Nyetel Murottal di Masjid dan Pahala Mendengarkan Al-Qur'an
Selasa, 16 November 2021 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
Nah, sebagai orang yang mendengarkan Al-Qur'an, status dan pahalanya ternyata disejajarkan dengan yang baca. Bahkan dalam kasus tertentu, bacaan imam dianggap bisa mengkover kewajiban bacaan makmum.
Misalnya dalam kasus imam sudah rukuk dan makmum baru gabung. Si makmum dianggap sudah dapat satu raka'at padahal tidak sempat baca Al-Fatihah. So, mulai nyambung kan bedanya antara mendengarkan dengan sekadar dengar?
Jadi adabnya bukan sekadar memperdengarkan Al-Qur'an, tapi bagaimana orang bisa secara serius mendengarkan Al-Qur'an. Kudu datang, duduk dan mendengarkan bacaan Al-Qur'an.
Istilah di Jawa adalah Semaan, yaitu menyimak.
الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ
"Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal." (QS Az-Zumar: 18)
Terus gimana nih, apa masjid-masjid tidak usah nyetel Murottal saja? Toh nggak ada yang mendengarkan juga kan?
Uppss, jangan begitu bikin kesimpulannya. Sebab masjid depan rumah saya pernah sekali tidak nyetel Murottal menjelang shubuh. Dan hasilnya kami serumah subuhnya agak kesiangan.
Dan yang diomelin marbotnya. Kemane aje lu kagak nyetel Murottal? Maaf kiyai, saya kesiangan. Semalam nonton wayang. Halah...
Baca Juga: 3 Tingkatan Mempelajari Ilmu Al-Qur'an
Misalnya dalam kasus imam sudah rukuk dan makmum baru gabung. Si makmum dianggap sudah dapat satu raka'at padahal tidak sempat baca Al-Fatihah. So, mulai nyambung kan bedanya antara mendengarkan dengan sekadar dengar?
Jadi adabnya bukan sekadar memperdengarkan Al-Qur'an, tapi bagaimana orang bisa secara serius mendengarkan Al-Qur'an. Kudu datang, duduk dan mendengarkan bacaan Al-Qur'an.
Istilah di Jawa adalah Semaan, yaitu menyimak.
الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ
"Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal." (QS Az-Zumar: 18)
Terus gimana nih, apa masjid-masjid tidak usah nyetel Murottal saja? Toh nggak ada yang mendengarkan juga kan?
Uppss, jangan begitu bikin kesimpulannya. Sebab masjid depan rumah saya pernah sekali tidak nyetel Murottal menjelang shubuh. Dan hasilnya kami serumah subuhnya agak kesiangan.
Dan yang diomelin marbotnya. Kemane aje lu kagak nyetel Murottal? Maaf kiyai, saya kesiangan. Semalam nonton wayang. Halah...
Baca Juga: 3 Tingkatan Mempelajari Ilmu Al-Qur'an
(rhs)
Lihat Juga :