Surat Al-Fatihah, Spiritualitas RA Kartini, dan Kyai Sholeh Darat

Selasa, 21 April 2020 - 09:07 WIB
loading...
A A A
Kitab tafsir dan terjemahan al-Qur’an ini diberi nama Kitab Faidhur-Rohman, tafsir pertama di Nusantara dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab. “Selama ini Al-Fatihah gelap bagi saya. Saya tak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari ini ia menjadi terang-benderang sampai kepada makna tersiratnya, sebab Romo Kyai telah menerangkannya dalam bahasa Jawa yang saya pahami.”

Melalui terjemahan Mbah Sholeh Darat itulah Kartini menemukan ayat yang amat menyentuh nuraninya yaitu: Orang-orang beriman dibimbing Allah dari gelap menuju cahaya (QS. al-Baqarah: 257).

Siapa Kyai Sholeh Darat?
Kyai Sholeh Darat bernama lengkap Muhammad Salih ibn Umar Al-Samarani. Disebut Sholeh Darat karena mengelola pesantren di Darat, Semarang--sekarang masuk Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara.

Banyak ulama besar pernah nyantri kepadanya, termasuk K.H. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) dan K.H. Hasyim Asy’ari (pendiri Nahdlatul Ulama).

Kyai Sholeh Darat pendakwah intelektual. Ia menulis hampir semua kitabnya dalam Arab berbahasa Jawa.

Kitab-kitabnya terdiri dari fikih, akidah, tafsir, sampai tasawuf. Ia jadi mufasir (ahli tafsir Alquran) pertama yang menulis dalam bahasa Jawa. Kitab Faidhul Rahman adalah kitab tafsir Al-Quran pertama yang ditulis dengan pegon.

Ingin menjangkau pembaca lebih luas, ia juga tak hanya menulis dalam bahasa Jawa kromo yang lazim digunakan dalam buku-buku puisi atau komunikasi antarpetinggi. Ia menulisnya dalam bahasa ngoko--bahasa Jawa untuk rakyat jelata.

Dalam salah satu pertemuan dengan Kartini, Kyai Sholeh Darat memberikan semua kitab-kitabnya yang berbahasa Jawa.

Berkat pertemuan dengan Kiai Sholeh Darat inilah Kartini semakin kukuh dengan agamanya. "Kami akan tetap memeluk agama kami yang sekarang ini. Serta dengan nyonya kami berharap dengan senangnya, moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama kami patut disukai," tulis Kartini pada surat bertanggal 21 Juli 1902 kepada Nyonya Abendanon.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Segera Hadir untuk Umat...
Segera Hadir untuk Umat Muslim, Al-Qur’an Terjemah Bahasa Betawi
7 Khasiat Surat Ali...
7 Khasiat Surat Ali Imran: Salah Satunya Bisa Mengobati Penyakit Gila
Tafsir Al-Quran: Perbedaan...
Tafsir Al-Qur'an: Perbedaan Metode Maudhu'i dengan Metode Analisis
Metode Tematik dalam...
Metode Tematik dalam Tafsir Al-Quran Menurut Quraish Shihab
Kisah Utsman bin Affan...
Kisah Utsman bin Affan Membakar Mushaf Al-Quran, selain Mushafnya Sendiri
Wahyu-Wahyu Al-Quran...
Wahyu-Wahyu Al-Qur'an Gath'iy al-Wurud: Berbeda dengan Hadis
Rekomendasi
Fenomena Cahaya Aneh...
Fenomena Cahaya Aneh Berwarna-warni Terlihat di Langit Kanada
Bak Kisah Nabi Yunus,...
Bak Kisah Nabi Yunus, Penyelam Selamat Setelah Ditelan Ikan Paus
5 Tanda Kiamat dari...
5 Tanda Kiamat dari Bawah Tanah, Nomor 1 dan 3 Sudah Terjadi di Indonesia
Artikel Terkini
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved