Ketika Hasan al-Basri dengan Rabiah al-Adawiyah Saling Tunjukkan Karamah
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 09:10 WIB
loading...
A
A
A
“Hasan,” jawab Rabiah, “ketika engkau memperlihatkan karamahmu di depan orang-orang, semestinya itu adalah sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh siapapun.”
Rabiah kemudian melemparkan sajadahnya ke udara, dan dia naik ke atasnya.
“Kemarilah Hasan, di mana orang-orang dapat melihat kita!” serunya.
Hasan, yang belum mencapai tingkatan seperti itu, tidak dapat berkata apa-apa. Rabiah berusaha menghiburnya.
“Hasan,” katanya, “Apa yang engkau lakukan juga dilakukan ikan, dan apa yang kulakukan juga dilakukan lalat. Urusan yang sebenarnya berada di luar kedua karamah ini. Seseorang harus menetapkan dirinya sendiri ke urusan yang lebih nyata.”
Baca juga: Teguran Tuhan kepada Hasan Al-Bashri Lewat Mimpi: Tuhan Melihat Hatimu
Jari yang Bercahaya
Suatu malam, Hasan dengan dua atau tiga temannya pergi mengunjungi Rabiah. Rabiah tidak memiliki lentera. Hasan dan kawan-kawannya berpikir alangkah lebih baiknya jika di sana ada cahaya. Rabiah kemudian meniup jarinya, dan sejak malam itu hingga subuh, jari Rabiah bersinar seperti lentera, dan mereka dapat duduk bersama dengan disinari oleh cahaya.
“Jika ada yang bertanya, ‘Bagaimana ini bisa terjadi?’ Aku akan menjawab, ‘Sama seperti tangan Musa .’ Jika mereka keberatan dan menyanggah, ‘Tetapi Musa adalah seorang nabi,’ aku akan menjawab, ‘Siapa pun yang mengikuti jejak Nabi dapat memiliki setitik kenabian,’ seperti yang pernah dikatakan oleh Nabi sendiri, ‘Barangsiapa yang menolak hal-hal yang tidak berarti dari sesuatu yang haram, (maka dia) telah mencapai tingkat kenabian.’ Dia juga berkata, ‘Mimpi yang benar adalah satu per empat puluh dari kenabian,’,” kata Rabiah.
Baca juga: Kisah Sufi Wanita Rabi'ah Al-Adawiyah yang Mengagumkan, Majikannya Pun Kaget
Rabiah kemudian melemparkan sajadahnya ke udara, dan dia naik ke atasnya.
“Kemarilah Hasan, di mana orang-orang dapat melihat kita!” serunya.
Hasan, yang belum mencapai tingkatan seperti itu, tidak dapat berkata apa-apa. Rabiah berusaha menghiburnya.
“Hasan,” katanya, “Apa yang engkau lakukan juga dilakukan ikan, dan apa yang kulakukan juga dilakukan lalat. Urusan yang sebenarnya berada di luar kedua karamah ini. Seseorang harus menetapkan dirinya sendiri ke urusan yang lebih nyata.”
Baca juga: Teguran Tuhan kepada Hasan Al-Bashri Lewat Mimpi: Tuhan Melihat Hatimu
Jari yang Bercahaya
Suatu malam, Hasan dengan dua atau tiga temannya pergi mengunjungi Rabiah. Rabiah tidak memiliki lentera. Hasan dan kawan-kawannya berpikir alangkah lebih baiknya jika di sana ada cahaya. Rabiah kemudian meniup jarinya, dan sejak malam itu hingga subuh, jari Rabiah bersinar seperti lentera, dan mereka dapat duduk bersama dengan disinari oleh cahaya.
“Jika ada yang bertanya, ‘Bagaimana ini bisa terjadi?’ Aku akan menjawab, ‘Sama seperti tangan Musa .’ Jika mereka keberatan dan menyanggah, ‘Tetapi Musa adalah seorang nabi,’ aku akan menjawab, ‘Siapa pun yang mengikuti jejak Nabi dapat memiliki setitik kenabian,’ seperti yang pernah dikatakan oleh Nabi sendiri, ‘Barangsiapa yang menolak hal-hal yang tidak berarti dari sesuatu yang haram, (maka dia) telah mencapai tingkat kenabian.’ Dia juga berkata, ‘Mimpi yang benar adalah satu per empat puluh dari kenabian,’,” kata Rabiah.
Baca juga: Kisah Sufi Wanita Rabi'ah Al-Adawiyah yang Mengagumkan, Majikannya Pun Kaget
(mhy)
Lihat Juga :