Teladan Sikap Wara Rasulullah dan Para Khulafaur Rasyidin

Jum'at, 05 Juni 2020 - 05:00 WIB
loading...
A A A
(( إِنِّي وَجَدْتُ تَمْرَةً تَحْتَ جَنْبِي, فَأَكَلْتُهَا فَخَشِيْتُ أَنْ تَكُوْنَ مِنْ تَمْرِ الصَّدَقَةِ ))

"Aku menemukan kurma disampingku dan memakannya. Aku khawatir ia merupakan kurma sedekah." (Dalam musnad Ahmad XI/328 no.6720 cetakan Muasasah ar-Risalah).

Baca juga: Sebelum Kenabian, Sepupu Umar bin Khattab Sudah Berakidah Tauhid

Teladan Abu Bakar

Abu Bakar, orang terbaik umat ini, pengganti Rasulullah dan yang menemani Nabi di goa, sahabat karib Nabi, mentrinya yang setia, Abdullah bin Abu Kuhafah Utsman al-Qurasy at-Tamimy

Aisyah berkata, Abu Bakar memiliki seorang budak yang bertugas mengumpulkan keuntungan dari usaha-usaha bagi hasilnya. Dari hasil itulah Abu Bakar makan. Pada suatu kali budak itu datang membawa makanan dan Abu Bakar pun memakannya. (Baca juga: Karomah Abu Bakar Shiddiq yang Tidak Diketahui Banyak Orang )

Berkatalah budak itu kepada Abu Bakar: "Tahukah engkau apa yang sedang engkau makan itu?"

"Apa ini?" tanya Abu Bakar.

"Ketika di masa jahiliah dahulu aku menjadi paranormal untuk seseorang, padahal aku tidak mengerti perdukunan, selain membodohinya. Diapun memberiku imbalan. Yang sedang engkau makan adalah termasuk hasil darinya."

Segera Abu Bakar memasukkan jarinya ke dalam mulutnya dan memuntahkan segala yang telah masuk perutnya."

Dari Zaid bin Aslam dari ayahnya, bahwa Umar bin al-Khathab mendatangi Abu Bakar dan didapati sedang merenggut lidahnya. Umarpun berkata kepadanya:
"Hah, semoga Allah mengampunimu."

Abu Bakarpun berkata: "Sesungguhnya lidah ini mengajak kepada kebinasaan."

Teladan Umar bin Khattab
Umar bin Khattab juga begitu. Syair arab mengatakan:

Siapa yang menyaingi Abu Hafs (Umar) dan perjalan hidupnya
Atau siapa yang berusaha menyerupainya
Ketika istrinya meminta gula-gula, dia berkata
Dari mana aku mendapatkan uang pembeli gula-gula
Apa yang berlebih dari makanan kita, kaum muslimin lebih utama
Berdiri dan kembalikanlah ia ke baitul mal

Baca juga: Anggap Galak dan Pelit, Dua Perempuan Ini Tolak Lamaran Umar bin Khattab

Dari Nafi, bahwa Umar bin al-Khathab membagi hasil harta rampasan perang untuk kaum Muhajirin generasi pertama sebesar 4000 dirham setiap orangnya. Sedangkan untuk Ibnu Umar (putranya sendiri) hanya 3500 dirham. Sehingga ada yang berkomentar: "Dia juga termasuk Muhajirin, kenapa kurang dari 4000?"

"Sesungguhnya yang berhijrah adalah kedua orang tuanya, itu tidak seperti berhijrah sendiri," jawab Umar.

Ismail bin Muhammad bin Saad bin Abi Waqas berkata:
"Dikirimkan kepada Umar minyak misk dan anbar dari Bahrain, Umar berkata: "Demi Allah, seandainya ada wanita yang pandai menakar untuk menakarkan minyak ini sehingga dapat aku bagi-bagikan kepada kaum muslimin."

Baca juga: Preman Pasar Ukaz yang Jago Gulat dan Pacuan Kuda Itu Bernama Umar

Maka istrinya, Atikah binti Zait bin Amr bin Nafil berkata: "Aku pandai menakar, mari aku takarkan untukmu."

"Tidak!" sahut Umar.

"Kenapa?" tanya istrinya.

"Aku khawatir kamu mengambilnya begini dan melakukannya begini –seraya memasukan jarinya ke sela-sela rambut di atas telinganya-, kemudian engkau mengusapkannya kelehermu, sehingga kamu mendapatkan lebihan dari hak kaum muslimin," jawab Umar.

Baca juga: Sebelum Kenabian, Sepupu Umar bin Khattab Sudah Berakidah Tauhid

Dalam riwayat lain, Abdullah bin Muadz al-Anbari berkata: Naim berkata kepadaku dari (sahabiah) al-Athaarah katanya:
"Umar pernah menyerahkan minyak wangi kaum muslimin kepada istrinya untuk dijualkan, agar hasil penjualannya dapat dibagikan kepada kaum muslimin. Istrinya menjualnya kepadaku. Ia menakar dengan cara menambahi atau mengurangi serta memecah gumpalan dengan giginya. (tak ayal) ada bagian yang menempel di jemarinya. Diapun menempelkan jemarinya kebibirnya (untuk membasahinya) lalu mengusapkannya ke kerudungnya. Ketika Umar datang, dia bertanya: "Bau apa ini?"

Baca Juga: Biografi Umar Bin Khattab, Khalifah Kedua yang Menaklukkan Romawi dan Persia

Istrinya mengabarkan apa yang berlangsung. Umar berang: "Engkau mengambil minyak kaum muslimin dan memakainya!"

Umar melepas kerudung istrinya kemudian mengambil air dan menyiramkan ke kerudung itu sambil menggosok-gosokan ke tanah, kemudian menciumi baunya, lalu menyiramnya lagi dengan air sambil mengosok-gosokkan ke tanah, kemudian menciumi baunya dan mengulanginya lagi sebanyak yang Allah kehendaki.

Baca juga: Pesan Nabi, Teladanilah Dua Orang Ini Sepeninggalku

Al-Athaarah melanjutkan: "Dikesempatan lain aku mendatanginya lagi (untuk membeli minyak). Ketika dia menakarkan untukku, sesuatu dari minyak wangi kembali menempel di jemarinya. Diapun menempelkan jemarinya kebibirnya (untuk dibasahi) lalu mengusapkannya ke tanah.
Akupun berkata: "Dulu engkau tidak melakukan seperti ini?"

Istri umar menjawab: "Apakah engkau lupa dengan apa yang dilakukan Umar? Aku mendapatkan begini dan begini."

Dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Ashim bin Umar dari Umar, dia berkata: "Tidak halal bagiku makan dari harta kalian selain sebagaimana aku memakannya dari pokok hartaku; roti dengan minyak atau roti dengan mentega."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menjadikan Rasulullah...
Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Kiblat Ekonomi Umat
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Jejak Sejarah Ibadah...
Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup
Diplomasi Perang ala...
Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan
Kisah Khalifah Umar...
Kisah Khalifah Umar bin Khattab yang Ingin Mati Syahid dan Doa-doanya
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Rekomendasi
Sekali Sedot Habiskan...
Sekali Sedot Habiskan Darah Mangsanya, Fosil Nyamuk Zaman Dinosaurus Ditemukan
Ilmuwan Ungkap Teka-teki...
Ilmuwan Ungkap Teka-teki Fenomena Kematian Paus di Dasar Laut
Arus Atlantik Melemah,...
Arus Atlantik Melemah, Ilmuwan Ungkap Kondisi Berbahaya di Laut
Artikel Terkini
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved