Masjid Kwitang, Saksi Kedekatan Soekarno dengan Habib Ali Habsyi (2/Tamat)
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Pesan Kiyai Mansur
Kiyai Mansur yang berbicara atas nama Ir Soekarno menyatakan kegirangan hatinya atas perubahan pada masa sekarang ini, semua umat Islam senantiasa melakukan perintah Tuhan. Karena keyakinan dan ketabahan hati pada pesuruh Allah, kepada sekalian kaum muslimin dilimpahkan nikmat dan nikmat yang dikaruniakan Allah ini haruslah dijaga dan dipelihara baik-baik.Demikian pula nikmat persatuan tidak boleh diabaikan. Jika tidak pandai menjaga nikmat tadi, niscayalah kita akan menjadi hina dina dan tersia-sia.
Walaupun Kiyai Mansur telah berbicara atas nama Ir Soekarno, akan tetapi kaum muslimin yang berada di dalam masjid nampaknya tidak merasa puas. Oleh karena itu dimintalah Bung Karno mengeluarkan beberapa patah perkataan.
Berikut Pesan Ir Soekarno
Memperkuatkan apa yang telah diuraikan dan diterangkan oleh Kiyai Mansur dan mengemukakan bahwa dalam pancaroba seperti sekarang ini perlu persatuan yang teguh-kuat yang harus dipelihara dengan seksama.
Jika apa yang diamanatkan oleh Nabi kita shallallahu 'alaihi wasallam kita lakukan, sudah tentu keluhuran bangsa kita bisa tercapai. Dulu, bangsa kita dipandang hina, akan tetapi kini setelah timbul perubahan, setelah kekuasaan Belanda dilenyapkan oleh balatentara Dai Nippon, bangsa Indonesia mendapat penghargaan.
Bung Karno menasehatkan supaya kaum muslimin jangan lagi seperti di masa Belanda dulu. Perkara kecil-kecil ditiup-tiup, satu sama lain tidak sesuai, tidak ada persatuan seolah-olah benteng keislaman kita tumbang dan runtuh.
Referensi:
Arsip Pustaka Lutfiyah-Ustaz Anto Djibril
Baca Juga: Masjid Kwitang, Saksi Sejarah Kedekatan Soekarno dengan Habib Ali Al-Habsyi (1)
![Masjid Kwitang, Saksi Kedekatan Soekarno dengan Habib Ali Habsyi (2/Tamat)]()
Kiyai Mansur yang berbicara atas nama Ir Soekarno menyatakan kegirangan hatinya atas perubahan pada masa sekarang ini, semua umat Islam senantiasa melakukan perintah Tuhan. Karena keyakinan dan ketabahan hati pada pesuruh Allah, kepada sekalian kaum muslimin dilimpahkan nikmat dan nikmat yang dikaruniakan Allah ini haruslah dijaga dan dipelihara baik-baik.Demikian pula nikmat persatuan tidak boleh diabaikan. Jika tidak pandai menjaga nikmat tadi, niscayalah kita akan menjadi hina dina dan tersia-sia.
Walaupun Kiyai Mansur telah berbicara atas nama Ir Soekarno, akan tetapi kaum muslimin yang berada di dalam masjid nampaknya tidak merasa puas. Oleh karena itu dimintalah Bung Karno mengeluarkan beberapa patah perkataan.
Berikut Pesan Ir Soekarno
Memperkuatkan apa yang telah diuraikan dan diterangkan oleh Kiyai Mansur dan mengemukakan bahwa dalam pancaroba seperti sekarang ini perlu persatuan yang teguh-kuat yang harus dipelihara dengan seksama.
Jika apa yang diamanatkan oleh Nabi kita shallallahu 'alaihi wasallam kita lakukan, sudah tentu keluhuran bangsa kita bisa tercapai. Dulu, bangsa kita dipandang hina, akan tetapi kini setelah timbul perubahan, setelah kekuasaan Belanda dilenyapkan oleh balatentara Dai Nippon, bangsa Indonesia mendapat penghargaan.
Bung Karno menasehatkan supaya kaum muslimin jangan lagi seperti di masa Belanda dulu. Perkara kecil-kecil ditiup-tiup, satu sama lain tidak sesuai, tidak ada persatuan seolah-olah benteng keislaman kita tumbang dan runtuh.
Referensi:
Arsip Pustaka Lutfiyah-Ustaz Anto Djibril
Baca Juga: Masjid Kwitang, Saksi Sejarah Kedekatan Soekarno dengan Habib Ali Al-Habsyi (1)

(rhs)
Lihat Juga :