Menunda Shalat, Dosa yang Sering Diremehkan Perempuan
Minggu, 13 Juni 2021 - 05:00 WIB
loading...
Sebagai muslimah, kita hendaknya tidak menunda-nunda sholat tanpa ada alasan yang dibenarkan syariat, karena menunda sholat membuat kita menjadi lalai dan akhirnya dosa. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Menunda-nunda waktu sholat tanpa ada udzur, merupakan perbuatan yang sering diremehkan kaum wanita. Penyebabnya, karena lemahnya perhatian mereka terhadap masalah tersebut dan karena kelalaiannya.
Tidak heran bila Abdul Lathif bin Hajis al-Ghamidi penulis buku “Mukhalafaat Nisaiyyah”, 100 Mukhalafah Taqa’u fiha al-Katsir Minan Nisa-i bi Adillatiha Asy-Syar’iyyah”, mengelompokkan perbuatan menunda shalat ini sebagai salah satu dosa yang sering diremehkan kaum wanita.
Baca juga: Larangan Menyakiti Orang Lain
Allah azza wa jalla berberfirman,
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ . الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS.Al-Ma’un : 4-5)
Al Ghamidi mencontohkan, mereka sepanjang malam mengerjakan hal-hal yang sebagian besar tidak ada manfaatnya . Jika sudah mendekati waktu fajar , kepalanya terasa berat, ingin segera tidur, dan badannya mulai malas, sehingga dia langsung tertidur setelah setan mengencingi telinganya. Setan berkata, “Tidurlah engkau, kerena malam masih panjang !” Akhirnya dia korbankan shalat Subuhnya.
Baca juga: Mungkinlah Mencari Teman Tanpa Aib?
Hal tersebut dia ulangi kembali sebelum Ashar. Setelah capek seharian baik belajar atau bekerja, dia makan sampai kenyang, kemudian merebahkan badannya di atas kasur untuk tidur. Ia pun tertidur laksana mayit, tidak mendengar apa pun yang terjadi di sekitarnya. Sehingga ia korbankan shalat Asharnya.
Dari Anas radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
"Itulah shalatnya orang munafik. Dia menunggu terbenamnya matahari. Sehingga ketika matahari sudah berada di antara dua tanduk setan, dia mulai berdiri mengerjakan shalat, lalu mematuk-matuk sebanyak empat kali. Dia tidak berzikir kepada Allah kecuali hanya sedikit (Shahih Sunan at-Tirmidzi (I/130) (337) dan Shahih Sunan Ibni Majah (1425) (1426))
Baca juga: Bolehkah Membaca Al-Qur'an Tanpa Mengetahui Artinya?
Kemudian dari Buraidah radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya (Shahihul Bukhari (I/173) (553)
Tidak heran bila Abdul Lathif bin Hajis al-Ghamidi penulis buku “Mukhalafaat Nisaiyyah”, 100 Mukhalafah Taqa’u fiha al-Katsir Minan Nisa-i bi Adillatiha Asy-Syar’iyyah”, mengelompokkan perbuatan menunda shalat ini sebagai salah satu dosa yang sering diremehkan kaum wanita.
Baca juga: Larangan Menyakiti Orang Lain
Allah azza wa jalla berberfirman,
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ . الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS.Al-Ma’un : 4-5)
Al Ghamidi mencontohkan, mereka sepanjang malam mengerjakan hal-hal yang sebagian besar tidak ada manfaatnya . Jika sudah mendekati waktu fajar , kepalanya terasa berat, ingin segera tidur, dan badannya mulai malas, sehingga dia langsung tertidur setelah setan mengencingi telinganya. Setan berkata, “Tidurlah engkau, kerena malam masih panjang !” Akhirnya dia korbankan shalat Subuhnya.
Baca juga: Mungkinlah Mencari Teman Tanpa Aib?
Hal tersebut dia ulangi kembali sebelum Ashar. Setelah capek seharian baik belajar atau bekerja, dia makan sampai kenyang, kemudian merebahkan badannya di atas kasur untuk tidur. Ia pun tertidur laksana mayit, tidak mendengar apa pun yang terjadi di sekitarnya. Sehingga ia korbankan shalat Asharnya.
Dari Anas radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
"Itulah shalatnya orang munafik. Dia menunggu terbenamnya matahari. Sehingga ketika matahari sudah berada di antara dua tanduk setan, dia mulai berdiri mengerjakan shalat, lalu mematuk-matuk sebanyak empat kali. Dia tidak berzikir kepada Allah kecuali hanya sedikit (Shahih Sunan at-Tirmidzi (I/130) (337) dan Shahih Sunan Ibni Majah (1425) (1426))
Baca juga: Bolehkah Membaca Al-Qur'an Tanpa Mengetahui Artinya?
Kemudian dari Buraidah radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya (Shahihul Bukhari (I/173) (553)
Lihat Juga :