Sejatinya, Anak Adalah Tabungan di Akhirat
Sabtu, 26 Juni 2021 - 18:31 WIB
loading...
ilustrasi. Foto istimewa
A
A
A
Anak itu sejatinya adalah tabungan akhirat bagi orang tuanya. Sebab, anak adalah tanggung jawab orang tua yang langsung diamanahkan oleh Sang Pemberi amanah, yakni Allah Subhanahu wa Ta'ala. Doa anak sangat diperlukan ketika orang tuanya sudah di alam barzakh . Bahkan, Do'a anak bisa menghantarkan kebahagiaan untuk orang tuanya di akhirat kelak.
Baca juga: Tanda Kebaikan dalam Rumah Tangga adalah Akhlak dan Kelembutan
Sebagaimana Rasullullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
"Apabila seseorang mati, seluruh amalnya akan terputus kecuali tiga hal: Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya. (HR. Muslim dan An-Nasai)
Baca juga: Inilah Alasan Pentingnya Perempuan Menuntut Ilmu
Jadi, jangan sedih jika anak tidak menjadi juara kelas, tidak memiliki gelar , tidak memiliki pangkat, atau tidak memiliki banyak harta. Tapi sedihlah jika anak tidak bisa membaca Al qur'an, tidak shalat, tidak menutup auratnya, dan tidak mau mendo'akan orang tua. Sebab pada akhirnya nanti orang tua akan lebih membutuhkan doa anak sholehnya di banding pangkat, jabatan, gelar, kekayaan, popularitas, dan segala prestasi pencapaian dunia yang diraih anaknya.
Bahkan Allah ‘Azza Wajjalla juga akan meninggikan derajat setiap orang tua dengan amalan anak-anaknya yang tak pernah mereka ia duga sebelumnya.
Baca juga: Amalkan Doa Ini Saat Rasa Nyeri Haid Menyerang
Dalam sebuah hadits disebutkan: Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ، فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، أَنَّى لِي هَذِهِ ؟ فَيَقُولُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ
‘Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla meninggikan derajat seorang hambaNya yang Shalih di surga, sehingga hamba tersebut bertanya: ‘Ya Rabb, Bagaimanakah semua ini (bisa menjadi) milikku?, Allah berfirman menjawabnya: ‘Karena Istighfar anakmu untuk dirimu'”. (HR: Ahmad, Ibnu Majah)
Baca juga: Darurat COVID-19, WHO Sarankan Indonesia Segera Lockdown
Baca juga: Tanda Kebaikan dalam Rumah Tangga adalah Akhlak dan Kelembutan
Sebagaimana Rasullullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
"Apabila seseorang mati, seluruh amalnya akan terputus kecuali tiga hal: Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya. (HR. Muslim dan An-Nasai)
Baca juga: Inilah Alasan Pentingnya Perempuan Menuntut Ilmu
Jadi, jangan sedih jika anak tidak menjadi juara kelas, tidak memiliki gelar , tidak memiliki pangkat, atau tidak memiliki banyak harta. Tapi sedihlah jika anak tidak bisa membaca Al qur'an, tidak shalat, tidak menutup auratnya, dan tidak mau mendo'akan orang tua. Sebab pada akhirnya nanti orang tua akan lebih membutuhkan doa anak sholehnya di banding pangkat, jabatan, gelar, kekayaan, popularitas, dan segala prestasi pencapaian dunia yang diraih anaknya.
Bahkan Allah ‘Azza Wajjalla juga akan meninggikan derajat setiap orang tua dengan amalan anak-anaknya yang tak pernah mereka ia duga sebelumnya.
Baca juga: Amalkan Doa Ini Saat Rasa Nyeri Haid Menyerang
Dalam sebuah hadits disebutkan: Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ، فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، أَنَّى لِي هَذِهِ ؟ فَيَقُولُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ
‘Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla meninggikan derajat seorang hambaNya yang Shalih di surga, sehingga hamba tersebut bertanya: ‘Ya Rabb, Bagaimanakah semua ini (bisa menjadi) milikku?, Allah berfirman menjawabnya: ‘Karena Istighfar anakmu untuk dirimu'”. (HR: Ahmad, Ibnu Majah)
Baca juga: Darurat COVID-19, WHO Sarankan Indonesia Segera Lockdown
Lihat Juga :