Catatan Emas Jihad di Zona Laut Daulah Umayyah
Senin, 01 November 2021 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Tahun 58 H Daulah Umayyah melakukan manuver besar-besaran di Laut Tunisa. Tujuan manuver ini adalah membuka pulau-pulau di wilayah Laut Mediterania bagian barat, terutama pulau-pulau di Sicilia. Pulau-pulau ini menjadi target strategis Daulah Umayyah demi menghalangi kemajuan AL Byzantium.
Saat itu muncul nama-nama besar dalam barisan Islam, antara lain Musa bin Nusair didukung oleh para perwiranya seperti Ayyasy bin Ukhail, Abdul Malik bin Fathin, Abdullah bin Musa, Abdullah bin Murrah, dan Muhammad bin Aus bin Tsabit Al Ansari. Mereka berhasil mengalahkan angkatan laut Byzantium.
Serangkaian jihad tersebut mengantarkan umat Islam untuk menaklukkan pulau Sardania, Andalusia, dan Mayurigah.
Manuver-manuver laut ini terus berlanjut sampai hilangnya kekuasaan Daulah Umayyah pada bulan Rabiul Awal 132 H. Sejak itu, kekuatan angkatan laut Islam mengalami stagnasi selama kurang lebih setengah abad.
Baca juga: Muawiyah Serbu Mesir, Pasukan Khalifah Ali bin Abu Thalib Enggan Berperang
Syaikh Abdul Aziz Az-Zuhairi mengatakan angkatan laut Islam mencapai puncaknya di masa dinasti Umayyah meski usia dinasti ini relatif lebih singkat.
Daulah Umayyah dikenang sebagai dinasti mujahid di zona darat dan laut. Angkatan Darat Daulah Umayyah melakukan perluasan wilayah hingga bumi belahan timur yang mencakup seluruh wilayah Khurasan, bahkan mencapai batas wilayah China dan India.
Angkatan laut Daulah Umayyah menaklukkan hampir semua pulau di wilayah Laut Mediterania di sisi timur dan baratnya: menembus Lautan Qairani dan Laut Adriatik, serta menaklukkan bumi Andalusia, menyerbu sebagian besar wilayah terdalam Prancis.
Daulah Umayyah berhasil menjadikan sebagai kekuatan besar yang mampu melakukan jihad di wilayah laut di berbagai lokasi dan dalam waktu yang bersamaan.
Ini dikenal dengan perang berstrategi ganda, jihad di darat dan laut dalam waktu bersamaan dengan jangkauan wilayah yang sangat luas. Strategi ini hanya dilakukan oleh Daulah Umayyah dan Daulah Utsmaniyah.
Saat itu muncul nama-nama besar dalam barisan Islam, antara lain Musa bin Nusair didukung oleh para perwiranya seperti Ayyasy bin Ukhail, Abdul Malik bin Fathin, Abdullah bin Musa, Abdullah bin Murrah, dan Muhammad bin Aus bin Tsabit Al Ansari. Mereka berhasil mengalahkan angkatan laut Byzantium.
Serangkaian jihad tersebut mengantarkan umat Islam untuk menaklukkan pulau Sardania, Andalusia, dan Mayurigah.
Manuver-manuver laut ini terus berlanjut sampai hilangnya kekuasaan Daulah Umayyah pada bulan Rabiul Awal 132 H. Sejak itu, kekuatan angkatan laut Islam mengalami stagnasi selama kurang lebih setengah abad.
Baca juga: Muawiyah Serbu Mesir, Pasukan Khalifah Ali bin Abu Thalib Enggan Berperang
Syaikh Abdul Aziz Az-Zuhairi mengatakan angkatan laut Islam mencapai puncaknya di masa dinasti Umayyah meski usia dinasti ini relatif lebih singkat.
Daulah Umayyah dikenang sebagai dinasti mujahid di zona darat dan laut. Angkatan Darat Daulah Umayyah melakukan perluasan wilayah hingga bumi belahan timur yang mencakup seluruh wilayah Khurasan, bahkan mencapai batas wilayah China dan India.
Angkatan laut Daulah Umayyah menaklukkan hampir semua pulau di wilayah Laut Mediterania di sisi timur dan baratnya: menembus Lautan Qairani dan Laut Adriatik, serta menaklukkan bumi Andalusia, menyerbu sebagian besar wilayah terdalam Prancis.
Daulah Umayyah berhasil menjadikan sebagai kekuatan besar yang mampu melakukan jihad di wilayah laut di berbagai lokasi dan dalam waktu yang bersamaan.
Ini dikenal dengan perang berstrategi ganda, jihad di darat dan laut dalam waktu bersamaan dengan jangkauan wilayah yang sangat luas. Strategi ini hanya dilakukan oleh Daulah Umayyah dan Daulah Utsmaniyah.
(mhy)
Lihat Juga :