Khidir Hanya Julukan, Ini 7 Nama Nabi yang Jadi Perdebatan Itu
Kamis, 02 Desember 2021 - 18:38 WIB
loading...
A
A
A
Di mana pun beliau pernah duduk atau menginjakkan kaki, selalu tumbuh rumput hijau dan tanahnya menjadi subur.
Asal Usul Nabi Khidir
Apabila kita menyimak Al-Qur'an dari awal hingga akhir, maka dipastikan kita tidak akan menemukan nama Khidir. Lalu, dari mana riwayat tentang Khidir itu didapatkan?
Pertama, dari tafsir Al-Qur'an. Yakni surat al-Kahfi ayat 65 sampai 85. Salah satu bunyi ayat tersebut adalah:
“Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami." ( QS Al-Kahfi : 65-85 )
Meski pada ayat tersebut tidak disebutkan secara jelas, siapa nama hamba Allah tersebut, namun para ahli tafsir telah bersepakat, bahwa yang dimaksud dengan “hamba di antara hamba-hamba Kami" tidak lain adakah Khidir as.
Dalam hal ini tidak ada ikhtilaf atau beda pendapat.
Kedua, dari al-hadis. Di antaranya sebagaimana diterangkan dalam hadits sahih yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya ia dinamai Khidir, karena ia pernah duduk di atas rerumputan yang kering, lalu seketika ia bergerak tumbuh menjadi hijau.” (HR. Bukhari)
Juga diterangkan dalam hadis sahih dari Abu Sa'id al- Khudry ra, ia berkata: “Telah bercerita baginda Rasulullah SAW tentang Dajjal, bahwa Dajjal datang di pinggir kota, lalu keluarlah seorang pemuda, dia adalah sebaik-baik manusia.
Lalu pemuda itu berkata kepada Dajjal: “Aku bersaksi bahwa engkaulah Dajjal yang diceritakan kepada kami oleh baginda Rasulullah SAW.”
Di dalam hadis itu Dajjal berkata: “Apakah kamu percaya padaku bahwa aku adalah tuhan, sekiranya aku bunuh lelaki ini dan aku hidupkan kembali?”
Lalu Sa'id berkata: “Sewaktu mau dibunuh oleh Dajjal, anak itu tidak mati (kebal). Dialah yang bernama Khidir.”
Khidir yang dimaksud di sini adalah Khidir temannya Nabi Musa as bukan yang lainnya. Sebagaimana dijelaskan dalam keterangan yang sahih, dari Sa'id bin Jubair ra, ia berkata: “Saya bertanya kepada sahabat Ibnu Abbas ra, bahwa Nufa al-Bakaaly mengklaim kalau Musa yang berjumpa dengan Khidir bukanlah Musa Bani Israil, akan tetapi Musa yang lainnya. Lalu beliau menjawab: Musuh Allah itu telah berdusta (sangat salah)."
Baca juga: Kisah Ibrahim bin Adham Didatangi Nabi Khidir Saat Duduk di Singgasana
Asal Usul Nabi Khidir
Apabila kita menyimak Al-Qur'an dari awal hingga akhir, maka dipastikan kita tidak akan menemukan nama Khidir. Lalu, dari mana riwayat tentang Khidir itu didapatkan?
Pertama, dari tafsir Al-Qur'an. Yakni surat al-Kahfi ayat 65 sampai 85. Salah satu bunyi ayat tersebut adalah:
“Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami." ( QS Al-Kahfi : 65-85 )
Meski pada ayat tersebut tidak disebutkan secara jelas, siapa nama hamba Allah tersebut, namun para ahli tafsir telah bersepakat, bahwa yang dimaksud dengan “hamba di antara hamba-hamba Kami" tidak lain adakah Khidir as.
Dalam hal ini tidak ada ikhtilaf atau beda pendapat.
Kedua, dari al-hadis. Di antaranya sebagaimana diterangkan dalam hadits sahih yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya ia dinamai Khidir, karena ia pernah duduk di atas rerumputan yang kering, lalu seketika ia bergerak tumbuh menjadi hijau.” (HR. Bukhari)
Juga diterangkan dalam hadis sahih dari Abu Sa'id al- Khudry ra, ia berkata: “Telah bercerita baginda Rasulullah SAW tentang Dajjal, bahwa Dajjal datang di pinggir kota, lalu keluarlah seorang pemuda, dia adalah sebaik-baik manusia.
Lalu pemuda itu berkata kepada Dajjal: “Aku bersaksi bahwa engkaulah Dajjal yang diceritakan kepada kami oleh baginda Rasulullah SAW.”
Di dalam hadis itu Dajjal berkata: “Apakah kamu percaya padaku bahwa aku adalah tuhan, sekiranya aku bunuh lelaki ini dan aku hidupkan kembali?”
Lalu Sa'id berkata: “Sewaktu mau dibunuh oleh Dajjal, anak itu tidak mati (kebal). Dialah yang bernama Khidir.”
Khidir yang dimaksud di sini adalah Khidir temannya Nabi Musa as bukan yang lainnya. Sebagaimana dijelaskan dalam keterangan yang sahih, dari Sa'id bin Jubair ra, ia berkata: “Saya bertanya kepada sahabat Ibnu Abbas ra, bahwa Nufa al-Bakaaly mengklaim kalau Musa yang berjumpa dengan Khidir bukanlah Musa Bani Israil, akan tetapi Musa yang lainnya. Lalu beliau menjawab: Musuh Allah itu telah berdusta (sangat salah)."
Baca juga: Kisah Ibrahim bin Adham Didatangi Nabi Khidir Saat Duduk di Singgasana
Lihat Juga :