Idul Adha, Ajari Anak Cinta Rasulullah dan Ahli Baitnya

loading...
Idul Adha, Ajari Anak Cinta Rasulullah dan Ahli Baitnya
Ustaz Miftah el-Banjary, Dai yang juga pakar ilmu linguistik Arab dan Tafsir Al-Quran asal Banjar Kalimantan Selatan. Foto/Ist
Ustaz TGH Miftah el-Banjary
Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an,
Pensyarah Kitab Dalail Khairat

Mengapa kisah momentum Hari Raya Idul Adha yang selalu diceritakan adalah tentang pengorbanan dan hubungan seorang ayah terhadap anak?

Sebab, kisah hubungan ini sangatlah penting. Bahkan, hampir di semua kisah para Nabi dan Rasul kisah terbanyak yang mendominasi adalah kisah dramatikal antara ayah dan anak.

Baca Juga: Larangan Membenci dan Menyakiti Ahlul Bait Rasulullah

Lihat saja, setelah kisah pertaubatan Nabi Adam selanjutnya dikisahkan tentang pertikaian antara Habil dan Qabil; putra Nabi Adam. Di dalam Al-Qur'an ada kisah tragis kedurhakaan anak Nabi Nuh yang ingkar terhadap ajaran ayahnya serta perintah Allah.

Kisah paling monemental bercerita tentang kisah ujian penyembelihan Nabi Ibrahim terhadap putranya Ismail 'alaihimussalam. Ini kisah yang senantiasa diingat di sepanjang sejarah umat manusia dan paling sering diceritakan di musim haji.

Ada dialog pembuka antara Nabi Ya'kub dan putranya Yusuf serta pengkhianatan putra-putra Nabi Ya'kub terhadap ayah mereka dan saudaranya Yusuf. Ada pula pesan dan wasiat Nabi Ya'qub terhadap anak-anak keturunannya untuk tetap mengesakan Allah sepeninggalnya.

Ada kisah munajat Nabi Zakariya yang mengharapkan seorang anak, hingga dikarunia Nabi Yahya. Ada pula pesan dan wasiat Imran terhadap putranya untuk tidak mensekutukan Allah.

Semua kisah para Nabi dan Rasul seakan-akan menjadikan kedudukan anak dalam status nubuwwah menjadi sangat rentan serta menjadi ujian terberat dari semua ujian yang ada yang harus mereka lewati.

Maka, ujian anak ini menjadi beban dan tugas tersendiri bagi setiap ayah atau orang tua untuk mendidik dan mengarahkannya ke jalan keselamatan di dunia dan akhirat.
halaman ke-1
cover top ayah
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوۡرِ عِنۡدَ اللّٰهِ اثۡنَا عَشَرَ شَهۡرًا فِىۡ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوۡمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ مِنۡهَاۤ اَرۡبَعَةٌ حُرُمٌ‌ ؕ ذٰ لِكَ الدِّيۡنُ الۡقَيِّمُ ۙ فَلَا تَظۡلِمُوۡا فِيۡهِنَّ اَنۡفُسَكُمۡ‌ ؕ وَقَاتِلُوا الۡمُشۡرِكِيۡنَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوۡنَكُمۡ كَآفَّةً‌  ؕ وَاعۡلَمُوۡۤا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الۡمُتَّقِيۡنَ
Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzhalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.

(QS. At-Taubah:36)
cover bottom ayah
preload video