Pertikaian dan Perang Saudara Biang Keruntuhan Dinasti Saud II

Kamis, 25 November 2021 - 10:53 WIB
loading...
A A A
Abdurrahman bin Faishal

Sisa kekuatan dinasti Saud kemudian berpindah tangan ke adiknya, Abdurrahman bin Faishal. Ia menggantikan kedudukan kakaknya sebagai gubernur dinasti Rashid di Riyadh.

Tugas berat menantinya. Untuk membangun kembali klan Saud, ia juga harus terlebih dahulu melepaskan diri dari belenggu kekuasaan dinasti Rashid.

Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, ia secara perlahan melakukan perlawanan kepada dinasti Rashid, dan menyatakan memisahkan diri dari kekuasaan Rashid. Atas pembangkangan ini, Muhammad bin Rashid tidak mentolerir. Ia mengerahkan pasukan untuk merebut Riyadh.

Pada tahun 1891 pertempuran Al-Mulayah pecah antara sisa kekuatan dinasti Saud dengan kekuatan dinasti Rashid yang sedang berada di puncak supremasinya.

Pertempuran ini bisa dikatakan sebagai pertempuran penghabisan. Hampir seluruh sisa kekuatan dinasti Saud dikerahkan untuk mempertahankan Riyadh. Dan pada saat mereka mengalami kekalahan, maka kekuatan Dinasti Saud II mengalami kehancuran sangat parah.

Baca juga: Jaksa Agung Arab Saudi Perintahkan Tangkap Pria yang Menghina Allah

Abdul Aziz al-Saud

Abdurrahman pun melarikan diri bersama sebagain kecil keluarganya yang tersisa ke Bahrain untuk memohon perlindungan. Selanjutnya, pada tahun 1308 H/1890 M berpindah ke Kuwait. Di tempat ini mereka berada di bawah perlindungan klan Al-Sabah, penguasa Kuwait waktu itu.

Usia Abdul Aziz bin Abdurrahman al-Saud ketika dibawa pindah oleh ayahnya baru 12 tahun. Dialah, dalam usia 24 tahun (1902) mengadu untung dengan 40 orang pengiringnya, menyelinap secara gerilya, datang kembali ke Riyadh dan merebut kota itu kembali dari tangan musuhnya.

Abdul Aziz al-Saud pembangun Kerajaan Saudi kembali di awal abad kedua puluh. Selain merebut Riyadh ia mengalahkan dinasti Rashid, menguasai Makkah, Madinah dan hampir seluruh semenanjung Arabia. Wilayah kekuasaannya inilah yang kini kita kenal dengan Saudi Arabia.

Buya Hamka menulis setelah duduk menjadi Imam Besar Kerajaan yang didirikannya sendiri dengan pedangnya dan buah kurma --lambang negerinya sekarang-- 50 tahun lamanya Abdul Aziz “Thawil ul-umur” (Si Panjang Umur) pun mangkat tahun 1953.

Baca juga: Para Putri Kerajaan Arab Saudi yang Tersandung Skandal, Ada yang Dirahasiakan
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Rekor! Adahi Bagikan...
Rekor! Adahi Bagikan 600 Juta Porsi Daging Dam Haji ke 25 Negara Islam
Letjen Al Bassami: Seluruh...
Letjen Al Bassami: Seluruh Sistem Siap Amankan Haji 2026
Pengamanan Haji 2026...
Pengamanan Haji 2026 di Arab Saudi Gunakan Teknologi Modern hingga AI
Menjejak Tanah Suci...
Menjejak Tanah Suci Jelang Puncak Haji 2026, Merasakan Layanan Optimal Pemerintah Saudi
Iduladha 1447 H di Indonesia...
Iduladha 1447 H di Indonesia dan Arab Saudi Berpotensi Serentak pada 27 Mei 2026
Diduga Langgar Hukum...
Diduga Langgar Hukum Haji, 19 WNI Diperiksa Otoritas Saudi
Rekomendasi
Arus Besar Laut Samudera...
Arus Besar Laut Samudera Atlantik Berubah, Bumi Dalam Bahaya
Google Maps Tangkap...
Google Maps Tangkap Struktur Bulat yang Tidak Biasa, Ini Detailnya
Pemahaman Sains dan...
Pemahaman Sains dan Keyakinan Secara Utuh
Artikel Terkini
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
6 Keistimewaan Masjidil...
6 Keistimewaan Masjidil Haram yang Jarang Diketahui Jemaah Haji
Infografis
Pembunuhan 4 Muslim...
Pembunuhan 4 Muslim di AS, Presiden Biden: Saya Marah dan Sedih!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved