Allah Bersalawat Kepada Nabi Muhammad SAW, Begini Penjelasannya
Kamis, 21 Oktober 2021 - 11:03 WIB
loading...
A
A
A
Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yusalluna ialah memberikan keberkahan.
Sufyan As-Sauri juga mengatakan bahwa salawat dari Allah adalah rahmat-Nya, dan salawat dari para malaikat adalah permohonan ampun bagi yang bersangkutan.
Baca juga: Pesan Nabi: Perbanyaklah Bersalawat Atasku di Hari Jumat
Salawat dari Allah SWT ialah firman-Nya, "Maha Suci lagi Maha Kudus, rahmat-Ku mendahului azab-Ku." Makna yang dimaksud dari ayat ini ialah Allah SWT memberitahukan kepada hamba-hamba-Nya tentang kedudukan hamba dan Nabi-Nya di kalangan makhluk-Nya yang tertinggi (para malaikat), bahwa Dia memujinya di kalangan para malaikat yang terdekat dengan-Nya, dan bahwa para malaikat pun ikut bersalawat untuknya.
Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada penghuni alam bawah (bumi) untuk bersalawat dan bersalam untuk Nabi SAW. Dengan demikian, maka terhimpunkanlah baginya pujian dari kalangan penduduk alam atas dan alam bawah.
Ibnu Abbas mengatakan salah seorang nabi kaum Bani Israil berkata kepada Nabi Musa as , "Apakah Tuhanmu pernah mengucapkan salawat?"
Maka Tuhan menyeru Musa, "Hai Musa, mereka menanyakan kepadamu, apakah Tuhanmu pernah mengucapkan salawat? Katakanlah, 'Ya.' Aku selalu bersalawat dan juga para malaikat-Ku buat para nabi dan para rasulĀKu."
Dan Allah SWT menurunkan kepada Nabi-Nya firman berikut: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS Al-Ahzab: 56)
Baca juga: Adab Bersalawat yang Diajarkan Habib Umar bin Hafizh
Salawat kepada Para Hamba
Homaidi Hamid yang pakar hukum Islam ini menerangkan bahwa Allah SWT dan para malaikat tidak hanya bersalawat kepada Nabi SAW, tetapi juga kepada para hamba-Nya yang beriman. Hal tersebut berdasarkan QS Al Ahzab ayat 41-43.
Sufyan As-Sauri juga mengatakan bahwa salawat dari Allah adalah rahmat-Nya, dan salawat dari para malaikat adalah permohonan ampun bagi yang bersangkutan.
Baca juga: Pesan Nabi: Perbanyaklah Bersalawat Atasku di Hari Jumat
Salawat dari Allah SWT ialah firman-Nya, "Maha Suci lagi Maha Kudus, rahmat-Ku mendahului azab-Ku." Makna yang dimaksud dari ayat ini ialah Allah SWT memberitahukan kepada hamba-hamba-Nya tentang kedudukan hamba dan Nabi-Nya di kalangan makhluk-Nya yang tertinggi (para malaikat), bahwa Dia memujinya di kalangan para malaikat yang terdekat dengan-Nya, dan bahwa para malaikat pun ikut bersalawat untuknya.
Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada penghuni alam bawah (bumi) untuk bersalawat dan bersalam untuk Nabi SAW. Dengan demikian, maka terhimpunkanlah baginya pujian dari kalangan penduduk alam atas dan alam bawah.
Ibnu Abbas mengatakan salah seorang nabi kaum Bani Israil berkata kepada Nabi Musa as , "Apakah Tuhanmu pernah mengucapkan salawat?"
Maka Tuhan menyeru Musa, "Hai Musa, mereka menanyakan kepadamu, apakah Tuhanmu pernah mengucapkan salawat? Katakanlah, 'Ya.' Aku selalu bersalawat dan juga para malaikat-Ku buat para nabi dan para rasulĀKu."
Dan Allah SWT menurunkan kepada Nabi-Nya firman berikut: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS Al-Ahzab: 56)
Baca juga: Adab Bersalawat yang Diajarkan Habib Umar bin Hafizh
Salawat kepada Para Hamba
Homaidi Hamid yang pakar hukum Islam ini menerangkan bahwa Allah SWT dan para malaikat tidak hanya bersalawat kepada Nabi SAW, tetapi juga kepada para hamba-Nya yang beriman. Hal tersebut berdasarkan QS Al Ahzab ayat 41-43.
Lihat Juga :