Abu Nawas Ternyata Perenang yang Tangguh, Baginda Berdecak Kagum

Kamis, 04 Juni 2020 - 09:12 WIB
loading...
Abu Nawas Ternyata Perenang...
Baginda terlihat sangat menyesal karena telah menyebabkan Abu Nawas menderita. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
Abu Nawas adalah pujangga Arab dan merupakan salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Penyair ulung sekaligus tokoh sufi ini mempunyai nama lengkap Abu Ali Al Hasan bin Hani Al Hakami dan hidup pada zaman Khalifah Harun Al-Rasyid di Baghdad (806-814 M). (Baca juga: Tata Krama Tinja Abu Nawas Terhadap Baginda )

Alkisah, pada suatu yang yang cerah Raja Harun Al Rasyid memanggil Abu Nawas. "Hari ini saya punya misi lain untukmu, Abu Nawas," titah Raja dengan wajah serius.

"Apa yang harus saya kerjakan, Yang Mulia?" tanya Abu Nawas penuh tanda tanya.

Baca juga: Abu Nawas Memang Debitur yang Cerdik, Tuan Tanah Kena Tipu

"Kau tahu bahwa kita punya teluk yang luas, bukan?" tanya Raja kemudian. "Menyedihkan sekali tak seorang pun pernah menyeberang teluk. Saya bertanya-tanya, apakah mungkin seorang manusia berenang ke seberang teluk?" lanjut Baginda Raja.

Baca juga: Baginda Sultan dan Para Menteri Bertelur, Abu Nawas Berkokok

Abu Nawas masih khusyuk mendengar titah selanjutnya, ketika Baginda berujar, "Abu, saya butuh kau menjawab keingintahuanku. Saya mau kau mengambil misi ini sebagai tugas terhormat!" titah Raja akhirnya.

"Tuan, saya bukan seorang perenang yang baik," kilah Abu Nawas dengan wajah pucat.

"Saya tahu," ucap Baginda mendesak. "Tapi setiap orang mengetahui kalau kau adalah pria terpintar di negeri ini. Kau harus dapat mengerjakan tugas ini," kata Raja dengan nada memaksa.

Baca juga: Abu Nawas dan Enam Ekor Lembu Berjenggot yang Pandai Bicara

Abu Nawas tidak bisa berkutik. Dia tergagap. Kemudian dengan sangat terpaksa dia berujar, "Ya, saya akan mengerjakannya, Yang Mulia."

Pertemuan selesai. Abu Nawas menggerutu begitu meninggalkan istana. Kepalanya tiba-tiba menjadi berat. Susah diajak berpikir. Asam lambungnya juga naik, tanda stres sedang hinggap.

Selanjutnya si cerdik ini berjalan gontai ke pantai. Ia memandangi teluk yang luas itu. Beberapa kali ia menarik nafas dalam-dalam. Pikirannya masih kalut, ketika ia akhirnya duduk di bawah sebuah pohon palem. Dia mencoba mencari ide menyiasati misi yang mustahil itu.

Baca Juga: Baginda Percaya Nggak Percaya, Abu Nawas Bisa ke Bulan

Pada waktu itu ia melihat pakaian anak-anak tergeletak di atas bebatuan di sampingnya. "Di mana anak itu? mereka pasti berenang di pantai," gumam Abu Nawas. Seketika itu juga, kepala Abu Nawas tiba-tiba enteng. Asam lambungnya normal-normal saja. Cuma hanya kepingin makan yang enak-enak. Senyumnya pun terkembang. Nampaknya ia telah menemukan ide cemerlang.

Baca juga: Cara Aneh Abu Nawas Memasak, Baginda Jadi Kelaparan

Abu Nawas lalu pulang dan bangun pagi-pagi sekali pada hari berikutnya. Dia segera pergi ke pantai. Sambil tersenyum, Abu Nawas melepaskan pakaian dan cincinnya lalu meletakkannya di pasir. Ia juga melepaskan sepatunya dan meletakkannya di samping pakaiannya. Setelah itu, Abu Nawas kembali lagi ke rumah.

Satu jam kemudian raja dan para menterinya datang ke pantai. Mereka terkaget-kaget ketika mengetahui ada pakaian Abu Nawas yang teronggok di atas pasir. Mereka pun berspekulasi, Abu Nawas sedang berenang mengarungi laut untuk mencapai teluk. "Luar biasa, ini orang," gumam Baginda geleng-geleng kepala.

Baca juga: Ketika Nasruddin Hoja Tidak Konsisten Lagi

Tapi sebagian dari mereka meragukan kalau Abu Nawas yang punya kemampuan berenang pas-pasan berani mengarungi laut. Untuk membuktikan rasa penasaran, mereka semua akhirnya sepakat untuk mendatangi rumah Abu Nawas.

Sampai di rumah Abu Nawas, raja dan para menteri hanya ditemui oleh istrinya. Ia mengatakan kalau Abu Nawas meninggalkan rumah pagi hari sebelumnya.

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Tuan Rumah dan Tamu

"Kemarin ia mengatakan padaku bahwa ia akan berenang menyeberangi teluk. Dia berkata bahwa Yang Mulia memerintahkannya melakukan demikian. Sebenarnya saya tak tega membiarkannya pergi karena saya tahu ia bukan perenang yang baik," kata wanita itu dengan sedih.

Tiba-tiba datang seorang pengawal istana melapor, "Yang Mulia, Abu Nawas ditemukan!"

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Cara Mendapat Pengetahuan

Pengawal itu kemudian bercerita jika pada sore hari tiga nelayan di pantai melihat seorang pria berenang. Ketika mereka mendekatinya, mereka tahu bahwa yang berenang adalah Abu Nawas. Karena terlihat sangat lelah, maka mereka membantu Abu Nawas mencapai pantai. Tapi tak lama setelah itu Abu Nawas malah pingsan.

Tak lama setelah itu, Raja dan beberapa pengawal pergi ke pantai. Raja lalu duduk di samping Abu Nawas. "Abu...Abu..." panggil Raja sambil menggoyang-goyangkan tubuh Abu Nawas. (Baca juga: Tata Krama Tinja Abu Nawas Terhadap Baginda )

Pelan sekali, Abu Nawas membuka matanya. Legalah hati Raja Harun Al Rasyid. Ia memegang tubuh Abu Nawas dengan erat. Ia terlihat sangat menyesal karena telah menyebabkan Abu Nawas menderita.

Abu Nawas tersenyum tipis ketika sang raja memeluknya dan mengatakan, "Kau hebat, Abu!" (Baca juga: 3000 Dirham, Biaya Obat Kangen Baginda Kepada Abu Nawas )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
15 Hikmah Isra Mikraj...
15 Hikmah Isra Mikraj bagi Kehidupan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rahasia dan Hikmah Hujan...
Rahasia dan Hikmah Hujan Menurut Islam, Begini Penjelasannya
Kisah Hikmah : Rumah...
Kisah Hikmah : Rumah dan Tamunya yang Mencari Jalan
Kisah Hikmah : Roti...
Kisah Hikmah : Roti dan Permata, Ketika Takdir Telah Campur Tangan
5 Keutamaan dan Hikmah...
5 Keutamaan dan Hikmah Salat Berjamaah bagi Umat Islam
Hikmah Disyariatkannya...
Hikmah Disyariatkannya Mandi Junub bagi Muslim yang Berhadas Besar
Rekomendasi
Anomali Magnetik Aneh...
Anomali Magnetik Aneh Ditemukan di Peta Baru Danau Rotorua
AMOC Akan Runtuh, Kiamat...
AMOC Akan Runtuh, Kiamat Diprediksi Terjadi setelah Tahun 2050
Pabrik Senjata Tertua...
Pabrik Senjata Tertua di Dunia Berusia 7.200 Tahun Ditemukan di Jerusalem
Artikel Terkini
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Di Hari Asyura, Nabi Idris AS Diangkat ke Langit
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Sakral bagi Syiah? Jejak Berdarah Tragedi Karbala
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved