Kisah Penggali Kubur Menyetubuhi Mayat yang Membuat Rasulullah SAW Marah
Kamis, 30 September 2021 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Dia bersumpah tak akan keluar dari gua sebelum Allah memaafkannya dan menyampaikan ampunannya itu lewat Rasulullah SAW. Setelah 40 hari, tubuh dan wajah pemuda itu berubah drastis. Selama di dalam gua, dia hanya bertahan hidup dengan makanan yang dia temukan dalam gua.
Ia berdoa: ”Oh tuhannya Nabi Muhammad, Tuhan Nabi Adam dan Hawa jika aku telah engkau ampuni sampaikanlah kepada Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Namun jika kau menolak tobatku ini, bakarlah aku di dunia dan bebaskan aku dari siksa di akhirat. Sungguh saya tidak akan sanggup menerima siksamu di akhirat kelak.”
Bersamaan dengan itu Allah mengutus malaikat Jibril untuk menemui Rasulullah SAW.
“Wahai Muhammad, Allah menyampaikan salam kepadamu, dan Allah bertanya: Apakah engkau yang menciptakan makhluk?” tanya Malaikat Jibril.
“Allah yang menciptakan diriku dan semua makhluk” jawab Rasulullah
“Apakah engkau yang memberikan rezeki kepada mereka?” tanya Jibril
“Tidak. Hanya Allah yang mampu memberikan rezeki kepada makhluknya,” jawab Rasulullah
“Apakah engkau yang menerima tobat mereka atau engkau yang menghukum mereka atas dosa-dosa mereka?” tanya malaikat Jibril.
“Maha suci Allah yang maha memberi pengampunan,” jawab Rasulullah
“Wahai Muhammad, Allah berfirman: Maafkanlah hambaku, karena aku telah mengampuninya,” kata malaikat Jibril.
Lalu turunlah ayat:
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS Ali Imran [3]: 135)
Selanjutnya, Rasulullah SAW memanggil pemuda tersebut dan memberitahukan bahwa Allah telah mengampuni dosanya dan menerima tobatnya. Tak lama kemudian pemuda ini meninggal dunia.
Baca juga: Hati-hati, 8 Perkara Ini Menjerumuskan Lisan ke Dalam Dosa Besar
Ia berdoa: ”Oh tuhannya Nabi Muhammad, Tuhan Nabi Adam dan Hawa jika aku telah engkau ampuni sampaikanlah kepada Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Namun jika kau menolak tobatku ini, bakarlah aku di dunia dan bebaskan aku dari siksa di akhirat. Sungguh saya tidak akan sanggup menerima siksamu di akhirat kelak.”
Bersamaan dengan itu Allah mengutus malaikat Jibril untuk menemui Rasulullah SAW.
“Wahai Muhammad, Allah menyampaikan salam kepadamu, dan Allah bertanya: Apakah engkau yang menciptakan makhluk?” tanya Malaikat Jibril.
“Allah yang menciptakan diriku dan semua makhluk” jawab Rasulullah
“Apakah engkau yang memberikan rezeki kepada mereka?” tanya Jibril
“Tidak. Hanya Allah yang mampu memberikan rezeki kepada makhluknya,” jawab Rasulullah
“Apakah engkau yang menerima tobat mereka atau engkau yang menghukum mereka atas dosa-dosa mereka?” tanya malaikat Jibril.
“Maha suci Allah yang maha memberi pengampunan,” jawab Rasulullah
“Wahai Muhammad, Allah berfirman: Maafkanlah hambaku, karena aku telah mengampuninya,” kata malaikat Jibril.
Lalu turunlah ayat:
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS Ali Imran [3]: 135)
Selanjutnya, Rasulullah SAW memanggil pemuda tersebut dan memberitahukan bahwa Allah telah mengampuni dosanya dan menerima tobatnya. Tak lama kemudian pemuda ini meninggal dunia.
Baca juga: Hati-hati, 8 Perkara Ini Menjerumuskan Lisan ke Dalam Dosa Besar
(mhy)
Lihat Juga :