Imam Syafii: Ilmu itu Bagaikan Binatang Buruan, Menulis Adalah Ikatannya
Senin, 09 Agustus 2021 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Imam asy-Syafi’i amat senang dengan syair dan ilmu bahasa, terlebih lagi ketika ia mengambilnya dari suku Hudzail yang dikenal sebagai suku Arab paling fasih. Banyak bait-bait syair yang dihafalnya dari orang-orang Hudzail selama interaksinya bersama mereka. Di samping syair, beliau juga menggemari sejarah dan peperangan bangsa Arab serta sastra.
Kapasitas keilmuannya dalam bahasa Arab tidak dapat diragukan lagi, bahkan seorang imam bahasa Arab, al-Ashmu’i mengakui kapasitasnya dan mentashhih sya’ir-sya’ir Hudzail kepadanya.
Di samping itu, imam asy-Syafi’i juga seorang yang bacaan al-Qur’annya amat merdu sehingga membuat orang yang mendengarnya menangis bahkan pingsan. Hal ini diceritakan oleh Ibn Nashr yang berkata, “Bila kami ingin menangis, masing-masing kami berkata kepada yang lainnya, ‘bangkitlah menuju pemuda al-Muththaliby yang sedang membaca al-Qur’an,” dan bila kami sudah mendatanginya sedang shalat di al-Haram seraya memulai bacaan alQur’an, orang-orang merintih dan menangis tersedu-sedu saking merdu suaranya.
Bila melihat kondisi orang-orang seperti itu, ia berhenti membacanya.
Baca juga: Ketika Imam Syafi'i Berdebat dengan Ulama Senior Mazhab Hanafi
Di akhir materinya, Dr Muhammad Ardiansyah menyampaikan syair Imam Syafi’i tentang pentingnya usaha dan berjuang dalam menuntut ilmu.
“Orang yang berakal dan beradab tidak betah terhadap suatu tempat. Oleh karenanya tinggalkan tempat kelahiran kamu untuk menuntut ilmu. Berangkat jauh ke sana, kalian akan mendapatkan apa yang kalian tinggalkan. Dan jangan pernah bosan untuk bersusah payah, karena hidup ini kenikmatannya didapatkan melalui kesusahan,” tutupnya.
Baca juga: Ketika Imam Syafi'i Dituduh Syiah Rafidhah, Ini yang Sebenarnya
Kapasitas keilmuannya dalam bahasa Arab tidak dapat diragukan lagi, bahkan seorang imam bahasa Arab, al-Ashmu’i mengakui kapasitasnya dan mentashhih sya’ir-sya’ir Hudzail kepadanya.
Di samping itu, imam asy-Syafi’i juga seorang yang bacaan al-Qur’annya amat merdu sehingga membuat orang yang mendengarnya menangis bahkan pingsan. Hal ini diceritakan oleh Ibn Nashr yang berkata, “Bila kami ingin menangis, masing-masing kami berkata kepada yang lainnya, ‘bangkitlah menuju pemuda al-Muththaliby yang sedang membaca al-Qur’an,” dan bila kami sudah mendatanginya sedang shalat di al-Haram seraya memulai bacaan alQur’an, orang-orang merintih dan menangis tersedu-sedu saking merdu suaranya.
Bila melihat kondisi orang-orang seperti itu, ia berhenti membacanya.
Baca juga: Ketika Imam Syafi'i Berdebat dengan Ulama Senior Mazhab Hanafi
Di akhir materinya, Dr Muhammad Ardiansyah menyampaikan syair Imam Syafi’i tentang pentingnya usaha dan berjuang dalam menuntut ilmu.
“Orang yang berakal dan beradab tidak betah terhadap suatu tempat. Oleh karenanya tinggalkan tempat kelahiran kamu untuk menuntut ilmu. Berangkat jauh ke sana, kalian akan mendapatkan apa yang kalian tinggalkan. Dan jangan pernah bosan untuk bersusah payah, karena hidup ini kenikmatannya didapatkan melalui kesusahan,” tutupnya.
Baca juga: Ketika Imam Syafi'i Dituduh Syiah Rafidhah, Ini yang Sebenarnya
(mhy)
Lihat Juga :