Kisah Sufi

Kisah Bijak Para Sufi: Tiga Kebenaran

loading...
Kisah Bijak Para Sufi: Tiga Kebenaran
Kisah-kisah ini, wasiatnya, menurut para penutur cerita, tidak boleh dituliskan selama seribu tahun. Foto/Ilustrasi/Ist
PARA Sufi dikenal sebagai Pencari Kebenaran. Kebenaran ini berupa pengetahuan akan kenyataan objektif. Suatu kali, seorang tiran yang bebal dan tamak hendak memiliki sendiri kebenaran ini. Namanya Rudarigh (Roderick, Roderigo), seorang raja besar di Murcia, Spanyol. Ia menetapkan bahwa kebenaran bisa ia peroleh dengan memaksa Umar al-Alawi dan Tarragona untuk mengatakannya. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Kisah Pasir )

Umar ditangkap dan dibawa ke istana. Kata Rudarigh, "Aku sudah menitahkan agar kebenaran yang kau ketahui harus kau sampaikan padaku dalam kata-kata yang bisa kumengerti, kalau tidak nyawamu akan kucabut."

Jawab Umar, "Apakah Tuan mengindahkan kebiasaan dalam istana terhormat ini, di mana bila seorang tahanan mengatakan kebenaran untuk menjawab suatu pertanyaan dan kebenaran itu memang benar adanya, maka tahanan itu akan dibebaskan?"

"Tentu saja," balas raja. (Baca juga: Hikayat Mistis: Burung Merak Raja di Bawah Keranjang)

"Kami semua harus yakin," kata Rudarigh, "bahwa apa yang kau katakan sebagai kebenaran memang benar adanya. Bukti-bukti harus menguatkan perkataanmu."

"Bagi raja seperti Tuan," sahut Umar, "yang padanya tak cukup hanya diungkapkan satu kebenaran melainkan tiga, kami juga bisa memberi kebenaran yang terbukti dengan sendirinya."

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Tuan Rumah dan Tamu

Rudarigh sangat senang mendengar pujian itu.

"Kebenaran pertama," kata Sang Sufi, "adalah -sayalah yang bernama Umar Sang Sufi dari Tarragona. Kedua adalah, Raja akan membebaskan saya jika saya mengatakan kebenaran. Ketiga, Raja ingin mengetahui kebenaran yang bisa Raja pahami."

Kesan yang ditimbulkan oleh kata-kata tersebut membuat penguasa tiran itu pun terpaksa melepaskan Sang Darwis.

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Cara Mendapat Pengetahuan

Kisah ini memperkenalkan legenda lisan para darwis yang secara tradisional disusun oleh Al-Mutanabbi. Kisah-kisah ini, wasiatnya, menurut para penutur cerita, tidak boleh dituliskan selama seribu tahun.

Al-Mutanabbi, salah seorang penyair Arab terbesar. Wafat seribu tahun yang lalu

Salah satu keistimewaan kumpulan kisah ini adalah selalu direvisi dan waktu ke waktu, dikarenakan pengisahan kembali terus-menerus harus sesuai dengan 'perubahan zaman'. (Baca juga: 3000 Dirham, Biaya Obat Kangen Baginda Kepada Abu Nawas )

Dinukil dari Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi, diterjemahkan dari Idries Shah, Tales of The Dervishes, Penerjemah: Ahmad Bahar
(mhy)
cover top ayah
ءَاَمِنۡتُمۡ مَّنۡ فِىۡ السَّمَآءِ اَنۡ يَّخۡسِفَ بِكُمُ الۡاَرۡضَ فَاِذَا هِىَ تَمُوۡرُۙ‏
Sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang?

(QS. Al-Mulk:16)
cover bottom ayah
preload video