Amalan Ringan di Waktu Fajar yang Banjir Pahala
Minggu, 17 Oktober 2021 - 18:21 WIB
loading...
Setiap muslim dan muslimah hendaknya mengisi waktu fajar tersebut dengan sesuatu yang baik, mulai dari bangun pagi salat tahajjud hingga dzikir dan membaca Al-Quran. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Waktu fajar merupakan waktu krusial yang penuh dengan pahala dan berkah . Untuk itu, setiap muslim dan muslimah hendaknya mengisi waktu fajar tersebut dengan sesuatu yang baik, mulai dari bangun pagi salat tahajjud hingga dzikir dan membaca Al-Qur'an.
Namun, ada juga beberapa amalan sunnah dari Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam yang bisa kita lakukan di waktu fajar tersebut. Amalan ringan ini memberikan pahala yang besar bagi yang melakukannya.
Baca juga: Amalan Ringan yang Berpahala Besar untuk Para Suami
Dikutip dari buku 'Belajar Sunnah Nabi Sehari-hari' yang ditulis Junaidi Ahmad, berikut beberapa amalan di waktu fajar yang biasa dilakukan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, yakni:
1. Membaca doa saat bangun tidur
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menganjurkan umatnya untuk membaca doa setelah bangun tidur. Sebagaimana hadis dari Hudzaifah bin AL-Yaman, dia mengatakan,
"Biasanya Rasulullah ketika bangun dari tidurnya beliau berdoa, "Alhamdulillahilladzi ahyaana ba'da maa amaatana wa ilaihin nusyuur" (Segala puji bagi Allah yang menghidupkanku dan mematikanku dan kepada-Nya lah kita dikembalikan)." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis lainnya, dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
"Apabila salah seorang dari kalian bangun dari tidur, hendaknya dia mengucapkan, "Alhamdulillahilladzi afaaniy fii jasadiy, wa rodda 'alayya ruhiy, wa adzina lii bi dzikrihi (segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan telah mengembalikan ruhku serta mengizinkanku untuk berdzikir kepada-Nya" (HR. Tirmidzi).
2. Menatap langit dan membaca 10 ayat terakhir surah Ali Imran
Ibnu Abbas menceritakan, "Ia menginap pada suatu malam di rumah Maimunah, istri Nabi dan ia adalah bibinya. Aku berbaring di sisi bantal, sementara Rasulullah dan istrinya berbaring di sepanjangnya. Rasulullah tidur. Hingga pada waktu pertengahan malam, atau sedikit sebelumnya, atau sedikit setelahnya, Rasulullah bangun, duduk dan mengusap kedua matanya dengan tangannya. Lalu beliau membaca ayat-ayat penutup Ai Imran lalu bangkit dan mengambil kantong air yang tergantung, lalu berwudhu menggunakan air tersebut dan memperbagus wudhunya, lalu berdiri dan salat." (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Setelah Meninggal, Siapa yang Menjadi Harapan Kita untuk Mendulang Pahala?
3. Mengusap bekas tidur di wajah
Namun, ada juga beberapa amalan sunnah dari Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam yang bisa kita lakukan di waktu fajar tersebut. Amalan ringan ini memberikan pahala yang besar bagi yang melakukannya.
Baca juga: Amalan Ringan yang Berpahala Besar untuk Para Suami
Dikutip dari buku 'Belajar Sunnah Nabi Sehari-hari' yang ditulis Junaidi Ahmad, berikut beberapa amalan di waktu fajar yang biasa dilakukan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, yakni:
1. Membaca doa saat bangun tidur
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menganjurkan umatnya untuk membaca doa setelah bangun tidur. Sebagaimana hadis dari Hudzaifah bin AL-Yaman, dia mengatakan,
"Biasanya Rasulullah ketika bangun dari tidurnya beliau berdoa, "Alhamdulillahilladzi ahyaana ba'da maa amaatana wa ilaihin nusyuur" (Segala puji bagi Allah yang menghidupkanku dan mematikanku dan kepada-Nya lah kita dikembalikan)." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis lainnya, dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
"Apabila salah seorang dari kalian bangun dari tidur, hendaknya dia mengucapkan, "Alhamdulillahilladzi afaaniy fii jasadiy, wa rodda 'alayya ruhiy, wa adzina lii bi dzikrihi (segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan telah mengembalikan ruhku serta mengizinkanku untuk berdzikir kepada-Nya" (HR. Tirmidzi).
2. Menatap langit dan membaca 10 ayat terakhir surah Ali Imran
Ibnu Abbas menceritakan, "Ia menginap pada suatu malam di rumah Maimunah, istri Nabi dan ia adalah bibinya. Aku berbaring di sisi bantal, sementara Rasulullah dan istrinya berbaring di sepanjangnya. Rasulullah tidur. Hingga pada waktu pertengahan malam, atau sedikit sebelumnya, atau sedikit setelahnya, Rasulullah bangun, duduk dan mengusap kedua matanya dengan tangannya. Lalu beliau membaca ayat-ayat penutup Ai Imran lalu bangkit dan mengambil kantong air yang tergantung, lalu berwudhu menggunakan air tersebut dan memperbagus wudhunya, lalu berdiri dan salat." (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Setelah Meninggal, Siapa yang Menjadi Harapan Kita untuk Mendulang Pahala?
3. Mengusap bekas tidur di wajah
Lihat Juga :