Masjid Kwitang, Saksi Kedekatan Soekarno dengan Habib Ali Habsyi (2/Tamat)

Jum'at, 13 Agustus 2021 - 05:00 WIB
loading...
Masjid Kwitang, Saksi...
Presiden Soekarno, Habib Ali Al-Habsyi (Kwitang) dan Kiyai Mansur. Foto/Arsip Pustaka Lutfiyah
A A A
Presiden RI pertama Ir Soekarno dan Habib Ali Bin Abdurrahman Al-Habsyi (Kwitang, Jakarta) adalah dua tokoh yang punya andil besar memperjuangkan Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.

Bung Karno adalah salah satu Founding Fathers Indonesia (bapak pendiri bangsa) dan Habib Ali Al-Habsyi(1870–1968) adalah tokoh ulama yang berjasa menetapkan hari dan tanggal proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

Baca Juga: Habib Ali Al-Habsyi Kwitang, Tokoh Ulama Penentu Tanggal Kemerdekaan RI

Kedekatan Soekarno dengan Habib Ali Al-Habsyi patut diapresiasi karena telah berjasa memperjuangkan eksistensi bangsa ini. Kedua tokoh ini sering bertemu, dan Masjid Kwitang (Masjid Al-Riyadh yang berlokasi di Jalan Kembang IV, Kwitang, Senen Jakarta Pusat) menjadi saksinya.

Sholat Jumat Bersama di Masjid Kwitang
Masjid Kwitang, Saksi Kedekatan Soekarno dengan Habib Ali Habsyi (2/Tamat)

Siang itu, Jumat 13 November 1942 Masjid Kwitang sesak dipenuhi kaum muslimin. Tak seperti biasanya, Masjid tempat Habib Ali Al-Habsyi berdakwah itu kedatangan tamu istimewa, Soekarno dan beberapa tokoh pemimpin kala itu.

Pendiri Pustaka Lutfiyah Ustaz Anto Djibril dalam koleksi arsipnya yang bersumber dari Koran Asia Raya mengabadikan momen sholat Jumat Soekarno dan sejumlah pemimpin di Masjid Kwitang. Perhatian para kaum muslimin pada hari itu luar biasa karena pemimpin bangsa di antaranya Ir Soekarno, Kiyai Mansur, Drs Hatta, Kiyai Wondoamiseno, Mr Samsudin sholat Jumat di sana.

Di dalam masjid tak ada tempat yang tidak diduduki kaum muslimin. Bahkan di luar masjid, di tangga-tangga sekelilingnya banyak orang yang sembahyang. Ketika itu Habib Ali Al-Habsyi bertindak sebagai khatib Jumat.

Khutbah Pertama Habib Ali Al-Habsyi dengan Bahasa Indonesia
Hari itu Jumat (13/11/1942), Habib Ali Al-Habsyi menyampaikan khutbah Jumat dengan Bahasa Indonesia. Khutbah berbahasa Indonesia ini pertama kali dilakukan Habib Ali. Biasanya beliau menyampaikan khutbah berbahasa Arab apabila menjadi khatib Jumat di Masjid Al-Riyadh itu.

Habib Ali memulai khutbah Jumat dengan bahasa Indonesia agar Bung Karno bisa ikut menyampaikan khutbahnya di hadapan kaum muslimin. Inilah salah satu wujud penghargaan Habib Ali kepada Bung Karno.

Setelah mengucap syukur kehadirat Allah dengan menyampaikan segala puji dan doa kepada-Nya, Habib Ali Al-Habsyi menyampaikan khutbahnya dengan ringkas. Berikut pesan Habib Ali-Habsyi: "Sekarang kita sama-sama merasakan menginjak zaman baru. Kita harus memuji syukur kehadirat Allah subhanahu wata'ala yang telah melimpahkan karunia-Nya kepada umat Islam Indonesia seluruhnya. Bahwa kita telah merasakan sendiri nikmat dan lezatnya perubahan-perubahan yang kita peroleh dan rasakan pada zaman baru ini. Sehingga perubahan itu sampai juga ke dalam urusan agama yang terbukti pada hari ini dan seterusnya kami akan berkhutbah dengan terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ustaz Budi Ashari: Indonesia...
Ustaz Budi Ashari: Indonesia Pernah Besar dengan Ilmu dan Islam
2 Hal yang Menyatukan...
2 Hal yang Menyatukan dan Menggerakkan Kemerdekaan
Habib Umar: Indonesia...
Habib Umar: Indonesia Negeri yang Paling Dijaga Allah
Masjid Kwitang, Saksi...
Masjid Kwitang, Saksi Sejarah Kedekatan Soekarno dengan Habib Ali Al-Habsyi (1)
Habib Ali Al-Habsyi...
Habib Ali Al-Habsyi Kwitang, Tokoh Ulama Penentu Tanggal Kemerdekaan RI
Rekomendasi
Ratusan Laba-laba Berjatuhan...
Ratusan Laba-laba Berjatuhan dari Langit, Ini Penyebabnya
Kerak Bumi Terdeteksi...
Kerak Bumi Terdeteksi Terus-menerus Menurun, Ini Dampaknya
Tertua di Dunia, Seni...
Tertua di Dunia, Seni Lukis Sulawesi Diklaim Dibuat oleh Nenek Moyang Manusia
Artikel Terkini
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Infografis
Tujuh Negara di Eropa...
Tujuh Negara di Eropa dengan Jumlah Masjid Terbanyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved