Kisah Bijak Para Sufi: Orang yang Waktunya Keliru

Senin, 01 Juni 2020 - 08:16 WIB
loading...
Kisah Bijak Para Sufi:...
Saudagar itu tak dapat menahan diri dan berseru, tetapi, kenapa yang Mulia tidak menjadikan hamba, raja, sejak pertama kali hamba datang menghadap. Foto/Ilustrasi/Ist?
A A A
PADA zaman dahulu, ada seorang saudagar kaya yang tinggal di Baghdad . Ia mempunyai sebuah rumah besar, tanah yang luas dan sempit, dan puluhan kapal yang berlayar ke Hindia mengangkut berbagai muatan berharga. Ia telah mendapatkan kekayaan tersebut lewat warisan, kerja keras, keberuntungan, dan juga atas nasihat baik dan petunjuk dari Raja Negeri Barat, demikianlah Sultan Cordoba disebut pada masa itu.

Kemudian, masalah terjadi. Seorang penindas lalim merampas tanah dan rumah-rumah miliknya. Kapal-kapalnya yang sedang berlayar ke Hindia dihempas badai; bencana menimpa keluarganya dan rumahnya yang besar itu. Bahkan, teman-teman terdekatnya tampak kehilangan kuasa untuk tetap menjalin hubungan yang serasi dengannya, meskipun ia dan teman-temannya itu ingin membangun hubungan silaturahmi yang baik.

Baca juga: Abu Nawas dan Enam Ekor Lembu Berjenggot yang Pandai Bicara

Saudagar itu pun memutuskan untuk mengadakan perjalanan ke Spanyol menemui bekas penasihatnya, dan berkelanalah ia melintasi Padang Pasir Barat. Selama dalam perjalanan, peristiwa demi peristiwa terjadi atasnya.

Keledainya mati, ia di tangkap oleh para penyamun dan dijual sebagai budak, namun berhasil melarikan diri dengan susah payah; wajahnya terbakar matahari sampai melegam seperti kulit binatang; penduduk yang kasar mengusirnya pergi dari depan pintu rumah mereka.

Di berbagai tempat ada saja seorang darwis yang memberinya sepotong roti dan kain untuk dikenakan. Kadang-kadang, ia bisa meneguk beberapa teguk air segar dari sebuah kolam, namun lebih sering didapatnya air payau.

Akhirnya, sampailah ia di pintu gerbang istana Raja Negeri Barat.

Di sana pun ia menghadapi kesulitan terbesar untuk bisa masuk ke istana. Para pengawal mendorongnya pergi menggunakan pangkal tombak, sebab pengurus istana menolak menemuinya. Ia terpaksa bekerja sebagai seorang pegawai kecil di istana sampai uang simpanannya cukup untuk membeli setelan pakaian yang layak dipakai ketika mendaftar pada Pengurus Rumah Tangga Kerajaan agar diperbolehkan menghadap Yang Mulia Raja.

Baca Juga: Baginda Percaya Nggak Percaya, Abu Nawas Bisa ke Bulan

Tetapi, orang itu mengenang kedekatannya dengan Sang Raja, dan ingatan tentang kebaikan Sultan padanya sekian waktu lampau masih membekas dalam pikiramya. Namun, karena ia telah begitu lama berada dalam keadaan miskin dan susah, tata kramanya telah pudar, dan Pengurus Istana memutuskan bahwa orang itu harus mempelajari kembali cara perilaku dan penguasaan diri sebelum diperbolehkan menemui Sang Raja.

Segala hambatan tersebut dilalui oleh Saudagar itu sampai tiga tahun semenjak kepergiannya dari Baghdad, ia diperkenankan memasuki aula kerajaan.

Sang Raja pun langsung mengenali Si Saudagar, lalu menanyakan hal ikhwalnya, dan memintanya duduk di kursi kehormatan di sebelah Raja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
15 Hikmah Isra Mikraj...
15 Hikmah Isra Mikraj bagi Kehidupan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rahasia dan Hikmah Hujan...
Rahasia dan Hikmah Hujan Menurut Islam, Begini Penjelasannya
Kisah Hikmah : Rumah...
Kisah Hikmah : Rumah dan Tamunya yang Mencari Jalan
Kisah Hikmah : Roti...
Kisah Hikmah : Roti dan Permata, Ketika Takdir Telah Campur Tangan
5 Keutamaan dan Hikmah...
5 Keutamaan dan Hikmah Salat Berjamaah bagi Umat Islam
Hikmah Disyariatkannya...
Hikmah Disyariatkannya Mandi Junub bagi Muslim yang Berhadas Besar
Rekomendasi
Patahan Bumi Keluarkan...
Patahan Bumi Keluarkan Gelembung, Ilmuwan Minta Waspadai Bencana Alam Besar
Topeng dari Giok Berusia...
Topeng dari Giok Berusia 1.700 Tahun Ditemukan di Piramida Maya
Debu Gurun Sahara Diprediksi...
Debu Gurun Sahara Diprediksi Akan Menutupi Wilayah AS Minggu Ini
Artikel Terkini
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Cemas karena Ekonomi...
Cemas karena Ekonomi Terpuruk? Baca Doa Ini Bakda Ashar Hari Jumat, InsyaAllah Mustajab!
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved