Memperbaiki dan Meluruskan Niat

loading...
Memperbaiki dan Meluruskan Niat
Seorang hamba harus terus berupaya memperbaiki niat dan meluruskannya. Dengan demikian, apa yang dia lakukan berbuah kebaikan. Foto ilustrasi/ist
Dalam melaksanakan ibadah, fungsi niat sangatlah penting. Karena itu, setiap muslim dan muslimah harus senantiasa memperbaiki niat dalam ibadahnya, yaitu ikhlas untuk Allah semata.

Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Amalan-amalan itu hanyalah tergantung dengan niatnya. Dan setiap orang hanyalah mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan. Barang siapa yang amalan hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, hijrahnya itu karena Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin ia peroleh atau karena wanita yang ingin ia nikahi, hijrahnya itu menuju apa yang dia niatkan’.” (HR Bukhari dan Muslim)



(Baca juga :Hakikatnya untuk Diri Sendiri, Maka Berikan Sedekah dengan Harta Terbaik)

Untuk itu, seorang hamba harus terus berupaya memperbaiki niat dan meluruskannya. Dengan demikian, apa yang dia lakukan berbuah kebaikan. Memperbaiki niat perlu mujahadah (kesungguh-sungguhan dengan mencurahkan segala daya upaya).

Niat secara bahasa artinya kehendak,rencana dan tujuan atas sesuatu. Dalam istilah para ulama, niat dimaksudkan untuk dua pengertian : Pertama, niat dalam pengertian kehendak hati yang membedakan antara satu ibadah dengan ibadah yang lain, seperti membedakan salat wajib dzuhur dari salat wajib Ashar atau yang membedakan shaum Ramadhan dengan shaum Nadzar.



(Baca juga :Belajar Arti Cinta dan Persahabatan dari Salman Al Farisi)
halaman ke-1 dari 4
cover top ayah
وَلَا تَقۡفُ مَا لَـيۡسَ لَـكَ بِهٖ عِلۡمٌ‌ ؕ اِنَّ السَّمۡعَ وَالۡبَصَرَ وَالۡفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤٮِٕكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡـُٔوۡلًا
Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.

(QS. Al-Isra:36)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video