 2021, Lengkap Selama Setahun Penuh
(rhs)
Lihat Juga :