Takut Kiamat: Ini Doa Abu Hanifah yang Selalu Diulang-ulang Saat Sholat Malam
Jum'at, 23 Juli 2021 - 18:28 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
Nu’man bin Tsabit Al-Marzuban yang dikenal dengan Abu Hanifah dikenal sangat rajin beribadah. Sebuah riwayat menyebutkan bahwa tatkala salat malam secara berulang-ulang Abu Hanifah membaca membaca firman Allah Ta’ala:
“Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pasti,” ( Al-Qamar: 46 ).
Baca juga: Dia Tabiin yang Tak Pernah Tidur Malam, Ini Penyebabnya
Beliau menangis karena takut kepada Allah dengan tangisan yang menyayat hati.
Telah diketahui banyak orang selama lebih dari empat puluh tahun beliau melakukan salat fajar dengan wudhu salat isya’. Hingga akhir wafat beliau pernah mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 7000 kali.
Setiap kali beliau membaca surat Al-Zalzalah, gemetar jasadnya, beretar hatinya. Dengan memegang jenggotnya, beliau berkata, “Wahai yang membalas sebesar dzarrah kebaikan dengan kebaikan dan sebesar dzarrah keburukan dengan keburukan, selamatkanlah hamba-Mu Nu’man dari api neraka dan jauhkan ia dari apa-apa yang bisa mendekatkan dengan neraka, masukkanlah ia ke dalam luasnya rahmat-Mu, ya Arhamarrahimin.
Baca juga: Kisah Imam Syafi’i Ngalap Berkah di Kuburan Imam Abu Hanifah
Bukti Kepandaiannya
Suatu ketika Abu Hanifah menjumpai Imam Malik yang tengah duduk bersama beberapa sahabatnya. Setelah Abu Hanifah keluar, Imam Malik menoleh kepada mereka dan berkata, “Tahukah kalian, siapa dia?”
Mereka menjawab, “Tidak.”
Beliau berkata, “Dialah Nu’man bin Tsabit, yang seandainya berkata bahwa tiang masjid itu emas, niscaya perkataannya menjadi dipakai orang sebagai argumen.”
“Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pasti,” ( Al-Qamar: 46 ).
Baca juga: Dia Tabiin yang Tak Pernah Tidur Malam, Ini Penyebabnya
Beliau menangis karena takut kepada Allah dengan tangisan yang menyayat hati.
Telah diketahui banyak orang selama lebih dari empat puluh tahun beliau melakukan salat fajar dengan wudhu salat isya’. Hingga akhir wafat beliau pernah mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 7000 kali.
Setiap kali beliau membaca surat Al-Zalzalah, gemetar jasadnya, beretar hatinya. Dengan memegang jenggotnya, beliau berkata, “Wahai yang membalas sebesar dzarrah kebaikan dengan kebaikan dan sebesar dzarrah keburukan dengan keburukan, selamatkanlah hamba-Mu Nu’man dari api neraka dan jauhkan ia dari apa-apa yang bisa mendekatkan dengan neraka, masukkanlah ia ke dalam luasnya rahmat-Mu, ya Arhamarrahimin.
Baca juga: Kisah Imam Syafi’i Ngalap Berkah di Kuburan Imam Abu Hanifah
Bukti Kepandaiannya
Suatu ketika Abu Hanifah menjumpai Imam Malik yang tengah duduk bersama beberapa sahabatnya. Setelah Abu Hanifah keluar, Imam Malik menoleh kepada mereka dan berkata, “Tahukah kalian, siapa dia?”
Mereka menjawab, “Tidak.”
Beliau berkata, “Dialah Nu’man bin Tsabit, yang seandainya berkata bahwa tiang masjid itu emas, niscaya perkataannya menjadi dipakai orang sebagai argumen.”
Lihat Juga :