Catatan Emas Jihad di Zona Laut Daulah Umayyah
Senin, 01 November 2021 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Blokade Konstantinopel
Sedangkan pemerintahan Daulah Umayyah berhasil menorehkan prestasi yang belum pernah diraih sebelumnya, yaitu beberapa kali melakukan blokade atas kota Konstantinopel dari tahun 54-60 H dari tahun 98-99 H.
Blokade tersebut dilakukan dengan tujuan menaklukkan kota tersebut. Blokade ini merupakan lompatan besar yang dilakukan oleh angkatan laut Islam.
Manuver besar Daulah Umayyah tidak hanya dilakukan di belahan bumi timur. Angkatan laut Islam didukung oleh angkatan daratnya bahkan melakukan perang besar melawan penjajah Byzantium yang didukung oleh kabilah-kabilah Barbar di negeri Maghribi dan Afrika Utara.
Beberapa kali angkatan laut Islam berusaha menaklukkan Pulau Sicilia pada tahun 46 H. Upaya ini menjadi bukti kemajuan angkatan laut Islam di wilayah Maghribi.
Angkatan Laut Mesir
Angkatan laut Mesir adalah pioner yang memimpin ekspedisi laut di Afrika Utara. Angkatan laut Mesir inilah yang menyerang Sicilia pada tahun 46 H. Angkatan laut Mesir-lah yang melakukan peperangan di lautan di bawah pimpinan Ugbah bin Nafi pada tahun 49 H. Angkatan laut Mesir pula yang melakukan perang melawan Byzantium di wilayah di bawah pimpinan Hissan bin An-Nu'man.
Pada tahun 79 H, angkatan laut Mesir mendapatkan kemenangan gemilang atas Byzantium di wilayah perairan Cartagena.
Di masa pemerintahan Marwan bin Abdul Malik, angkatan laut Mesir turut serta dalam menyerang Pulau Sardania.
Angkatan laut Mesir terus berpartisipasi dalam perang laut, sampai kemudian Hissan bin An-Nu'man membangun pabrik pembuatan kapal di Tunisia pada tahun 89 H. Itu dilakukan setelah Mesir mendapatkan tekanan berat dari angkatan laut Byzantium di pantai-pantai Mesir sendiri.
Byzantium melakukan manuver itu dengan tujuan membendung agar jangan sampai angkatan laut Mesir menguasai pantai-pantai di wilayah Maghribi.
Hissan bin An-Nu'man memanfaatkan keterampilan tangan-tangan orang Mesir dalam mengembangkan pabrik pembuatan kapal, dan Khalifah Abdul Malik bin Marwan memberi orang-orang Mesir itu kebebasan dari kewajiban membayar pajak. Itu dilakukan demi mendorong mereka agar mau pindah ke Tunisia dan bekerja di pabrik pembuatan kapal yang berada di sana.
Daulah Umayyah memiliki beberapa kapal besar yang beroperasi di beberapa wilayah berbeda. Armada Syam dan Mesir beroperasi di bagian timur Laut Mediterania. Armada Tunisia beroperasi di bagian tengah Laut Mediterania.
Sedangkan pemerintahan Daulah Umayyah berhasil menorehkan prestasi yang belum pernah diraih sebelumnya, yaitu beberapa kali melakukan blokade atas kota Konstantinopel dari tahun 54-60 H dari tahun 98-99 H.
Blokade tersebut dilakukan dengan tujuan menaklukkan kota tersebut. Blokade ini merupakan lompatan besar yang dilakukan oleh angkatan laut Islam.
Manuver besar Daulah Umayyah tidak hanya dilakukan di belahan bumi timur. Angkatan laut Islam didukung oleh angkatan daratnya bahkan melakukan perang besar melawan penjajah Byzantium yang didukung oleh kabilah-kabilah Barbar di negeri Maghribi dan Afrika Utara.
Beberapa kali angkatan laut Islam berusaha menaklukkan Pulau Sicilia pada tahun 46 H. Upaya ini menjadi bukti kemajuan angkatan laut Islam di wilayah Maghribi.
Angkatan Laut Mesir
Angkatan laut Mesir adalah pioner yang memimpin ekspedisi laut di Afrika Utara. Angkatan laut Mesir inilah yang menyerang Sicilia pada tahun 46 H. Angkatan laut Mesir-lah yang melakukan peperangan di lautan di bawah pimpinan Ugbah bin Nafi pada tahun 49 H. Angkatan laut Mesir pula yang melakukan perang melawan Byzantium di wilayah di bawah pimpinan Hissan bin An-Nu'man.
Pada tahun 79 H, angkatan laut Mesir mendapatkan kemenangan gemilang atas Byzantium di wilayah perairan Cartagena.
Di masa pemerintahan Marwan bin Abdul Malik, angkatan laut Mesir turut serta dalam menyerang Pulau Sardania.
Angkatan laut Mesir terus berpartisipasi dalam perang laut, sampai kemudian Hissan bin An-Nu'man membangun pabrik pembuatan kapal di Tunisia pada tahun 89 H. Itu dilakukan setelah Mesir mendapatkan tekanan berat dari angkatan laut Byzantium di pantai-pantai Mesir sendiri.
Byzantium melakukan manuver itu dengan tujuan membendung agar jangan sampai angkatan laut Mesir menguasai pantai-pantai di wilayah Maghribi.
Hissan bin An-Nu'man memanfaatkan keterampilan tangan-tangan orang Mesir dalam mengembangkan pabrik pembuatan kapal, dan Khalifah Abdul Malik bin Marwan memberi orang-orang Mesir itu kebebasan dari kewajiban membayar pajak. Itu dilakukan demi mendorong mereka agar mau pindah ke Tunisia dan bekerja di pabrik pembuatan kapal yang berada di sana.
Daulah Umayyah memiliki beberapa kapal besar yang beroperasi di beberapa wilayah berbeda. Armada Syam dan Mesir beroperasi di bagian timur Laut Mediterania. Armada Tunisia beroperasi di bagian tengah Laut Mediterania.
Lihat Juga :