Kisah Surat Thaha dan Umar Bin Khattab yang Mengagumkan
Minggu, 01 Agustus 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Ketika Umar merasa putus asa dan menyaksikan kondisi saudaranya yang berdarah, Umar menyesal dan merasa iba, lalu berkata, "Berikan yang ada di tangan kalian ini kepadaku dan bacakan untukku!" Saudaranya itu berkata, "Sesungguhnya engkau itu kotor, dan tidak ada yang boleh menyentuhnya melainkan orang-orang yang suci; oleh karena itu, berdiri dan mandilah!"
Kemudian Umar berdiri dan mandi, lalu mengambil kitab itu dan membaca: Bismilillahirrahmanirrahmin (Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang). Umar berseloroh, "Sungguh nama-nama yang baik dan suci."
Ketika Umar melanjutkan membaca Surah Thaha hingga sampai pada ayat 14:
"Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingstku." (QS Thaha: 14)
Umar berkata: "Alangkah indah dan mulianya kalam ini! Kalau begitu, tolong bawa aku kepada Muhammad !" Saat Khabbab mendengar ucapan Umar, dia pun keluar dari persembunyiannya sembari berkata, "Wahai Umar, bergembiralah karena sesungguhnya aku berharap engkaulah yang dimaksud dalam doa Rasulullah pada malam Kamis: "Ya Allah, kokohkanlah Islam ini dengan salah satu Al-Khaththab atau Abu Jahal bin Hisyam."
Waktu itu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang berada di rumah. Umar mengambil pedangnya dan menuju rumah Nabi, kemudian mengetuk pintunya. Salah seorang melihat Umar bin Khattab datang dengan pedang terhunus kemudian mengabarkannya kepada Rasulullah. Lantas mereka berkumpul. Hamzah bin Abdul Muthalib bertanya, "Ada apa kalian?"
Mereka menjawab, "Umar datang!" Hamzah berkata, "Bukalah pintunya. Kalau dia menginginkan kebaikan, maka kita akan menerimanya, tetapi kalau menginginkan kejelekan, maka kita akan membunuhnya dengan pedangnya."
Kemudian Rasulullah menemui Umar dan berkata kepadanya, "Ya Allah, ini adalah Umar bin Khattab. Ya Allah, muliakan Islam dengan Umar bin Khattab." Dan dalam riwayat lain, "Ya Allah, kuatkanlah Islam dengan Umar."
Seketika itu pula Umar bin Khattab bersyahadat, dan orang-orang yang berada di rumah Nabi langsung bertakbir. Menurut riwayat, Umar adalah orang ke-40 yang memeluk Islam. Abdullah bin Mas'ud berkata: "Kami senantiasa berada dalam kejayaan sejak Umar bin Khattab masuk Islam."
Demikian kisah Surat Thaha dan Umar Bin Khattab yang mendapat hidayah Islam. Ketika menjabat khalifah kedua, Umar dikenal sebagai pemimpin adil dan bijaksana. Di tangannya, Islam berkembang hingga ke luar jazirah Arab seperti Mesir, Suriah. Persia, dan Irak. Beliau dimakamkan di samping makam mulia Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam di Masjid Nabawi Madinah.
Referensi:
Sirah Nabawiyah
Baca Juga: Pesan Umar bin Khattab: Belajarlah Agama Sebelum Menjadi Pejabat
Kemudian Umar berdiri dan mandi, lalu mengambil kitab itu dan membaca: Bismilillahirrahmanirrahmin (Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang). Umar berseloroh, "Sungguh nama-nama yang baik dan suci."
Ketika Umar melanjutkan membaca Surah Thaha hingga sampai pada ayat 14:
إِنَّنِىٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدْنِى وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكْرِىٓ
"Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingstku." (QS Thaha: 14)
Umar berkata: "Alangkah indah dan mulianya kalam ini! Kalau begitu, tolong bawa aku kepada Muhammad !" Saat Khabbab mendengar ucapan Umar, dia pun keluar dari persembunyiannya sembari berkata, "Wahai Umar, bergembiralah karena sesungguhnya aku berharap engkaulah yang dimaksud dalam doa Rasulullah pada malam Kamis: "Ya Allah, kokohkanlah Islam ini dengan salah satu Al-Khaththab atau Abu Jahal bin Hisyam."
Waktu itu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang berada di rumah. Umar mengambil pedangnya dan menuju rumah Nabi, kemudian mengetuk pintunya. Salah seorang melihat Umar bin Khattab datang dengan pedang terhunus kemudian mengabarkannya kepada Rasulullah. Lantas mereka berkumpul. Hamzah bin Abdul Muthalib bertanya, "Ada apa kalian?"
Mereka menjawab, "Umar datang!" Hamzah berkata, "Bukalah pintunya. Kalau dia menginginkan kebaikan, maka kita akan menerimanya, tetapi kalau menginginkan kejelekan, maka kita akan membunuhnya dengan pedangnya."
Kemudian Rasulullah menemui Umar dan berkata kepadanya, "Ya Allah, ini adalah Umar bin Khattab. Ya Allah, muliakan Islam dengan Umar bin Khattab." Dan dalam riwayat lain, "Ya Allah, kuatkanlah Islam dengan Umar."
Seketika itu pula Umar bin Khattab bersyahadat, dan orang-orang yang berada di rumah Nabi langsung bertakbir. Menurut riwayat, Umar adalah orang ke-40 yang memeluk Islam. Abdullah bin Mas'ud berkata: "Kami senantiasa berada dalam kejayaan sejak Umar bin Khattab masuk Islam."
Demikian kisah Surat Thaha dan Umar Bin Khattab yang mendapat hidayah Islam. Ketika menjabat khalifah kedua, Umar dikenal sebagai pemimpin adil dan bijaksana. Di tangannya, Islam berkembang hingga ke luar jazirah Arab seperti Mesir, Suriah. Persia, dan Irak. Beliau dimakamkan di samping makam mulia Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam di Masjid Nabawi Madinah.
Referensi:
Sirah Nabawiyah
Baca Juga: Pesan Umar bin Khattab: Belajarlah Agama Sebelum Menjadi Pejabat
(rhs)
Lihat Juga :