Piagam Madinah dan Terusirnya Kaum Yahudi dari Tanah Suci
Rabu, 30 Juni 2021 - 14:16 WIB
loading...
A
A
A
Kalangan Yahudi ini banyak bercerita terkait kabar akan datangnya nabi terakhir dengan segala ciri dan sifatnya, dan mereka berhasil menanamkan kepada penduduk Madinah bahwa suatu hari negeri mereka itu akan didatangi oleh nabi terakhir itu.
Begitu orang Madinah melaksanakan ibadah haji ke Mekkah, mereka pun bertemu langsung dengan Rasulullah SAW dan langsung membenarkan agama yang dibawanya, bahkan mereka siap menyatakan diri masuk Islam. Sehingga di sela-sela ritual haji itu sempat terjadi proses dua kali bai’at di Mina.
Sebagai tuan rumah yang kedatangan tamu dengan segala beban ekonomi dan sosialnya, orang-orang anshar ini tentu besar sekali peranannya dalam lika-liku perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW. Kisah kebaikan mereka dalam menampung para muhajirin tentu tidak bisa dikecilkan dalam sejarah perjuangan umat Islam di generasi pertama.
Oleh karena itulah dalam Piagam Madinah, jati diri kelomok anshar menjadi bagian yang teramat penting untuk ditegaskan hak dan kewajibannya.
3. Kaum Yahudi
Pihak yang ketiga dalam Piagam Madinah adalah kelompok Yahudi. Mereka bukan penduduk asli Madinah, mereka adalah pendatang dari negeri Syam.
Namun latar-belakang kedatangan mereka cukup menarik untuk dikaji, yaitu karena mereka telah membaca kitab suci yang turun kepada nabi mereka bahwa akan ada nabi yang terakhir utusan Allah dalam sejarah para nabi dan rasul. Dan disebutkan bahwa kedatangannya akan terjadi di Madinah.
Maka berdatanganlah orang-orang yahudi ke Madinah sejak awal sekali. Sehingga sebuah riwayat menyebutkan bahwa awalnya Madinah itu bernama Yastrib, yaitu nama pendatang pertama dari kalangan Yahudi di Madinah.
Barulah ketika Nabi SAW tiba hijrah, penamaan Yatsir diubah menjadi Al-Madinah Al-Munawwarah. Keberadaan kalangan Yahudi di Madinah menjadi unik karena ceritanya jadi berbelok tajam sekali. Mereka yang awalnya menyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW dan mengabarkan berita kedatangan nabi terakhir, justru mereka sendiri yang mengingkari kenabian Muhammad SAW.
Padahal orang asli Madinah yaitu kaum Anshar sudah terlanjur masuk Islam dan memeluk agama yang dibawanya. Bahkan mereka telah berbai’at kepada Nabi Muhammad SAW sampai membuka pintu selebar-lebarnya untuk kedatangan Nabi Muhammad SAW dan para muhajirin.
Ternyata di kemudian hari justru Yahudi lah yang menjadi tokoh antagonisnya. Mereka banyak sekali berulah yang menyebabkan akhirnya mereka terusir dari Madinah. Ini sungguh dramatis, mirip cerita Iblis yang awalnya baik-baik tapi endingnya sangat buruk.
Dan salah satu rahasia kekuatan Nabi shallalahu 'alaihi wasallam untuk bisa mengusir kekuatan Yahudi dari Madinah adalah karena sejak awal mereka diikat dengan Piagam Madinah.
Semoga kisah ini dapat menambah khazanah kelimuan kita betapa pengkhianatan itu endingnya selalu tidak baik.
Baca Juga: Kehancuran Israel Tinggal Menunggu Waktu, Simak Ceramah Ini
Begitu orang Madinah melaksanakan ibadah haji ke Mekkah, mereka pun bertemu langsung dengan Rasulullah SAW dan langsung membenarkan agama yang dibawanya, bahkan mereka siap menyatakan diri masuk Islam. Sehingga di sela-sela ritual haji itu sempat terjadi proses dua kali bai’at di Mina.
Sebagai tuan rumah yang kedatangan tamu dengan segala beban ekonomi dan sosialnya, orang-orang anshar ini tentu besar sekali peranannya dalam lika-liku perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW. Kisah kebaikan mereka dalam menampung para muhajirin tentu tidak bisa dikecilkan dalam sejarah perjuangan umat Islam di generasi pertama.
Oleh karena itulah dalam Piagam Madinah, jati diri kelomok anshar menjadi bagian yang teramat penting untuk ditegaskan hak dan kewajibannya.
3. Kaum Yahudi
Pihak yang ketiga dalam Piagam Madinah adalah kelompok Yahudi. Mereka bukan penduduk asli Madinah, mereka adalah pendatang dari negeri Syam.
Namun latar-belakang kedatangan mereka cukup menarik untuk dikaji, yaitu karena mereka telah membaca kitab suci yang turun kepada nabi mereka bahwa akan ada nabi yang terakhir utusan Allah dalam sejarah para nabi dan rasul. Dan disebutkan bahwa kedatangannya akan terjadi di Madinah.
Maka berdatanganlah orang-orang yahudi ke Madinah sejak awal sekali. Sehingga sebuah riwayat menyebutkan bahwa awalnya Madinah itu bernama Yastrib, yaitu nama pendatang pertama dari kalangan Yahudi di Madinah.
Barulah ketika Nabi SAW tiba hijrah, penamaan Yatsir diubah menjadi Al-Madinah Al-Munawwarah. Keberadaan kalangan Yahudi di Madinah menjadi unik karena ceritanya jadi berbelok tajam sekali. Mereka yang awalnya menyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW dan mengabarkan berita kedatangan nabi terakhir, justru mereka sendiri yang mengingkari kenabian Muhammad SAW.
Padahal orang asli Madinah yaitu kaum Anshar sudah terlanjur masuk Islam dan memeluk agama yang dibawanya. Bahkan mereka telah berbai’at kepada Nabi Muhammad SAW sampai membuka pintu selebar-lebarnya untuk kedatangan Nabi Muhammad SAW dan para muhajirin.
Ternyata di kemudian hari justru Yahudi lah yang menjadi tokoh antagonisnya. Mereka banyak sekali berulah yang menyebabkan akhirnya mereka terusir dari Madinah. Ini sungguh dramatis, mirip cerita Iblis yang awalnya baik-baik tapi endingnya sangat buruk.
Dan salah satu rahasia kekuatan Nabi shallalahu 'alaihi wasallam untuk bisa mengusir kekuatan Yahudi dari Madinah adalah karena sejak awal mereka diikat dengan Piagam Madinah.
Semoga kisah ini dapat menambah khazanah kelimuan kita betapa pengkhianatan itu endingnya selalu tidak baik.
Baca Juga: Kehancuran Israel Tinggal Menunggu Waktu, Simak Ceramah Ini
(rhs)
Lihat Juga :