Penjelasan Gus Baha Tentang Hakikat Gerhana Bulan

Kamis, 25 November 2021 - 05:07 WIB
loading...
Penjelasan Gus Baha...
Ulama ahli tafsir Quran Gus Baha jelaskan peristiwa gerhana bulan dari sudut pandang ilmu hakikat. Foto/dok islami.co
A A A
Ulama ahli tafsir Al-Qur'an Gus Baha (KH Ahmad Bahauddin Nursalim) memberi penjelasan menarik terkait gerhana bulan yang terjadi Jumat lalu 19 November 2021. Beliau menerangkan gerhana bulan dari sudut pandang ilmu Hakikat.

Berikut penjelasan Gus Baha dilansir dari kajian yang disiarkan Channel "IM Ngaji" di kanal Youtube 19 November 2021 lalu.

"Hanya Allah lah yang mampu sedemikian rupa mengatur ketertiban alam raya ini termasuk mengatur galaksi sedemikian rupa, matahari dan rembulan sedemikian rupa. Mulai dari yang hakiki sampai yang kasat mata.

Saya beri tahu kamu supaya jadi orang alim. Dunia ini terbagi dua, ada yang hakikat, ada yang zahir. Hakikat itu ketika manusia dipasrahi akal. Tapi manusia juga terbatasi oleh nazarul 'aini (dalam pandangan mata).

Karena manusia itu menganalisis dua hal sekaligus, yaitu hakikat dan zahir. Misalnya begini, apakah bulan pernah mengalami gerhana? Tidak pernah! Bulan tetaplah bulan, bentuknya tidak pernah terkurangi.

Ketika terjadi gerhana bulan, bukan berarti dimakan raksasa lalu dipukulin kentongan biar pergi. Gak ada itu! Tapi ada satu sistem dimana bulan terhalangi pandangan ke kamu. Karena terhalangi itulah kemudian tampak gerhana. Kemudian orang menyebut itu gerhana.

Itu menurut pandangan mata. Hakikatnya bulan tetap seperti semula. Begitu pula terbenam, hakikatnya matahari tidak pernah terbenam di bumi. Sebab, matahari lebih besar dari bumi. Jadi tidak mungkin terbenam di bumi. Tapi secara pandangan mata, matahari tenggelam di bumi.

Berarti ada hakikat, dan ada nazarul aini (sudut pandang yang dilihat). Karena manusia itu punya dua sisi, maka ini penting. Pentingnya adalah supaya orang jadi berpikir bahwa yang terlihat belum tentu ada, dan yang ada belum tentu terlihat.

Seperti Allah, Dzat yang wujud-Nya hakikat. Bahkan Allah itu wajib wujud-Nya tetapi tidak bisa dilihat. Kadang hal yang tidak wujud malah bisa dilihat seperti keterangan dalam Surat An-Nur Ayat 39 berikut:

كَسَرَابٍۢ بِقِيْعَةٍ يَّحْسَبُهُ الظَّمْاٰنُ مَاۤءًۗ
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mana Lebih Utama, Seekor...
Mana Lebih Utama, Seekor Kambing atau Patungan Satu Sapi untuk Hewan Kurban?
4 Amalan yang Besar...
4 Amalan yang Besar Pahalanya di Hari Raya Idulfitri, Cek Penjelasannya di Sini!
Menyikapi Perayaan Tahun...
Menyikapi Perayaan Tahun Baru Masehi, Simak Penjelasan Buya Yahya dan Gus Baha Ini
Kapan Waktu Terbaik...
Kapan Waktu Terbaik Puasa Rajab? Simak di Sini!
Poligami dalam Pandangan...
Poligami dalam Pandangan Gus Baha, Simak Penjelasannya!
Adakah Pahala Bagi Orang...
Adakah Pahala Bagi Orang yang Diselingkuhi? Begini Jawaban Gus Baha
Rekomendasi
Ribuan Kuda Liar Digunakan...
Ribuan Kuda Liar Digunakan Australia untuk Menjaga Alam
Ilmuwan Temukan Bukti...
Ilmuwan Temukan Bukti Gempa Bumi Ubah Aliran Sungai Gangga
Cumi-cumi Raksasa Laut...
Cumi-cumi Raksasa Laut Dalam Lahirkan Spesies Baru yang Lebih Besar
Artikel Terkini
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Surat Al Ankabut Ayat...
Surat Al Ankabut Ayat 2-3, Mengingatkan Bahayanya Fitnah Akhir Zaman
Perilaku Manusia Modern...
Perilaku Manusia Modern dan Tanda Dekatnya Fitnah Dajjal
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
29.344 Jemaah Haji Indonesia...
29.344 Jemaah Haji Indonesia dari 75 Kloter Telah Kembali ke Tanah Air
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved