Jin Ternyata Bermacam Bentuk dan Masing-masing Punya Target Khusus

loading...
Jin Ternyata Bermacam Bentuk dan Masing-masing Punya Target Khusus
Jin bisa berwujud seperti manusia dan binatang. (Foto/Ilustrasi: Adamb Baines)
Wujud jin ternyata berbagai bentuk. Jenisnya pun tak cuma satu. Sasaran manusia yang menjadi target untuk diganggu juga tidak sembarang. Manusia dengan karakter tertentu amat disukai jin.

Baca juga: Jin Qorin Nabi Muhammad Masuk Islam, Jin Qorin Umat Nabi Jadi Pengganggu

Buku Ensiklopedia Ruqyah karya Iding Sanus menyebut jin bisa berwujud seperti manusia dan binatang. Jin yang menyerupai berupa binatang berupa ular, kalajengking, juga dalam wujud unta, sapi, kambing, kuda, keledai dan juga burung.

Jin berwujud manusia pernah mendatangi kaum musyrikin dalam bentuk Suraqah bin Malik kala mereka hendak pergi menuju Badr.

Sedangkan yang berwujud binatang, dapat berubah-ubah dalam bentuk yang banyak, seperti anjing hitam atau juga kucing hitam. "Warna hitam itu lebih signifikan bagi kekuatan setan dan mempunyai kekuatan panas,” tulis Iding Sanus.

Iding lalu mengutip hadits Rasululluah SAW, Dari Abu Tsa'labah Al-Khasyni mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jin itu ada tiga jenis, yaitu: (1) Jin yang memiliki sayap dan terbang di udara, (2) Jin yang berwujud ular dan kalajengking, dan (3) Jin yang menetap dan berpindah-pindah (nomaden).” (HR Thabrani)

Muqbil bin Hadi dalam kitabnya Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin, juga menjelaskan, jin memiliki roh dan jasad. "Hanya saja mereka dapat berubah-ubah bentuk dan menyerupai sosok tertentu, serta mereka bisa masuk dari tempat manapun," ujarnya.

Nabi SAW memerintahkan kepada kita agar menutup pintu-pintu sembari beliau mengatakan: “Sesungguhnya setan tidak dapat membuka yang tertutup”.

Beliau memerintahkan agar kita menutup bejana-bejana dan menyebut nama Allah SWT atasnya. Demikian pula bila seseorang masuk ke rumahnya kemudian membaca bismillah, maka setan mengatakan: “Tidak ada kesempatan menginap”.

Jika seseorang makan dan mengucapkan bismillah, maka setan berkata: “Tidak ada kesempatan menginap dan bersantap malam'.”

Iding Sanus menyimpulkan, berdasarkan hadist di atas maka jenis-jenis jin dibagi dalam tiga jenis, yaitu jenis jin yang mempunyai sayap dan terbang di udara, jenis jin ular dan anjing (anjing hitam), dalam jelmaan maupun bentuk nyata, dan jenis jin menetap dan pindah-pindah.

Baca juga: Mengenal Jin Qorin yang Ungkap Misteri Pembunuhan di Subang, Yuk!

Jin Terbang Penggemar Dukun
Menurutnya, jenis jin yang mempunyai sayap dan bisa terbang mayoritas mandatangi dan mengganggu orang yang belajar ilmu kanuragan, kesaktian, ilmu kekebalan, tenaga dalam, dan yang belajar ilmu thoriqot, tasawuf, para dukun, paranormal, tukang sihir dan sebagainya.

Ciri-ciri orang yang dimasuki oleh jenis jin terbang ini adalah mereka yang memiliki karakter dan kepribadian serta kebiasan bisa menebak, meramal, membaca pikiran orang, membaca masa depan. Mereka yang suka memutar balikkan fakta alias pembohong, suka mengadu domba, mempunyai sifat pendengki, licik, sombong, suka merasa tidak puas, suka tantangan, dan suka meremehkan syariat dan lain-lain.

Jenis jin ini apabila berada dalam tubuh manusia akan memberikan respon terhadap kepribadiannya. Jiwanya yang cenderung tidak stabil (proses jaddab, fana, maghlub), suka suudzhan terhadap orang, tidak suka melihat orang lain bahagia, dan berbagai penyakit hati lainnya.

Mereka cenderung gelap jiwanya, sehingga kurang bisa menerima kebenaran dan sulit menerima kebenaran.

"Terkadang jenis jin ini juga berada pada mereka yang terkena jenis gangguan jin turunan. Yakni, jenis gangguan jin yang menimpa seseorang akibat dari bapak atau kakeknya yang dulunya punya ilmu kesaktian atau juga dulunya seorang dukun," ujar Iding Sanus.

Baca juga: Begini Perbedaan Jin Khodam dan Qorin

Jin Jenis Ular dan Anjing
Sedangkan jin jenis ular dan anjing serta berbagai jenis binatang jelmaan jin yang lainnya, menurut kitab Wiqoyatul insan karya Syekh Wahid Abdus Salam Bali, itu adalah bentuk aslinya.

"Yakni bentuk nyata dari penjelmaan (bisa dilihat dan disentuh) bukan bentuk pecitraan, yaitu jenis jin ular yang berwarna hitam dan anjing yang berwarna hitam. Karena pada hakikatnya manusia tidak bisa melihat bentuk asli jin yang sebenarnya," katanya.
halaman ke-1
cover top ayah
وَاٰتٰٮكُمۡ مِّنۡ كُلِّ مَا سَاَلۡـتُمُوۡهُ‌ ؕ وَاِنۡ تَعُدُّوۡا نِعۡمَتَ اللّٰهِ لَا تُحۡصُوۡهَا ؕ اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَـظَلُوۡمٌ كَفَّارٌ
Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).

(QS. Ibrahim:34)
cover bottom ayah
preload video