Penguatan Optimisme dari Ramadhan dan Idul Fitri

Rabu, 27 Mei 2020 - 08:34 WIB
loading...
Penguatan Optimisme...
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet). Foto/SINDOnews
A A A
Bambang Soesatyo
Ketua MPR RI

IBADAH puasa Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H dilaksanakan serta dirayakan di tengah pandemi covid-19 . Kemenangan Umat menjalani ibadah di masa-masa sulit sekarang menghadirkan hikmah berupa penguatan optimisme bagi upaya bersama memutus rantai penularan Covid-19, dan keberanian untuk secara bertahap memulihkan kehidupan.

Rasa cemas dan takut tertular Covid-19 tidak menyurutkan semangat dan kehendak umat menjalani ibadah puasa Ramadhan. Dalam suasana tidak nyaman karena kesadaran untuk karantina mandiri di rumah saja, puasa mewajibkan umat menahan lapar dan haus, serta diwajibkan membangun kehendak saling mengerti guna menyingkirkan emosi, amarah, iri dengki dan nafsu tak sehat lainnya. Kesederhanaan merayakan Idul Fitri 1441 H yang memuncaki ibadah Ramadhan itu menandai kemenangan umat menjalani masa-masa sulit sekarang ini.

Pasca Ramadhan dan Idul Fitri, tantangan yang sama masih menghadang karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Bisa saja data-data tentang perkembangan wabah ini di dalam negeri sedikit lebih dramatis. Sesuai perkiraan sebelumnya, mobilitas masyarakat karena alasan menyongsong hari raya akan memengaruhi penambahan jumlah pasien Covid-19. Penambahan itu kemungkinan terjadi karena arus mudik dan arus balik, serbuan warga ke pusat belanja dengan tidak menaati protokol kesehatan, hingga arus masuk pekerja migran.

Baca juga: Mal Mulai Dibuka Per 5 Juni, Pengunjung Diproyeksi Baru 40%

Kalaupun perkiraan itu menjadi kenyataan, masyarakat hendaknya tidak pesimistis. Demi kepentingan masa depan yang jauh lebih besar dan strategis, pada akhirnya semua orang harus mau dan berani memulihkan kehidupan secara bertahap dengan tetap menjalankan prinsip kehati-hatian sebagaimana ditetapkan dalam protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. Dalam upaya memulihkan kehidupan itu, semua orang, mau tak mau, harus siap ‘berdamai’ dengan virus corona. Berdamai tidak berarti merangkul virus itu dan membiarkannya menginfeksi setiap orang.

Berdamai berarti manusia harus bersiasat agar siap hidup berdampingan dengan virus ini. Salah satu siasatnya adalah dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Bukankah para ahli memperkirakan bahwa virus Corona tidak akan sirna dalam jangka dekat. Karena itu, semua orang harus bersiasat untuk bisa terus survive, sebagaimana umat bersiasat di masa sulit agar tetap mampu melaksanakan ibadah puasa Ramadan.

Karena durasi pandemi Covid-19 masih sulit dihitung, pilihan bagi semua orang memang tidak banyak, kecuali terus dan tetap survive, atau melihat dan merasakan kehancuran. Kalau terus melakukan karantina mandiri di rumah saja atau lockdown wilayah, sama artinya manusia membiarkan virus Corona menghancurkan semua aspek peradaban.

Baca juga: Habib Alwi: Lebaran Jangan Sedih, Cukup Bagi Kita Ampunan Allah

Sebagai mahluk yang dikaruniai akal budi, manusia tentu saja tidak boleh kalah oleh wabah Corona. Akal budi itulah yang digunakan untuk mengalahkan Virus Corona. Sambil menunggu para ahli farmasi menghadirkan vaksin penangkal virus ini, manusia harus berani bersiasat untuk bertahan sekaligus mencegah kehancuran. Itulah alasannya mengapa optimisme harus tetap ditumbuhkan dan dipertahankan. Apalagi, sejarah sudah membuktikan bahwa manusia selalu berhasil menghadapi masa-masa sulit akibat pandemi global. Kehidupan pasca pandemi global Flu Spanyol pada 1918 setidaknya bisa dijadikan bukti.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Perhitungan Astronomi...
Perhitungan Astronomi Memperkirakan Puasa Dimulai 11 Maret, Lebaran 10 April
Uniknya Idulfitri di...
Uniknya Idulfitri di Tarim Yaman, Nuansa Lebaran Hanya 1 Hari Saja
Agar Berwisata Idulfitri...
Agar Berwisata Idulfitri Bernilai Ibadah, Begini Tipsnya
Puasa 6 Hari di Bulan...
Puasa 6 Hari di Bulan Syawal Tak Harus Berurutan
Idulfitri: Proses Penyucian...
Idulfitri: Proses Penyucian Diri dalam Bentuk Kejernihan Berpikir
Idulfitri adalah Hari...
Idulfitri adalah Hari Perjamuan, Berpuasa Hukumnya Haram
Rekomendasi
10 Penemuan Nikola Tesla...
10 Penemuan Nikola Tesla Paling Hebat, Mulai Motor Induksi Listrik Hingga Radar
Surat Einstein Ini Dapat...
Surat Einstein Ini Dapat Bantu Ilmuwan Pecahkan Misteri Alam Semesta
Temuan Fosil Kaki di...
Temuan Fosil Kaki di Afrika Menulis Ulang Kisah Asal-usul Dinosaurus
Artikel Terkini
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
Adakah Hak atas Harta...
Adakah Hak atas Harta bagi Anak dan Istri Siri Bila Terjadi Perceraian?
Sah Tapi Beresiko, Ini...
Sah Tapi Beresiko, Ini Dampak Nikah Siri bagi Istri dan Anak
4 Jenis Nikah Siri Beserta...
4 Jenis Nikah Siri Beserta Hukumnya dalam Islam, Mana yang Sah dan Mana yang Tidak?
Infografis
Tips Mencegah Gula Darah...
Tips Mencegah Gula Darah Naik saat Santap Hidangan Idul Fitri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved