Muawiyah Masuk Islam pada Peristiwa Umrah Qadha'?

loading...
Muawiyah Masuk Islam pada Peristiwa Umrah Qadha?
Muawiyah masuk Islam bersama ayahnya, Abu Sufyan bin Harb dan ibunya Hindun binti Utbah tatkala terjadi Fathu Makkah. Begitu satu riwayat menyebutkan. (Foto/Ilustrasi: Ist)
Muawiyah masuk Islam bersama ayahnya, Abu Sufyan bin Harb dan ibunya Hindun binti Utbah tatkala terjadi Fathu Makkah. Begitu satu riwayat menyebutkan. Namun riwayat lain menyebutkan, Muawiyah masuk Islam pada peristiwa Umrah Qadha’ tetapi menyembunyikan keislamannya sampai peritistiwa Fathu Makkah.

Baca juga: Orang Bilang Muawiyah Pemimpin, dia Menyebut Pelayan (Bagian 2-Habis)

Umrah Qadha’ atau umrah pengganti yang dilakukan setelah setahun berlakunya isi Perjanjian Hudaibiyah. Pada saat itu umat Islam sudah bisa bebas memasuki Makkah dan berziarah ke Ka'bah.

Atas dasar itulah, Rasulullah kemudian memanggil kaum Muslimin agar bersiap-siap untuk berangkat melakukan Umratul Qadha (umrah pengganti) yang sebelumnya terhalang.

Muawiyah lahir empat tahun menjelang Rasulullah SAW menjalankan dakwah di kota Makkah. Riwayat lain menyebutkan dia lahir dua tahun sebelum diutusnya Muhammad SAW menjadi Nabi.

Di masa Rasulullah SAW, Muawiyah diangkat sebagai salah seorang pencatat wahyu setelah bermusyawarah dengan Malaikat Jibril. "Ambillah dia sebagai penulis wahyu karena dia jujur,” kata Jibril.

Pada masa Khulafaur Rasyidin , Muawiyah diangkat menjadi salah seorang panglima perang di bawah komando utama Abu Ubaidah bin Jarrah. Kaum Muslimin berhasil menaklukkan Palestina, Syria (Suriah), dan Mesir dari tangan Imperium Romawi Timur. Berbagai kemenangan ini terjadi pada masa pemerintahan Umar bin Khattab.

Ketika Utsman bin Affan menjabat sebagai khalifah menggantikan Umar, Muawiyah diangkat sebagai gubernur untuk wilayah Syria dan Palestina yang berkedudukan di Damaskus menggantikan Gubernur Abu Ubaidah bin Jarrah.

Baca juga: Begini Jawaban Ibnu Abbas Ketika Ditanya Muawiyah tentang Ali bin Abu Thalib

Politikus Ulung
Pada masa pemerintahan Ali bin Abu Thalib , terjadi beberapa konflik antara kaum Muslimin. Di antaranya Perang Shiffin. Perang yang terjadi antara Ali dan Muawiyah ini berakhir dengan perdamaian.
halaman ke-1
cover top ayah
وَلَا تُعۡجِبۡكَ اَمۡوَالُهُمۡ وَاَوۡلَادُهُمۡ‌ؕ اِنَّمَا يُرِيۡدُ اللّٰهُ اَنۡ يُّعَذِّبَهُمۡ بِهَا فِى الدُّنۡيَا وَتَزۡهَقَ اَنۡفُسُهُمۡ وَهُمۡ كٰفِرُوۡنَ‏
Dan janganlah engkau (Muhammad) kagum terhadap harta dan anak-anak mereka. Sesungguhnya dengan itu Allah hendak menyiksa mereka di dunia dan agar nyawa mereka melayang, sedang mereka dalam keadaan kafir.

(QS. At-Taubah:85)
cover bottom ayah
preload video