Hadits yang Jelaskan Waktu Ijabah Doa di Hari Jumat
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 08:58 WIB
loading...
A
A
A
Barangsiapa duduk di masjid untuk menunggu sholat, maka dia berada dalam sholat dan berdoa kepada Rabb-nya sesuai dengan keinginannya berupa kebaikan dunia dan akhirat, yang ia berada pada waktu yang sangat agung lagi berharga, saat Allah akan mengabulkan doa. Yaitu saat Allah melimpahkan karunia kepada hamba-hamba-Nya.
Orang yang diharamkan adalah yang diharamkan dari kebaikannya dan yang berbahagia adalah yang memanfaatkannya dan menyibukkan diri di dalamnya serta menyiapkan diri menyambutnya. Sehingga Allah tidak melihat Anda pada waktu itu dalam keadaan lengah dan lalai.
Baca juga: Memperbanyak Shalawat di Hari Jumat dan Raih 4 Keutamaannya
Ibnu Majah meriwayatkan dengan sanad yang hasan:
“Dari ‘Abdullah bin Salam Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, aku berkata ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tengah duduk, ‘Sesungguhnya kami mendapatkan di dalam kitab Allah, pada hari Jum’at terdapat satu waktu yang tidaklah seorang hamba mukmin bertepatan dengannya sedang dia berdo’a memohon sesuatu kepada Allah pada saat itu melainkan Dia akan memenuhi kebutuhannya.’
‘Abdullah mengatakan, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan kepadaku atau sebagian waktu. Lalu aku katakan, ‘Engkau benar atau sebagian waktu.’
Maka aku tanyakan, “Kapan waktu itu?”
Beliau menjawab, “Yaitu akhir waktu siang.”
Lalu kukatakan, “Ia bukan waktu sholat?”
Beliau menjawab, “Benar, sesungguhnya seorang hamba mukmin jika mengerjakan sholat kemudian duduk, yang dia tidak tertahan kecuali oleh sholat, maka dia dalam keadaan shalat.”
Orang yang diharamkan adalah yang diharamkan dari kebaikannya dan yang berbahagia adalah yang memanfaatkannya dan menyibukkan diri di dalamnya serta menyiapkan diri menyambutnya. Sehingga Allah tidak melihat Anda pada waktu itu dalam keadaan lengah dan lalai.
Baca juga: Memperbanyak Shalawat di Hari Jumat dan Raih 4 Keutamaannya
Ibnu Majah meriwayatkan dengan sanad yang hasan:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَلاَمٍ قَالَ: قُلْتُ وَرَسُولُ اللهِ جَـالِسٌ إِنَّا لَنَجِدُ فِي كِتَابِ اللهِ فِي يَوْمُِ الْجُمُعَةِ سَـاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُؤْمِنٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ فِيهَا شَيْئًا إِلاَّ قَضَى لَهُ حَاجَتَهُ، قَالَ عَبْدُ اللهِ: فَأَشَارَ إِلَيَّ رَسُولُ اللهِ أَوْ بَعْضُ سَاعَةٍ، فَقُلْتُ: صَدَقْتَ أَوْ بَعْضُ سَاعَةٍ، قُلْتُ: أَيُّ سَاعَةٍ هِيَ؟ قَالَ: هِيَ آخِرُ سَاعَاتِ النَّهَارِ، قُلْتُ: إِنَّهَا لَيْسَتْ سَاعَةَ صَلاَةٍ؟ قَالَ: بَلَى إِنَّ الْعَبْدَ الْمُؤْمِنَ إِذَا صَلَّى ثُمَّ جَلَسَ لاَ يَحْبِسُهُ إِلاَّ الصَّلاَةُ فَهُوَ فِي الصَّلاَةِ.
“Dari ‘Abdullah bin Salam Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, aku berkata ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tengah duduk, ‘Sesungguhnya kami mendapatkan di dalam kitab Allah, pada hari Jum’at terdapat satu waktu yang tidaklah seorang hamba mukmin bertepatan dengannya sedang dia berdo’a memohon sesuatu kepada Allah pada saat itu melainkan Dia akan memenuhi kebutuhannya.’
‘Abdullah mengatakan, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan kepadaku atau sebagian waktu. Lalu aku katakan, ‘Engkau benar atau sebagian waktu.’
Maka aku tanyakan, “Kapan waktu itu?”
Beliau menjawab, “Yaitu akhir waktu siang.”
Lalu kukatakan, “Ia bukan waktu sholat?”
Beliau menjawab, “Benar, sesungguhnya seorang hamba mukmin jika mengerjakan sholat kemudian duduk, yang dia tidak tertahan kecuali oleh sholat, maka dia dalam keadaan shalat.”
Lihat Juga :