Kisah Sufi Salim Abdali: Penunggang Kuda dan Ular

Selasa, 30 November 2021 - 16:18 WIB
loading...
Kisah Sufi Salim Abdali:...
Mungkin tidak banyak orang yang akan mengakui pernyataan yang tersirat dalam kisah ini. Namun, pernyataan ini telah diterima, dalam bentuk yang berbeda-beda, oleh semua sufi. (Foto/Ilustrasi : Ist)
A A A
Idries Shah dalam bukunya berjudul "Tales of The Dervishes" menukil kisah sufi Salim Abdali (1700-1765) dari Jalaluddin Rumi . Berikut kisahnya:

Baca juga: Kisah Sufi al-Rudbari: Ketika Tuan Lalim Menutup Bendungan

Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa 'sanggahan' orang berpengetahuan lebih bernilai daripada 'dukungan' si bodoh.

Aku, Salim Abdali, bersaksi bahwa hal itu benar dalam lingkup kehidupan yang lebih agung, dan juga benar dalam tingkatan pengalaman yang lebih rendah.

Hal ini nyata-nyata dalam kebiasaan Orang Bijak, yang telah menurunkan kisah Penunggang Kuda dan Ular.

Seorang penunggang kuda, dari tempatnya yang aman, melihat seekor ular berbisa menggeliat ke dalam tenggorokan seorang lelaki yang sedang tidur. Penunggang kuda itu menyadari bahwa apabila lelaki itu dibiarkannya terus tidur, maka racun ular itu akan membunuhnya.

Karena itu, ia pun mencambuk orang tidur itu sampai terbangun. Ia tahu tak banyak lagi waktu sehingga dipaksanya lelaki itu pergi ke sebuah tempat yang banyak terdapat apel busuk, dan mendesaknya untuk memakannya. Kemudian, ia menyuruh lelaki itu minum air sungai sebanyak-banyaknya.

Sementara itu, lelaki tersebut berusaha melepaskan diri, sambil meraung, "Apa salahku, kau musuh kemanusiaan, hingga kau siksa aku seberat ini?"

Akhirnya, ketika ia hampir pingsan, dan petang tiba, lelaki itu jatuh ke tanah dan memuntahkan apel, air, dan ular itu. Ketika ia melihat muntahannya itu, ia menyadari yang telah terjadi, dan minta maaf kepada penunggang kuda itu.

Baca juga: Kisah Sufi Hatim al-Tha'i dan Raja yang Ingin Menjadi Dermawan

Inilah keadaan kita. Dalam membaca kisah ini, waspadalah agar jangan mengartikan sejarah sebagai alegori, atau alegori sebagai sejarah. Mereka yang dianugerahi pengetahuan memiliki kewajiban. Mereka yang tidak berpengetahuan, tidak memiliki apa pun di luar apa yang bisa mereka terka.

Orang yang diselamatkan itu berkata, "Kalau kau tadi memberitahuku, aku tentu akan menerima perlakuanmu itu dengan rasa terima kasih."

Si penunggang kuda menjawab, "Kalau tadi aku mengatakannya, kau tidak akan percaya. Atau, kau akan lumpuh ketakutan. Atau, lari pergi. Atau, malah tidur lagi untuk melupakannya. Dan tidak akan ada waktu lagi untuk menolongmu."

Sambil memacu kudanya, pengendara misterius itu pergi berlalu.

Baca juga: Kisah Sufi Imam Hasan Al-Basri: Perumpamaan tentang Orang yang Rakus

Idries Shah menjelaskan Salim Abdali menyebabkan para sufi menerima cemooh dari para cendekia karena pernyataannya bahwa seorang guru sufi bisa mengetahui apa yang salah pada seseorang, dan mungkin harus bertindak cepat dan secara paradoks untuk menolong orang itu, dan karenanya bisa menimbulkan kemarahan mereka yang sebenarnya tidak mengetahui apa yang ia lakukan.

Menurut Idries Shah, mungkin tidak banyak orang yang akan mengakui pernyataan yang tersirat dalam kisah ini. Namun, pernyataan ini telah diterima, dalam bentuk yang berbeda-beda, oleh semua sufi.

Mengomentari hal ini, Guru Haidar Gul hanya mengatakan, "Ada batasan di mana tidak baik bagi manusia untuk menyembunyikan kebenaran hanya agar tidak menyinggung perasaan mereka yang pikirannya tertutup.

Kisah ini juga telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia antara lain oleh Ahmad Bahar dalam buku berjudul Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi. Juga oleh Sapardi Djoko Damono dalam buku berjudul Kisah-Kisah Sufi, Kumpulan Kisah Nasehat Para Guru Sufi Selama Seribu Tahun yang Lampau.

Baca juga: Kisah Sufi Syaikh Nasir el-Din Shah: Menyiasati Sumpah
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Terjadi di Zaman Nabi,...
Terjadi di Zaman Nabi, Fenomena Alam Ini Jadikan Organ Tubuh seperti Kaca
5 Fenomena Astronomi...
5 Fenomena Astronomi Bukti Keindahan Alam Semesta
Ilmuwan Ungkap Teka-teki...
Ilmuwan Ungkap Teka-teki Fenomena Kematian Paus di Dasar Laut
Artikel Terkini
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Infografis
Pembunuhan 4 Muslim...
Pembunuhan 4 Muslim di AS, Presiden Biden: Saya Marah dan Sedih!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved