Ciri-Ciri Terkena Penyakit Ain Menurut Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid

loading...
Ciri-Ciri Terkena Penyakit Ain Menurut Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid
Bentuk gangguan dari ain atau penyakit karena pandangan mata ini bisa berupa penyakit, kerusakan atau bahkan kematian. Foto ilustrasi/istimewa
Dalam Islam ‘ain adalah penyakit atau gangguan yang disebabkan pandangan mata. Bentuk gangguan dari ‘ain bisa berupa penyakit, kerusakan atau bahkan kematian. Bagaimana ciri-ciri seseorang yang terkena penyakit ain ini? Berikut penjelasan dari Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafidzahullah tentang ciri-ciri orang yang terkena penyakit ‘ain.

Baca juga: Mewaspadai 'Ain, Penyakit yang Bisa Mendahului Takdir

Beliau berkata,"orang-orang yang ahli ruqyah syar’iyyah menyebutkan beberapa tanda (gejala) yang bisa digunakan sebagai petunjuk bahwa seseorang terkena gangguan jin atau terkena penyakit ‘ain . Ini adalah tanda-tanda yang tidak pasti, terkadang berbeda-beda sesuai dengan keadaan, dan terkadang bertambah parah atau ringan pada keadaan yang lain.

Adapun ciri atau tanda-tanda terkena gangguan ‘ain, Syaikh Abdul Aziz As-Sadhan hafidzahullah berkata: “Tanda-tanda (‘ain) berikut ini, jika bukan karena penyakit jasmani (penyakit medis), maka umumnya dalam bentuk:

1. Sakit kepala yang berpindah-pindah
2. Pucat di wajah
3. Sering berkeringat dan buang air kecil
4. Nafsu makan lemah
5. Mati rasa
6. Panas atau dingin di anggota badan

Baca juga: Cinta Allah yang Diberikan kepada Hamba yang Ahli Tahajud

7. “deg-degan” di jantung (detak jantung yang cepat dan tidak beraturan)
8. Rasa sakit yang berpindah dari bawah punggung dan bahu
9. Bersedih dan merasa sempit (sesak) di dada
10. Berkeringat di malam hari
11. Perilaku (emosi) berlebihan, seperti ketakutan yang tidak wajar
12. Sering bersendawa, menguap atau terengah-engah
13. Menyendiri atau suka mengasingkan diri, diam atau malas bergerak
14. Senang (terlalu banyak) tidur
15. Adanya masalah kesehatan tertentu tanpa ada sebab-sebab medis yang diketahui.”

Tanda atau ciri-ciri tersebut atau sebagiannya bisa ditemukan tergantung pada kuat atau banyaknya ‘ain. [Ar-Ruqyah Syar’iyyah, hal. 10]

Baca juga: Setelah Meninggal, Siapa yang Menjadi Harapan Kita untuk Mendulang Pahala?

Wallahu A'lam

sumber:- Kitab Ar-Ruqyah Syar'iyyah
- permata sunnah
(wid)
cover top ayah
قُلۡ اِنَّ صَلَاتِىۡ وَنُسُكِىۡ وَ مَحۡيَاىَ وَمَمَاتِىۡ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَۙ
Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam. 

(QS. Al-An’am:162)
cover bottom ayah
preload video