Doa untuk Orang yang Meninggal Dunia, Latin dan Artinya

loading...
Doa untuk Orang yang Meninggal Dunia, Latin dan Artinya
ilustrasi. Foto istimewa
Doa untuk orang yang meninggal dunia , perlu kita amalkan. Apalagi sebagai seorang muslim, memdoakan orang yang meninggal merupakan hak muslim atas muslim lainnya.Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam:

Baca juga: Waspadai Kerasnya Hati, Itu Tanda Allah Jauh Darimu

“Hak orang muslim atas lainnya ada enam perkara yakni, bila bertemu maka ucapkanlah salam kepadanya, bila diundang maka penuhilah, bila minta nasihat (kebaikan) maka berikan nasehat, bila dia bersin dan membaca hamdalah maka doakanlah (yarhamukallah dan orang yang bersin membalas doa yahdikallah), bila ia sakit maka jenguklah dan bila ia meninggal maka iringkanlah." (HR. Muslim).

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa doa yang dapat kita dipanjatkan untuk orang meninggal, termasuk doa khusus yang dipanjatkan untuk yang meninggal laki-laki dan jenazah perempuan, lafadz serta artinya. Yaitu:

Baca juga: Taat Akan Berat Jika Sudah Terbiasa Maksiat

1. Membaca Istirja

Jika mendengar orang meninggal dunia, seorang muslim dianjurkan membaca istirja yakni,

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Innalillahi wa innaa ilaihi raajiuun

Artinya : "sesungguhnya kita adalah milih Allah dan semuanya akan kembali kepada Allah".

Istirja dibaca tak hanya ketika seseorang meninggal namun juga ketika mendengar kabar musibah lainnya, seperti seseorang jatuh sakit hingga bencana alam.

Baca juga: Surat 'Nasehat' al-Hasan al-Bashri untuk Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Setelah itu membaca doa di bawah ini.

اللَّهُمَّ أجُرني فِي مُصِيبَتِي واخلُف لِي خَيْرًا مِنْهَا

Allahuma ajurnii fii musibatii wakhluf lii khoiran minhaa.

Artinya: "Ya Allah, berilah daku pahala dalam musibahku ini, dan gantikanlah buatku yang lebih baik daripadanya, melainkan diberlakukan kepadanya apa yang dimintanya itu."

2. Membaca doa memohon ampun

Ucapan istirja dapat diikuti oleh dua doa berikut ini.

للَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ وَأَعْقِبْنِي مِنْهُ عُقْبَى حَسَنَةً

Allahummaghfirli wa la hu (ha) wa’qibni min hu (ha) ‘uqbaa hasanah.

Baca juga: Anies Tak Kuasa Tahan Tangis saat Bacakan Jumlah Warga DKI yang Wafat karena Covid-19
halaman ke-1
cover top ayah
هُوَ الَّذِىۡۤ اَنۡزَلَ عَلَيۡكَ الۡكِتٰبَ مِنۡهُ اٰيٰتٌ مُّحۡكَمٰتٌ هُنَّ اُمُّ الۡكِتٰبِ وَاُخَرُ مُتَشٰبِهٰتٌ‌ؕ فَاَمَّا الَّذِيۡنَ فِىۡ قُلُوۡبِهِمۡ زَيۡغٌ فَيَتَّبِعُوۡنَ مَا تَشَابَهَ مِنۡهُ ابۡتِغَآءَ الۡفِتۡنَةِ وَابۡتِغَآءَ تَاۡوِيۡلِهٖۚ وَمَا يَعۡلَمُ تَاۡوِيۡلَهٗۤ اِلَّا اللّٰهُ ؔ‌ۘ وَ الرّٰسِخُوۡنَ فِى الۡعِلۡمِ يَقُوۡلُوۡنَ اٰمَنَّا بِهٖۙ كُلٌّ مِّنۡ عِنۡدِ رَبِّنَا ‌ۚ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّاۤ اُولُوا الۡاَلۡبَابِ
Allah-lah yang menurunkan Al-Qur'an kepadamu (Muhammad). Di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat (ayat yang mudah dipahami), itulah pokok-pokok Al-Qur'an dan yang lain mutasyabihat (ayat yang hanya Allah yang mengetahui maksudnya). Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti yang mutasyabihat untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, “Kami beriman kepada Al-Qur'an, semuanya dari sisi Tuhan kami.” Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal.

(QS. Ali 'Imran:7)
cover bottom ayah
preload video