Seorang Laki-laki Mengeluh kepada Imam Hasan Al-Bashri, Begini Kisahnya
Senin, 28 Juni 2021 - 17:09 WIB
loading...
A
A
A
Allah menciptakan seorang hamba dengan sifat berdosa karena ada maslahat yang sangat Allah cintai, yaitu bertaubatnya dan kembalinya si hamba kepada penciptanya, Allah 'Azza wa Jalla.
Sungguh Allah sangat gembira dengan bertaubatnya seorang hamba, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berikut:
"Sungguh Allah lebih bergembira dengan taubat hambaNya tatkala bertaubat kepadaNya, daripada gembiranya salah seorang dari kalian yang bersama tunggangannya di padang pasir tiba-tiba tunggangannya tersebut hilang, padahal makanan dan minuman (perbekalan safarnya) berada di tunggangannya tersebut. Ia pun telah putus asa dari tunggangannya tersebut, lalu iapun mendatangi sebuah pohon lalu berbaring dibawah pohon tersebut (menunggu ajal menjemputnya).
Tatkala ia sedang demikian tiba-tiba tunggangannya muncul kembali dan masih ada perbekalannya, maka iapun segera memegang tali kekang tunggangannya, lalu ia berkata karena sangat gembiranya, "Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah hambaku dan aku adalah Tuhanmu". Ia salah berucap karena sangat gembiranya." (HR Muslim 2747)
Bahkan Rasulullah menegaskan bahwa memang di antara tujuan penciptaan manusia adalah Allah menjadikan mereka makhluk yang berdosa agar mereka bertaubat, beliau berkata:
وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ
"Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, kalau kalian tidak berdosa maka Allah akan menjadikan kalian sirna, lalu Allah akan mendatangkan suatu kaum yang mereka berdosa lalu mereka bertaubat kepada Allah lalu Allah mengampuni mereka." (HR Muslim No 7141)
Semoga kita termasuk orang-orang yang melazimkan istighfar dan senang bertobat kepada-Nya.
Baca Juga: Keutamaan Tobat dan Orang-Orang yang Bertobat dalam Al-Qur'an
Sungguh Allah sangat gembira dengan bertaubatnya seorang hamba, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berikut:
"Sungguh Allah lebih bergembira dengan taubat hambaNya tatkala bertaubat kepadaNya, daripada gembiranya salah seorang dari kalian yang bersama tunggangannya di padang pasir tiba-tiba tunggangannya tersebut hilang, padahal makanan dan minuman (perbekalan safarnya) berada di tunggangannya tersebut. Ia pun telah putus asa dari tunggangannya tersebut, lalu iapun mendatangi sebuah pohon lalu berbaring dibawah pohon tersebut (menunggu ajal menjemputnya).
Tatkala ia sedang demikian tiba-tiba tunggangannya muncul kembali dan masih ada perbekalannya, maka iapun segera memegang tali kekang tunggangannya, lalu ia berkata karena sangat gembiranya, "Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah hambaku dan aku adalah Tuhanmu". Ia salah berucap karena sangat gembiranya." (HR Muslim 2747)
Bahkan Rasulullah menegaskan bahwa memang di antara tujuan penciptaan manusia adalah Allah menjadikan mereka makhluk yang berdosa agar mereka bertaubat, beliau berkata:
وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ
"Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, kalau kalian tidak berdosa maka Allah akan menjadikan kalian sirna, lalu Allah akan mendatangkan suatu kaum yang mereka berdosa lalu mereka bertaubat kepada Allah lalu Allah mengampuni mereka." (HR Muslim No 7141)
Semoga kita termasuk orang-orang yang melazimkan istighfar dan senang bertobat kepada-Nya.
Baca Juga: Keutamaan Tobat dan Orang-Orang yang Bertobat dalam Al-Qur'an
(rhs)
Lihat Juga :